Inginkan Perekonomian Lebih Baik, SI Bogor Hadirkan Sekolah Saudagar

Menu

Mode Gelap
DLH Kabupaten Bogor Kantongi Nama Perusahaan yang Cemari Situ Citongtut Lakukan Penataan Kemacetan, Ade Yasin Perintahkan Jajarannya Terjun Langsung Kembalikan Jenazah Pahlawan Kemerdekaan Korea, Moon Jae-in Apresiasi Kazakhstan Satu Siswa Positif Covid-19, SMPN 1 Cibinong Hentikan PTM Imbas Ricuh Mapolda, Ketum LSM GMBI Dibekuk Polda!

Ekonomi · 11 Jan 2022 19:32 WIB

Inginkan Perekonomian Lebih Baik, SI Bogor Hadirkan Sekolah Saudagar


 Sarekat Islam Kota Bogor (SI) Ingin Berkolaborasi dan Bersinergi Dalam Membangun Perekonomian Ummat. (Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Sarekat Islam Kota Bogor (SI) Ingin Berkolaborasi dan Bersinergi Dalam Membangun Perekonomian Ummat. (Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net–  Sekolah Saudagar Syarikat Islam (SI) Kota Bogor, berencana menghadirkan Sekolah Saudagar. Dihadirkannya sekolah saudagar untuk mencetak para saudagar yang tangguh, memiliki skill yang mumpuni, serta membangun perekonomian lebih baik.

Sekolah Saudagar Syarikat Islam Kota Bogor, tak terlepas dari sejarah lahirnya  Sarekat Dagang Islam atau SDI. SDI merupakan sebuah perkumpulan para pedagang, yang kemudian SDI berganti nama menjadi organisasi pergerakan, Sarekat Islam (SI).

SDI didirikan pada tahun 1905 oleh para saudagar batik asal Surakarta, Jawa Tengah. KH Samanhudi adalah tokoh dibalik berdirinya SDI.  Samanhudi terkenal sebagai tokoh perjuangan yang berjasa besar, menjadi motor pendirian SDI untuk memajukan perekonomian para pedagang Islam di Indonesia.

 

 

Berdasarkan anggaran dasar SDI, tujuan organisasi dagang ini adalah untuk mengembangkan jiwa berdagang, memberikan bantuan kepada para anggotanya, memajukan pengajaran dan percepatan kenaikan derajat Bangsa pribumi, dan menggalang persatuan umat Islam khususnya dalam kemajuan agama Islam.

Selaras dengan namanya, anggota SDI hanya terbatas pada pedagang yang beragama Islam. Namun, hal tersebut justru menghalangi SDI untuk mendapatkan anggota yang lebih banyak lagi. Maka dari itu, SDI berubah menjadi organisasi massa yang bernama Sarekat Islam atau SI.

Pada tahun 1912,  HOS Tjokroaminoto terpilih menjadi ketua menggantikan H. Samanhudi. HOS Tjokroaminoto terkenal sebagai aktivis yang anti penjajah.

Di bawah kepemimpinan Tjokroaminoto, SI berkembang menjadi organisasi pergerakan yang ditakuti oleh kolonial Belanda. Aktivitas politiknya sangat menonjol pada waktu itu. Meski demikian, SI masih mengurusi kegiatan ekonomi dan sosial anggotanya seperti tujuan awal berdirinya SDI.

Lahirnya Sekolah Saudagar ini, mengembalikan pada khittoh spirit perjuangan lahirnya Sarekat.  Islam.

Di era pandemi ini, ekonomi ummat islam dalam keadaan terpuruk, terutam para pelaku usaha kecil dan menengah. Para generasi Milineal menjadi fokus garapan dari Sekolah Saudagar ini. Sehingga dapat melahirkan para saudagar muda yg tangguh, menguasai teknologi informasi dan pasar digital.

Untuk para pengajar akan melibatkan semua pihak dan instansi pemerintah, berkolaborasi dan bersinergi menjadi mutlak utk membangun SDM yang berkualitas, mampu berdaya saing.

Banyak kader SI Kota Bogor, yg menjabat sebagai Direksi Perumda Kota Bogor, akan dilibatkan dalam proses pembelajaran, dengan berbagai pengalaman memimpin perusahaan plat merah.

Selain itu, banyaknya perguruan tinggi di Kota Bogor, membuat SI ingin berkolaborasi dan bersinergi dalam membangun perekonomian ummat.***

Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Kemendag Tak Main-main, Tertibkan Robot Trading PT DNA Pro Akademi yang Tak Berizin

29 Januari 2022 - 00:03 WIB

Robot Trading

Keren! Kopi Sarongge Terjual ke Jerman

28 Januari 2022 - 21:14 WIB

Dunia Melihat UMKM Indonesia Untuk Perkuat Ekonomi Hijau

28 Januari 2022 - 15:54 WIB

UMKM Indonesia

OJK Perkuat Sektor Jasa Keuangan Demi Pulihkan Pertumbuhan Ekonomi

28 Januari 2022 - 14:49 WIB

sektor

Presiden Jokowi Dorong Investasi pada Ekonomi Digital Indonesia

28 Januari 2022 - 11:25 WIB

ekonomi digital

Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi, Menko Airlangga Sinkronisasi Kepentingan Regional dan Global

28 Januari 2022 - 11:04 WIB

Regional dan Global
Trending di Ekonomi