Saturday, 5 April 2025
HomeBeritaDuh, Selama 3 Tahun Pria Inggris Tak Bisa Menutup Mata

Duh, Selama 3 Tahun Pria Inggris Tak Bisa Menutup Mata

Bogordaily.net–Seorang pria asal Inggris, Pete Broadhurst tak bisa menutup matanya selama hampir tiga tahun. Peristiwa nahas itu ia alami usai dari sang kekasih.

Mulanya Broadhurst yang merupakan pensiunan menjalin hubungan dengan seorang ibu dua anak. Namun, hubungan mereka kandas dan mantan kekasihnya menyebut dia buruk rupa karena pipinya mirip hamster.

Pria berusia 79 tahun itu lalu melakukan . Pada 2019, Broadhurst melakukan operasi pengencangan leher, blepharoplasty di bawah mata dan juga operasi hidung (rhinoplasty) di BMI The Priority Hospital.

Sehari setelah menjalani selama sembilan jam,  Broadhurst menyebut wajahnya seperti sosok yang ‘mengerikan’ dan ‘tak dapat menutup matanya’.

“Saya tampak seperti dipukuli dan sakit sepanjang malam. Sehari setelah operasi saya berharap saya tidak pernah melakukannya,” katanya dikutip CNN yang melansir Metro.

Dua minggu setelah operasi, Broadhurst pergi untuk menghilangkan jahitannya dan memberi tahu petugas medis bahwa matanya sangat iritasi dan berair. Petugas rumah sakit mengungkapkan bahwa semuanya tampak normal dan efek samping akan segera hilang.

Namun efek matanya yang terus terbuka itu ternyata tak kunjung usai. seharga 11 ribu poundsterling ini membuatnya tak bisa menutup matanya selama hampir tiga tahun.

Seorang dokter di NHS mendiagnosisnya dengan diagnosis komplikasi umum dari operasi kelopak mata yang disebut ectropion. Ini berarti matanya tidak menutup sepenuhnya ketika dia berkedip atau tidur sehingga menyebabkan iritasi.

Beberapa bulan setelah operasi awalnya, ahli bedahnya mengatur operasi korektif gratis untuk membantu kulit di pipinya bertemu dengan kelopak matanya.

Usai operasi korektif, mata kirinya masih terbuka secara permanen. Broadhurst pun harus menutup mata saat tidur menggunakan obat tetes untuk mencegahnya mengering.

“Mata saya terdistorsi dan hampir tidak bisa melihat sama sekali. Saya tidak dapat melihat dan pada malam hari saya masih harus menutupnya dengan lakban,” jelasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here