Hati-hati, Omicron Banyak Serang Penyintas COVID-19

Menu

Mode Gelap
Tok! Lin Che Wei Resmi Jadi Tersangka Kasus Mafia Minyak Goreng Jangan Telat, Yuk Daftar Gelombang 3 TA 2022/2023 Sekolah Bosowa Bina Insani Bogor! Presiden Jokowi Beri Bantuan untuk Warga dan PKL di Pasar Cibinong Asyik! Mulai Hari Ini, Jokowi Izinkan Buka Masker di Ruang Terbuka Diduga Nikah Sirih, Viral Tersebar Buku Nikah Al Ghazali dan Pacar

Kesehatan · 28 Jan 2022 04:06 WIB

Hati-hati, Omicron Banyak Serang Penyintas COVID-19


 Ilustrasi virus Covid-19 varian Omicron.(Istimewa/Envato) Perbesar

Ilustrasi virus Covid-19 varian Omicron.(Istimewa/Envato)

Bogordaily.net–Kasus COVID-19 saat ini didominasi varian Omicron menggantikan varian Delta. Penularannya disebut sangat cepat dan menjadi penyebab penambahan kasus Corona di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Dikutip Detik.com dari laman CNBC, ada satu fakta yang tak kalah mengejutkan. Berdasarkan studi di Inggris, ternyata sebagian besar yang terinfeksi varian Omicron adalah mereka penyintas atau yang sudah pernah terinfeksi COVID-19 sebelumnya.

“Kami mengamati tingkat infeksi COVID-19 yang belum pernah terjadi sebelumnya di Inggris pada Januari 2022 dan penggantian Delta ke Omicron,” tulis peneliti dalam Studi React Imperial College London dalam laporan yang dirilis Rabu, 26 Januari 2022.

Studi ini menganalisis 100.607 hasil tes PCR di seluruh Inggris. Swab PCR dikumpulkan 5 Januari dan 20 Januari. Alhasil, 99 persen hasil positif adalah Omicron dan hanya 1 persen infeksi yang disebabkan oleh varian Delta.

“Dua pertiga dari 3.582 peserta yang dites positif pada Januari melaporkan bahwa mereka telah dites positif COVID-19 di masa lalu. Lebih lanjut 7,5 persen dari peserta yang terinfeksi mengatakan mereka curiga mereka sebelumnya memiliki virus tetapi belum dikonfirmasi dengan tes,” tambah laporan tersebut.

Sebelum Omicron muncul, orang yang tertular virus dan sembuh memiliki “penawar” yang melindunginya dari infeksi ulang. Namun, kali ini sepertinya tidak terjadi pada Omicron.

“Tindakan lebih lanjut di luar vaksinasi mungkin diperlukan jika tingkat infeksi Omicron yang sangat tinggi tetap ada. Meskipun Omicron tampaknya secara intrinsik lebih kecil kemungkinannya untuk menyebabkan penyakit parah,” jelasnya.

Sebelumnya pejabat kesehatan Inggris juga sempat menyebutkan hal yang sama pada Desember lalu. Bahwa risiko infeksi ulang dengan Omicron adalah 5,4 kali lebih besar daripada Delta.***

 

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Selain Bagus untuk Diet, Ini 4 Manfaat Buah Apel untuk Kesehatan

17 Mei 2022 - 22:01 WIB

manfaat apel

4 Manfaat Buah Belimbing, Bisa Cegah Jatung dan Stroke

17 Mei 2022 - 21:33 WIB

buah belimbing

Cara Atasi Vagina Terasa Seperti Terbakar Usai Berhubungan Seks

17 Mei 2022 - 13:52 WIB

Obat Mujarab Hilangkan Kantung Mata dengan Bahan Alami

17 Mei 2022 - 09:06 WIB

Keguguran Jadi Risiko Hamil di Usia 40 Tahun

16 Mei 2022 - 23:23 WIB

Mengenal dan Mengetahui Manfaat Sorghum yang Cocok Sebagai Pengganti Nasi

16 Mei 2022 - 22:59 WIB

sorgum
Trending di Kesehatan