Gila, Kode 'Sumbangan Masjid' Kode Suap Walkot Bekasi!

Menu

Mode Gelap
DLH Kabupaten Bogor Kantongi Nama Perusahaan yang Cemari Situ Citongtut Lakukan Penataan Kemacetan, Ade Yasin Perintahkan Jajarannya Terjun Langsung Kembalikan Jenazah Pahlawan Kemerdekaan Korea, Moon Jae-in Apresiasi Kazakhstan Satu Siswa Positif Covid-19, SMPN 1 Cibinong Hentikan PTM Imbas Ricuh Mapolda, Ketum LSM GMBI Dibekuk Polda!

Tokoh ยท 7 Jan 2022 09:29 WIB

Gila, Kode ‘Sumbangan Masjid’ Kode Suap Walkot Bekasi!


 Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.(Kuyou/Bogordaily.net) Perbesar

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.(Kuyou/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi terungkap menerima suap terkait pengadaan bara dan jasa serta lelang jabatan, dan sah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada Kamis 6 Januari 2022.

“Penerimaan sesuatu oleh penyelenggara negara terkait pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di Kota Bekasi,” kata Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung KPK dikutip dari detik, Kamis 6 Januari 2022.

Firli mengatakan Pepen diduga meminta uang kepada pihak yang lahannya diganti rugi oleh Pemkot Bekasi sebagai bentuk komitmen. Salah satunya menggunakan sebutan untuk sumbangan masjid.

“Selanjutnya pihak-pihak menyerahkan sejumlah uang melalui perantara orang-orang yang merupakan kepercayaan, yaitu saudara JL (Kadis Perumahan Bekasi) yang menerima uang sejumlah Rp 4 miliar dari LBM (swasta),” ujar Firli.

“WY (Camat Jatisampurna) yang menerima uang sejumlah Rp 3 miliar dari MS (Camat Rawalumbu) dan mengatasnamakan sumbangan ke salah satu masjid yang berada di bawah yayasan milik keluarga RE, sejumlah Rp 100 juta dari SY (swasta),” sambung Firli.

Selain itu ada juga sejumlah fakta lain terkait penangkapan Pepen ini. detikcom sudah merangkum fakta-fakta tersebut. Berikut rinciannya:

1. Berawal dari Modal Ganti Rugi Tanah di APBD 2021

2. Kode Suap ‘Sumbangan Masjid’

3. 9 Orang Tersangka

4. Uang Senilai Rp 5,7 Miliar Diamankan

Firli mengatakan ada 14 orang yang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) tersebut. Ke-14 orang itu terdiri dari Pepen, kepala dinas hingga makelar tanah.

Dari 14 orang itu, KPK menetapkan sembilan orang sebagai tersangka, yakni:

Sebagai pemberi:
1. Ali Amril (AA) sebagai Direktur PT ME (MAM Energindo);
2. Lai Bui Min alias Anen (LBM) sebagai swasta;
3. Suryadi (SY) sebagai Direktur PT KBR (Kota Bintang Rayatri) dan PT HS (Hanaveri Sentosa); dan
4. Makhfud Saifudin (MS) sebagai Camat Rawalumbu.

Sebagai penerima:
5. Rahmat Effendi (RE) sebagai Wali Kota Bekasi;
6. M Bunyamin (MB) sebagai Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Bekasi;
7. Mulyadi alias Bayong (MY) sebagai Lurah Jatisari;
8. Wahyudin (WY) sebagai Camat Jatisampurna; dan
9. Jumhana Lutfi (JL) sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Bekasi.***

Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

2 Sosok Jendral TNI ini Siap Dampingi Maruli Simanjuntak

28 Januari 2022 - 15:38 WIB

maruli

Ridwan Kamil Didukung Jadi Kepala IKN, Paguyuban Pasundan: Sing Nanjung Sing Terus

28 Januari 2022 - 12:09 WIB

Paguyuban Pasundan

Puan Maharani Harap Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura Kuatkan Komitmen Penegakan Hukum

27 Januari 2022 - 09:50 WIB

penegakan hukum

Kasus Omicron Naik, Fadli Zon Minta Sekolah Kembali Online

26 Januari 2022 - 11:12 WIB

Sekolah Kembali Online

Para Tokoh Sepakat Ridwan Kamil Pemimpin Nasional Representasi Orang Sunda

25 Januari 2022 - 23:49 WIB

Representasi Orang Sunda

Dukung Presiden Jokowi Tiga Periode, Mardigu Bossman Dikecam Netizen

25 Januari 2022 - 10:10 WIB

Mardigu Bossman
Trending di Tokoh