Harga Minyak Dunia Menguat, Akibat Lonjakan Kasus Omicron

Menu

Mode Gelap
DLH Kabupaten Bogor Kantongi Nama Perusahaan yang Cemari Situ Citongtut Lakukan Penataan Kemacetan, Ade Yasin Perintahkan Jajarannya Terjun Langsung Kembalikan Jenazah Pahlawan Kemerdekaan Korea, Moon Jae-in Apresiasi Kazakhstan Satu Siswa Positif Covid-19, SMPN 1 Cibinong Hentikan PTM Imbas Ricuh Mapolda, Ketum LSM GMBI Dibekuk Polda!

Internasional · 13 Jan 2022 22:47 WIB

Harga Minyak Dunia Menguat, Akibat Lonjakan Kasus Omicron


 Harga Minyak Dunia Melesat, Salah Satu Dampak Dari Omicorn yang Terus Meningkat. (okezone/Bogordaily.net) Perbesar

Harga Minyak Dunia Melesat, Salah Satu Dampak Dari Omicorn yang Terus Meningkat. (okezone/Bogordaily.net)

Bogordaily.net-  Minyak mentah dunia menguat pada akhir perdagangan Selasa, 11 Januari kemarin. Kenaikan harga minyak ditopang pasokan yang ketat dan perkiraan meningkatnya kasus omicron.

Sedangkan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari tumbuh US$2,99 atau 3,8 persen menjadi US$81,22 per barel, juga menjadi harga tertinggi sejak pertengahan November.

Kedua harga acuan tersebut naik drastis dari perdagangan sehari sebelumnya yang merosot tajam masing-masing 1,1 persen dan 0,9 persen secara berturut-turut.

Kurangnya kapasitas produksi di beberapa negara membuat OPEC meningkatkan produksinya sesuai dengan pakta.

Pernyataan Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell turut memberikan sentimen positif. Ia memperkirakan dampak omicron terhadap ekonomi hanya berlangsung pendek.

Dia juga meyakini bahwa kuartal berikutnya bisa sangat positif bagi perekonomian setelah lonjakan yang didorong oleh meredanya dampak dari varian baru covid-19 tersebut.

“Kombinasi fakta permintaan akan lebih kuat dari yang diantisipasi dan pasokan OPEC mungkin tidak tumbuh secepat permintaan adalah alasan mengapa harga naik,” tutur Analis Senior Price Futures Group Phil Flynn seperti dikutip dari Antara, Rabu, 12 Januari 2022.

Ekonomi utama dunia telah menghindari kembalinya penguncian yang parah di tengah lonjakan infeksi covid-19. Margin penyulingan bahan bakar jet Eropa, misalnya, kembali ke tingkat pra-pandemi karena pasokan di kawasan itu mengetat dan aktivitas penerbangan global pulih.

“Omicron belum mendatangkan malapetaka seperti varian delta dan mungkin tidak akan pernah melakukannya, menjaga pemulihan ekonomi global tetap pada jalurnya,” ungkap Analis OANDA, Jeffrey Halley.

Pemerintah AS, pada Selasa, 11 Januari 2022, juga memperkirakan produksi minyak AS akan lebih rendah tahun ini, sementara total permintaan minyak akan menguat dari perkiraan sebelumnya.

Produksi diperkirakan naik 640 ribu barel per hari tahun ini, lebih rendah dari perkiraan bulan sebelumnya yang naik 670 ribu barel per hari (bph) dan diperkirakan meningkat 610 ribu bph pada 2023.

Total permintaan minyak sekarang diperkirakan meningkat sebesar 840 ribu bph untuk tahun ini, lebih tinggi dari peningkatan 700 ribu bph yang diharapkan bulan lalu. Diperkirakan permintaan akan naik 330 ribu bph pada 2023.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Kembalikan Jenazah Pahlawan Kemerdekaan Korea, Moon Jae-in Apresiasi Kazakhstan

28 Januari 2022 - 15:18 WIB

jenazah pahlawan kemerdekaan Korea

Bangkai Pesawat Milik AS yang Jatuh di Laut China Selatan, diincar Tiongkok

28 Januari 2022 - 14:34 WIB

Laut China

Qatar Kembali Lanjutkan Evakuasi 227 Warganya dari Afghanistan

28 Januari 2022 - 13:33 WIB

Qatar

7 Tahun di Ruang Angkasa, Roket SpaceX Elon Musk Akan Tabrak Bulan

28 Januari 2022 - 09:53 WIB

Roket SpaceX

Pemerintah Thailand Dukung Warga Konsumsi Daging Buaya

28 Januari 2022 - 06:47 WIB

Gara-gara Sebut Cristiano Ronaldo Jelek, Wanita ini Dibogem Sang Kekasih

27 Januari 2022 - 23:06 WIB

Ronaldo Jelek
Trending di Internasional