Ciu Diupayakan Bisa Dipasarkan Secara Resmi Di Daerah Ini

Menu

Mode Gelap
DLH Kabupaten Bogor Kantongi Nama Perusahaan yang Cemari Situ Citongtut Lakukan Penataan Kemacetan, Ade Yasin Perintahkan Jajarannya Terjun Langsung Kembalikan Jenazah Pahlawan Kemerdekaan Korea, Moon Jae-in Apresiasi Kazakhstan Satu Siswa Positif Covid-19, SMPN 1 Cibinong Hentikan PTM Imbas Ricuh Mapolda, Ketum LSM GMBI Dibekuk Polda!

Nasional · 14 Jan 2022 23:18 WIB

Ciu Diupayakan Bisa Dipasarkan Secara Resmi Di Daerah Ini


 Ciu Menjadi Prodak Legal Dan Bisa Dipasarkan di Sukoharjo. (liputan6/Bogordaily.net) Perbesar

Ciu Menjadi Prodak Legal Dan Bisa Dipasarkan di Sukoharjo. (liputan6/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– Pengolahan Ciu didorong menjadi produk yang legal dan bisa dipasarkan dengan izin resmi. Upaya itu disampaikan kepada Pemkab Sukoharjo, dan perajin ciu di daerah Polokarto serta Mojolaban, Sukoharjo.

“Selama ini ciu itu mengandung methanol yang besar, sehingga tidak layak dikonsumsi karena beracun. Kalau dikonsumsi bisa membahayakan kesehatan selain itu juga masalah legalitasnya karena izinnya,” ujar Kepala Kantor Bea dan Cukai Solo Budi Santoso, Kamis, 13 Januari 2022.

Budi mengatakan, jadi nantinya produk ciu tidak untuk dikonsumsi, tetapi bisa menjadi produk yang lainnya.

Kita sudah membuat konsep bagaimana mengubahnya. Intinya bagaimana mereka mendapat izin, tapi bukan untuk minuman beralkohol, tetapi bisa jadi produk dari alkohol seperti hand sanitizer dan antiseptik lainnya,” urainya.

Dengan adanya pengubahan jenis produksi ini, kata Budi, nantinya perajin akan mendapatkan izin, dan legalitas untuk memasarkan produknya.

Nanti perajin akan diberi perizinan, dan mereka tetap bekerja. Hanya diarahkan menjadi pekerja yang legal, tidak membahayakan dan termasuk limbahnya juga akan dipertimbangkan,” papar Budi.

Mengenai pengubahan jenis produksi ini, kata Budi, sebenarnya bukan hanya masalah kantor Bea dan Cukai saja, tetapi juga pemerintah daerah dan instansi terkait.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemda, instansi terkait dan mensosialisasikan dengan perajin, mereka juga sudah bisa menerima,” ucapnya.

“Kita sudah melakukan pemetaan perajin di Mojolaban dan Polokarto. Data pengrajin dan berapa jumlah pekerja, peralatan, kapasitas produksinya sudah data semua, kami lakukan pendekatan. Sering bertemu dan sosialisasikan. Semua sudah setuju,” pungkasnya.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Ohhh.. Ternyata ini Alasan Kenapa Wajib Berbagai Angpao Saat Imlek

29 Januari 2022 - 01:04 WIB

Imlek

Soal Korupsi Rp50 Juta Tak Dipenjara, Begini Alasan Kejagung

28 Januari 2022 - 23:13 WIB

Dalam Sebulan, Jawa Digoyang 4 Kali Gempa, Terkini 5,3 Magnitudo Guncang Pangandaran

28 Januari 2022 - 22:41 WIB

Sebulan

Asyik! Pensiunan PNS Bisa Dapat Rp1 Miliar

28 Januari 2022 - 20:18 WIB

Public Relations Awards 2022: Sinar Mas Land Raih Penghargaan

28 Januari 2022 - 18:17 WIB

Sinar Mas

Gunakan Kemasan Makanan Ramah Lingkungan, KAI Turut Hijaukan Indonesia

28 Januari 2022 - 17:32 WIB

Ramah lingkungan
Trending di Nasional