Bansos Tak Tepat Sasaran, Puluhan Emak-emak Geruduk Balai Desa

Menu

Mode Gelap
Geger! Instagram Mendiang Vanessa Angel Mendadak Hilang Tok! Lin Che Wei Resmi Jadi Tersangka Kasus Mafia Minyak Goreng Jangan Telat, Yuk Daftar Gelombang 3 TA 2022/2023 Sekolah Bosowa Bina Insani Bogor! Presiden Jokowi Beri Bantuan untuk Warga dan PKL di Pasar Cibinong Asyik! Mulai Hari Ini, Jokowi Izinkan Buka Masker di Ruang Terbuka

Nasional · 24 Jan 2022 11:09 WIB

Bansos Tak Tepat Sasaran, Puluhan Emak-emak Geruduk Balai Desa


 Unjuk rasa emak-emak di Pekalongan yang memprotes penyaluran bansos yang salah sasaran. (RMOLJateng/Bogordaily.net) Perbesar

Unjuk rasa emak-emak di Pekalongan yang memprotes penyaluran bansos yang salah sasaran. (RMOLJateng/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Protes pembagian bantuan sosial (bansos) tak tepat sasaran, puluhan emak-emak menggeruduk Balai Desa Rembun, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Senin 24 Januari 2022.

Aksi emak-emak ini jadi tontonan masyarakat, karena lokasi balai desa yang tepat di jalur Pantura Pekalongan-Pemalang.

Emak-emak yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Rembun Meningkatkan Taraf Hidup itu membentangkan sejumlah poster bernada protes. Ada yang bertuliskan “Mending aku dasteran suwek timbang Kowe numpan duwe PCX PkH mok delepi” (Lebih baik aku pakai daster sobek daripada kamu naik PCX tapi PKH kamu tilep).

Lalu juga ada sindiran “Kowe Sneneng Aku Yo Podo pingin Seneng Ra” (Kamu senang, aku juga ingin senang juga).

“Tidak adil, masak orang yang punya tiga hingga empat sepeda motor dapat Bantuan Langsung Tunai (BLT),” sindir Nur Faizah (55) di depan balai desa, dikutip dari RMOLJateng, Senin 24 Januari 2022.

Ia mengatakan banyak bantuan yang tidak tepat sasaran. Bahkan warga yang kategori mampu masuk program bantuan pemerintah semisal Program Keluarga Harapan (PKH) hingga BLT.

Warga lainnya, Maryati (52), juga tampak emosi. Ia mengatakan, banyak yang lebih membutuhkan justru tidak dapat.

“Alasannya data dari pusat, jadi kalau mau ngusulkan bagaimana,” tuturnya.

Tidak hanya itu, ada dugaan perangkat desa yang juga menerima program bansos pemerintah. Hal itu turut menambah emosi para warga.

Tuntutan emak-emak ini agar penerima bansos kategori mampu untuk mundur. Lalu, penyaluran bansos harus sesuai sasaran.

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan warga masih bermediasi dengan pihak kelurahan, kecamatan, dan Polsek.***

Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Hore, Penumpang Kereta Jarak Jauh yang Sudah Vaksin Kedua Tak Perlu Tes Antigen

18 Mei 2022 - 19:50 WIB

Mulai Hari Ini, OJK Terbitkan Aturan Baru Perlindungan Konsumen Jasa Keuangan 

18 Mei 2022 - 19:30 WIB

OJK

Waspada! Kasus Hepatitis Akut Misterius di Indonesia Bertambah Menjadi 14

18 Mei 2022 - 19:08 WIB

Hepatitis akut misterius

Ngeri, Detik-detik Bus Rombongan Takziah Terbalik di Sleman, Puluhan Luka-luka 1 Tewas

18 Mei 2022 - 17:35 WIB

Sekolah di Swasta, Siswa Miskin Jabar Dapat Bantuan Rp2,7 Juta/tahun

18 Mei 2022 - 17:20 WIB

Tak Bayar THR, Dunkin Donuts Resmi Dilaporkan

18 Mei 2022 - 17:02 WIB

Trending di Nasional