Hadapi Cuaca Ekstrem, Dedie Minta Masyarakat Waspada

Menu

Mode Gelap
Piala Dunia 2022: Link Live Streaming Polandia vs Argentina Piala Dunia 2022: Ghana Sikut Korea Selatan 3-2 Merosot, Ini Harga Emas per Gram Hari Ini Lagi, Gempa Susulan Guncang Cianjur 21 Kali dalam Semalam Lokasi, Harga dan Syarat Perpanjang SIM di Kabupaten Bogor

Kota Bogor ยท 26 Jan 2022 09:16 WIB

Hadapi Cuaca Ekstrem, Dedie Minta Masyarakat Waspada


 Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim usai menerima laporan kejadian bencana di Kota Bogor, Selasa 25 Januari 2022. (Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim usai menerima laporan kejadian bencana di Kota Bogor, Selasa 25 Januari 2022. (Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa cuaca ekstrem masih bisa terjadi hingga saat ini. Tak terkecuali di Kota Bogor. Untuk itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meminta masyarakat lebih waspada dengan kondisi tersebut. Hal itu dikatakan Dedie usai menerima laporan kejadian bencana di Kota Bogor, Selasa 25 Januari 2022.

“Seiring dengan perkembangan dan situasi cuaca, BMKG menyatakan bahwa kondisi cuaca ekstrem belum akan berhenti hingga kemarin. Kita harus waspadai kemungkinan terjadinya lagi angin puting beliung dan curah hujan tinggi,” kata Dedie.

Masyarakat pun dihimbau untuk menghindari lokasi – lokasi yang rawan terdampak cuaca ekstrem. Seperti misalnya ruas jalan yang memiliki banyak pohon besar, hingga masyarakat yang tinggal di lokasi rawan longsor.

“Saya juga sudah meminta kepada Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) khususnya untuk kembali mengontrol pohon – pohon yang saat ini dikategorikan memiliki resiko rawan patah atau tumbang. Dan pohon – pohon yang berumur tua,” paparnya.

Pun kepada masyarakat yang berada di bantaran kali atau sungai senantiasa waspada. Masyarakat diminta membantu menjaga kelestarian lingkungan. Semisal tidak membuang sampah sembarangan.

“Jadi kalau pun terjadi cuaca ekstrem, mau itu curah hujan tinggi ataupun yang lain tidak menimbulkan banjir yang berkepanjangan,” sahutnya.

Masih kata Dedie, masyarakat juga harus berpartisipasi dalam mengemban ilmu mitigasi bencana. Paling tidak, masyarakat bisa memahami dan lebih waspada ketika potensi atau resiko bencana ini muncul.

“Harus ada pengetahuan masyarakat soal itu. Misalnya bagi mereka yang tinggal dekat dengan pohon-pohon besar yang rawan tumbang atau patah. Atau masyarakat yang tinggal di bantaran, jangan membangun bangunan yang menambah beban TPT (Tembok Penahan Tanah). Mudah-mudahan masyarakat bisa lebih waspada menghadapi cuaca ekstrem ini,” harapnya.***

 
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Warga Cimanggu Permai Pasang Spanduk, Tolak Rencana Pembangunan RS Mitra Keluarga

1 Desember 2022 - 15:31 WIB

Pembangunan rs mitra keluarga

Dukung Kemajuan Sektor Industri, Politeknik AKA Bogor Gelar Seminar Nasional Kimia Industri dan Terapannya

1 Desember 2022 - 14:27 WIB

Ruza Goes To School: Pembinaan Kepribadian Menuju Pra Pubertas oleh RS Azra di SD Taruna Bangsa

1 Desember 2022 - 14:16 WIB

Hasil Survei Universitas Pakuan, Pelayanan Perumda Tirta Pakuan Memuaskan

1 Desember 2022 - 11:52 WIB

Fakta-fakta Penemuan Mayat Terseret Arus Kali di Tanah Sareal Bogor

1 Desember 2022 - 11:23 WIB

Gebyar 12.12.2022 Tirta Pakuan, Pasang Baru Dapat Voucher Belanja

1 Desember 2022 - 09:59 WIB

Direktur Umum (Dirum) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor H. Rivelino Rizky. (Istimewa/bogordaily.net).
Trending di Kota Bogor