Intervensi Kawasan Hunian Baru Korban Erupsi Semeru jadi Desa Modern

Menu

Mode Gelap
Tok! Lin Che Wei Resmi Jadi Tersangka Kasus Mafia Minyak Goreng Jangan Telat, Yuk Daftar Gelombang 3 TA 2022/2023 Sekolah Bosowa Bina Insani Bogor! Presiden Jokowi Beri Bantuan untuk Warga dan PKL di Pasar Cibinong Asyik! Mulai Hari Ini, Jokowi Izinkan Buka Masker di Ruang Terbuka Diduga Nikah Sirih, Viral Tersebar Buku Nikah Al Ghazali dan Pacar

Ekonomi · 22 Jan 2022 17:43 WIB

KemenKopUKM Akan Intervensi Kawasan Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Menjadi Desa Modern


 Lokasi Pembangunan Hunian Baru Korban Erupsi Gunung Semeru. (istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Lokasi Pembangunan Hunian Baru Korban Erupsi Gunung Semeru. (istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, mengunjungi lokasi pembangunan hunian baru korban erupsi Gunung Semeru di Desa Sumber Mujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Menteri Teten mengatakan akan mendukung pembangunan usaha warga terdampak bencana dengan model bisnis baru berbasis koperasi.

“Saya sudah melihat rencana besar pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak bencana Semeru, ada pusat usaha UMKM, pasar, kandang ternak terpadu, ini konsep yang sangat baik. Kami akan koordinasi dengan Bupati tentang model bisnisnya. Bagaimana model bisnisnya, sehingga menjadi kawasan terintegrasi dan bahkan menjadi desa digital untuk bisa mengakses pasar digital dari produk-produk yang dikembangkan penduduk di sini,” kata Menteri Teten, Sabtu, 22 Januari 2022.

Dalam kunjungan ini, Menteri Teten  didampingi Deputi Bidang Perkoperasian Ahmad Zabadi dan Dirut LPDB-KUMKM Supomo, mendapat penjelasan dari Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengenai rencana pembangunan hunian baru warga terdampak bencana Semeru.

Di atas lahan seluas 79,6 hektare itu akan dibangun perumahan warga dan lokasi produktif yang akan digunakan sebagai tempat berusaha bagi UMKM.

Menteri Teten mengatakan pembangunan model bisnis di kawasan relokasi warga terdampak bencana erupsi Semeru lebih mudah karena dapat dikembangkan secara by design. Serat warga pelaku UMKM akan bergabung dalam koperasi sehingga pengembangan usahanya akan lebih mudah.

“Saya akan kolaborasi dengan Bupati, ini bisa dilakukan by design, karena dari awal membangun.  Konsep bisnisnya bukan hanya di kawasan ini tapi juga bisa dikoneksikan dengan produk hortikultura dan agrikultur serta pasar yang lebih besar,” kata Menteri Teten

Dirinya juga mengatakan banyak potensi yang bisa dikembangkan, tidak hanya produk yang dihasilkan oleh warga terdampak bencana tetapi produk dari seluruh Lumajang.

Ditempat yang sama, Bupati Thoriqul Haq juga mengatakan akan dibangun sebanyak 2000 rumah di Kawasan hunian baru di Desa Sumber Mujur dan di Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo seluas 8 hektar.

Warga yang direlokasi, akan mendapatkan rumah baru dengan luas tanah dan bangunan sebeesar 150 m2.

Ia juga menambahkan, koperasi akan menghimpun serta mengkolaborasikan potensi yang ada dalam satu sitem bagi seluruh UMKM di kawasan hunian. mengkolaborasikan semua potensi yang ada dalam satu sistem.

.Pada kesempatan yang sama, Menteri Teten juga menyerahkan bantuan dari seluruh unit KemenKopUKM yang dihimpun melalui LPDB-KUMKM bersama dengan Unit Kegiatan Pegawai (UKP), Unit Pengumpul Zakat (UPZ) LPDB-KUMKM, Bank Syariah Indonesia (BSI), KSPPS BMT Bina Umat Sejahtera, PPK BLU, KORPRI, dan Dharma Wanita Persatuan Kementerian Koperasi dan UKM kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang sebesar Rp443.798.500.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Ingin Memulai Usaha? Inidia Ide Usaha Rumahan yang Patut Dicoba

18 Mei 2022 - 06:19 WIB

ide usaha rumahan

Imbas Konflik, Neraca Perdagangan RI dengan Rusia dan Ukraina Defisit

17 Mei 2022 - 21:37 WIB

rusia dan ukraina

Impor April 2022 Lesu, Kepala BPS Ungkap Ada Pola Penurunan

17 Mei 2022 - 21:31 WIB

Dear Emak-Emak, Ini Cara Membeli Minyak Goreng Rakyat Rp14.000 per Liter  

17 Mei 2022 - 16:46 WIB

Menteri Teten Ajak Aktivis & Penggiat NGO Dialog Mendorong Sejuta Wirausaha Baru

17 Mei 2022 - 08:05 WIB

Tak Ada Lagi BI Checking, Ini Dia Penggantinya

16 Mei 2022 - 23:01 WIB

Trending di Ekonomi