Integrasi Teknologi Kurangi Tenaga Kerja, Menkominfo Dorong Tingkatkan Keterampilan Digital

Menu

Mode Gelap
Tok! Lin Che Wei Resmi Jadi Tersangka Kasus Mafia Minyak Goreng Jangan Telat, Yuk Daftar Gelombang 3 TA 2022/2023 Sekolah Bosowa Bina Insani Bogor! Presiden Jokowi Beri Bantuan untuk Warga dan PKL di Pasar Cibinong Asyik! Mulai Hari Ini, Jokowi Izinkan Buka Masker di Ruang Terbuka Diduga Nikah Sirih, Viral Tersebar Buku Nikah Al Ghazali dan Pacar

Ekonomi · 22 Jan 2022 19:08 WIB

Integrasi Teknologi Kurangi Tenaga Kerja, Menkominfo Dorong Tingkatkan Keterampilan Digital


 Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate saat mewakili Presiden Joko Widodo dalam Online Scholarship Competition (OSC) di Studio Grand Metro TV, Jakarta Barat, Sabtu 22 Januari 2022. Perbesar

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate saat mewakili Presiden Joko Widodo dalam Online Scholarship Competition (OSC) di Studio Grand Metro TV, Jakarta Barat, Sabtu 22 Januari 2022.

Bogordaily.net – Berdasarkan laporan dari The Future of Jobs dari World Economic Forum, pada tahun 2025 akan terdapat 43 persen pelaku industri yang melakukan reduksi atau pengurangan jumlah tenaga kerja sebagai konsekuensi dari penerapan integrasi teknologi.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mendorong setiap orang untuk terus meningkatkan kualitas diri seiring proyeksi jumlah dan jenis pekerjaan baru akibat adopsi teknologi.

“Diproyeksikan akan terdapat 85 juta pekerjaan lama yang mungkin hilang dan 97 juta pekerjaan baru yang mungkin muncul, ini akibat pembagian kerja antara manusia, mesin, dan algoritma. Hal tersebut menuntut peningkatan keterampilan bidang digital dan soft skill,” ujarnya saat mewakili Presiden Joko Widodo dalam Online Scholarship Competition (OSC) di Studio Grand Metro TV, Jakarta Barat, Sabtu 22 Januari 2022.

Menurut Menteri Johnny, peningkatan keterampilan digital dan soft skills selaras dengan perkembangan teknologi untuk tenaga kerja khususnya generasi muda Indonesia dapat dilakukan melalui upskilling dan reskilling.

“Adapun jenis pekerjaan baru yang muncul dan semakin meningkat permintaannya adalah diantaranya data analysts dan scientists, big data specialists, artificial intelligence and machine learning specialists, digital marketing and strategy specialists,” jelasnya.

Menurut Menkominfo ada pula beberapa jenis pekerjaan lain yang akan berkembang seperti renewable energy engineers, process automation specialists, internet of things specialists, digital transformation specialists, business services and administration managers; dan business development professionals.

Apresiasi Inisiatif

Menteri Johnny menegaskan Pemerintah akan terus mendorong sektor privat atau perusahaan swasta di Indonesia dari berbagai bidang untuk pemenuhan kebutuhan SDM yang sesuai dengan kebutuhan di masa depan.

“Oleh karena itu, kami tentunya sangat menyambut baik inisiatif sektor privat dalam melakukan pengembangan sumber daya manusia, seperti apa yang dilakukan oleh Media Group melalui Online Scholarship Competition (OSC),” ujarnya.

Menurut Menkominfo, Pemerintahan dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo periode 2019-2024 memiliki lima poin penting, salaj satunya pembangunan sumberdaya manusia.

“Disamping pembangunan sumberdaya manusia, Pemerintah juga mempercepat dan melanjutkan pembangunan infrastruktur, mengundang investasi seluas-luasnya untuk membuka lapangan pekerjaan, reformasi birokrasi, dan APBN yang fokus terlepas dari Covid-19 saat ini,” jelasnya.

Menteri Johnny menyatakan di tengah tuntutan terhadap peningkatan kualitas SDM dan manajemen talenta, fokus pembangunan SDM juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing bangsa. Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki SDM yang kuat dan hebat.

“Secara spesifik, dalam meningkatkan SDM unggul, Pemerintah terus memperkuat investasi di bidang pendidikan, antara lain melalui perluasan program beasiswa, adopsi teknologi informasi dan komunikasi, pemajuan kebudayaan, penguatan perguruan tinggi setingkat kelas dunia, serta pengembangan riset dan inovasi,” paparnya.

Selain itu, Pemerintah juga telah melaksanakan pembangunan infrastruktur secara masif, terutama pada periode pertama kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Menurut Menkominfo, memasuki era transformasi digital saat ini, pembangunan infrastruktur digital telah dan sedang dikebut penyelesaiannya oleh Pemerintah dan mitra kerja diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM.

“Pembangunan infrastruktur termasuk infrastruktur digital hanya akan optimal jika didukung dengan kapasitas sumberdaya manusia Indonesia yang juga unggul dan berdaya saing. Karena kemajuan dan disrupsi digital yang terjadi secara pesat menuntut kita sekalian untuk terus adaptif dan kemampuan agility, merubah arah dengan cepat,” tandasnya.

Menteri Johnny berharap skema seperti OSC dapat direplikasi oleh sektor privat lainnya, agar Indonesia dapat memenuhi kebutuhan SDM unggul berbasis pengetahuan, kecakapan dan keahlian.

“Sehingga penting untuk melakukan link and match antara dunia akademik dan industri, termasuk dalam hal ini industri broadcasting, jurnalistik, dan media digital,” tandasnya.

OSC 2021 merupakan tahun ke tujuh dengan menyiapkan 590 beasiswa S1 dan S2 bagi siswa/siswi SMA/SMK/MA sederajat dan mahasiswa atau fresh graduate di Indonesia.

Dalam acara tersebut, hadir Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat secara virtual, Ketua Surya Edukasi Bangsa Foundation/CEO Media Group Moh Mirdal Akib, CEO Medcom.id Kania Sutisnawinata, serta para Rektor dan Wakil Rektor Perguruan Tinggi Swasta Mitra OSC.

Biro Humas Kementerian Kominfo

al

Berdasarkan laporan dari The Future of Jobs dari World Economic Forum, pada tahun 2025 akan terdapat 43 persen pelaku industri yang melakukan reduksi atau pengurangan jumlah tenaga kerja sebagai konsekuensi dari penerapan integrasi teknologi.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mendorong setiap orang untuk terus meningkatkan kualitas diri seiring proyeksi jumlah dan jenis pekerjaan baru akibat adopsi teknologi.

“Diproyeksikan akan terdapat 85 juta pekerjaan lama yang mungkin hilang dan 97 juta pekerjaan baru yang mungkin muncul, ini akibat pembagian kerja antara manusia, mesin, dan algoritma. Hal tersebut menuntut peningkatan keterampilan bidang digital dan soft skill,” ujarnya saat mewakili Presiden Joko Widodo dalam Online Scholarship Competition (OSC) di Studio Grand Metro TV, Jakarta Barat, Sabtu (22/01/2022).

Menurut Menteri Johnny, peningkatan keterampilan digital dan soft skills selaras dengan perkembangan teknologi untuk tenaga kerja khususnya generasi muda Indonesia dapat dilakukan melalui upskilling dan reskilling.

“Adapun jenis pekerjaan baru yang muncul dan semakin meningkat permintaannya adalah diantaranya data analysts dan scientists, big data specialists, artificial intelligence and machine learning specialists, digital marketing and strategy specialists,” jelasnya.

Menurut Menkominfo ada pula beberapa jenis pekerjaan lain yang akan berkembang seperti renewable energy engineers, process automation specialists, internet of things specialists, digital transformation specialists, business services and administration managers; dan business development professionals.

Apresiasi Inisiatif

Menteri Johnny menegaskan Pemerintah akan terus mendorong sektor privat atau perusahaan swasta di Indonesia dari berbagai bidang untuk pemenuhan kebutuhan SDM yang sesuai dengan kebutuhan di masa depan.

“Oleh karena itu, kami tentunya sangat menyambut baik inisiatif sektor privat dalam melakukan pengembangan sumber daya manusia, seperti apa yang dilakukan oleh Media Group melalui Online Scholarship Competition (OSC),” ujarnya.

Menurut Menkominfo, Pemerintahan dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo periode 2019-2024 memiliki lima poin penting, salaj satunya pembangunan sumberdaya manusia.

“Disamping pembangunan sumberdaya manusia, Pemerintah juga mempercepat dan melanjutkan pembangunan infrastruktur, mengundang investasi seluas-luasnya untuk membuka lapangan pekerjaan, reformasi birokrasi, dan APBN yang fokus terlepas dari Covid-19 saat ini,” jelasnya.

Menteri Johnny menyatakan di tengah tuntutan terhadap peningkatan kualitas SDM dan manajemen talenta, fokus pembangunan SDM juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing bangsa. Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki SDM yang kuat dan hebat.

“Secara spesifik, dalam meningkatkan SDM unggul, Pemerintah terus memperkuat investasi di bidang pendidikan, antara lain melalui perluasan program beasiswa, adopsi teknologi informasi dan komunikasi, pemajuan kebudayaan, penguatan perguruan tinggi setingkat kelas dunia, serta pengembangan riset dan inovasi,” paparnya.

Selain itu, Pemerintah juga telah melaksanakan pembangunan infrastruktur secara masif, terutama pada periode pertama kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Menurut Menkominfo, memasuki era transformasi digital saat ini, pembangunan infrastruktur digital telah dan sedang dikebut penyelesaiannya oleh Pemerintah dan mitra kerja diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM.

“Pembangunan infrastruktur termasuk infrastruktur digital hanya akan optimal jika didukung dengan kapasitas sumberdaya manusia Indonesia yang juga unggul dan berdaya saing. Karena kemajuan dan disrupsi digital yang terjadi secara pesat menuntut kita sekalian untuk terus adaptif dan kemampuan agility, merubah arah dengan cepat,” tandasnya.

Menteri Johnny berharap skema seperti OSC dapat direplikasi oleh sektor privat lainnya, agar Indonesia dapat memenuhi kebutuhan SDM unggul berbasis pengetahuan, kecakapan dan keahlian.

“Sehingga penting untuk melakukan link and match antara dunia akademik dan industri, termasuk dalam hal ini industri broadcasting, jurnalistik, dan media digital,” tandasnya.

OSC 2021 merupakan tahun ke tujuh dengan menyiapkan 590 beasiswa S1 dan S2 bagi siswa/siswi SMA/SMK/MA sederajat dan mahasiswa atau fresh graduate di Indonesia.

Dalam acara tersebut, hadir Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat secara virtual, Ketua Surya Edukasi Bangsa Foundation/CEO Media Group Moh Mirdal Akib, CEO Medcom.id Kania Sutisnawinata, serta para Rektor dan Wakil Rektor Perguruan Tinggi Swasta Mitra OSC.

Biro Humas Kementerian Kominfo

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Ingin Memulai Usaha? Inidia Ide Usaha Rumahan yang Patut Dicoba

18 Mei 2022 - 06:19 WIB

ide usaha rumahan

Imbas Konflik, Neraca Perdagangan RI dengan Rusia dan Ukraina Defisit

17 Mei 2022 - 21:37 WIB

rusia dan ukraina

Impor April 2022 Lesu, Kepala BPS Ungkap Ada Pola Penurunan

17 Mei 2022 - 21:31 WIB

Dear Emak-Emak, Ini Cara Membeli Minyak Goreng Rakyat Rp14.000 per Liter  

17 Mei 2022 - 16:46 WIB

Menteri Teten Ajak Aktivis & Penggiat NGO Dialog Mendorong Sejuta Wirausaha Baru

17 Mei 2022 - 08:05 WIB

Tak Ada Lagi BI Checking, Ini Dia Penggantinya

16 Mei 2022 - 23:01 WIB

Trending di Ekonomi