KemenKopUKM Perkuat Kerjasama Pengembangan KUKM Bersama Korea Melalui Green Business Center

Menu

Mode Gelap
DLH Kabupaten Bogor Kantongi Nama Perusahaan yang Cemari Situ Citongtut Lakukan Penataan Kemacetan, Ade Yasin Perintahkan Jajarannya Terjun Langsung Kembalikan Jenazah Pahlawan Kemerdekaan Korea, Moon Jae-in Apresiasi Kazakhstan Satu Siswa Positif Covid-19, SMPN 1 Cibinong Hentikan PTM Imbas Ricuh Mapolda, Ketum LSM GMBI Dibekuk Polda!

Ekonomi · 14 Jan 2022 10:44 WIB

KemenKopUKM Perkuat Kerjasama Pengembangan KUKM Bersama Korea Melalui Green Business Center


 Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim di  hadapan  Direktur GBC Lee Jong Soon berharap ke depan GBC dapat menjadi pusat pengembangan kewirausahaan, transfer teknologi terutama teknologi yang berwawasan lingkungan. Juga, dapat semakin mendorong kemitraan usaha antara UKM Indonesia dengan UKM Korea. (Humas MenkopUKM/Bogordaily.net) Perbesar

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim di hadapan Direktur GBC Lee Jong Soon berharap ke depan GBC dapat menjadi pusat pengembangan kewirausahaan, transfer teknologi terutama teknologi yang berwawasan lingkungan. Juga, dapat semakin mendorong kemitraan usaha antara UKM Indonesia dengan UKM Korea. (Humas MenkopUKM/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Pada 2011, Pemerintah Indonesia (Kementerian Koperasi dan UKM) dan Korea Selatan (Ministry of SME’s and Startups) sepakat mendirikan Green Business Center (GBC) sebagai bentuk pelaksanaan kerjasama pengembangan koperasi dan UKM berbasis eco-green yang ramah lingkungan.

Dalam perjalanannya, GBC menyediakan kesempatan bagi UKM di Indonesia dan Korea untuk membangun kerjasama melalui pertukaran teknologi dan business matching antara UKM di Indonesia dan Korea.

Lebih dari itu, GBC didedikasikan untuk inkubasi, konsultasi, dan membangun UKM dalam mengembangkan bisnis dan industrinya agar dapat mengadopsi atau mempercepat potensi bisnisnya dengan inovasi hijau.

Di depan Senior Advisor GBC Meliadi Sembiring dan Direktur GBC Lee Jong Soon, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim berharap ke depan GBC dapat menjadi pusat pengembangan kewirausahaan, transfer teknologi terutama teknologi yang berwawasan lingkungan. Juga, dapat semakin mendorong kemitraan usaha antara UKM Indonesia dengan UKM Korea.

“Kita akan terus perkuat kerjasama ini dan saling mendukung dalam pengembangan koperasi dan UKM di Indonesia,” kata Arif, usai mengikuti rapat Steering Commitee Green Business Business Center (GBC), di Jakarta, Kamis (13/1).

Komitmen tersebut akan dilakukan melalui peningkatan iklim kewirausahaan, pengembangan inkubator wirausaha, dan peningkatan akses pembiayaan bagi wirausaha.

Dari segi reformasi aturan dan regulasi, penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang KUMKM juga akan memfasilitasi berbagai kemudahan.

Salah satu kemudahan yang diberikan untuk UMKM maupun startup adalah dalam hal mendapatkan inkubasi dari lembaga inkubator, baik inkubator pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, maupun dunia usaha.

Menurut Arif, lembaga inkubasi memiliki peran strategis dalam penciptaan dan pengembangan usaha. Khususnya, bagi usaha-usaha yang berbasis teknologi, berwawasan lingkungan, berorientasi ekspor, maupun berbasis industri kreatif.

Terlebih lagi, lanjut SesKemenkopUKM, pihaknya memiliki beberapa program strategis lain yang salah satunya adalah menciptakan sebanyak mungkin produk dari usaha mikro dan kecil setelah dikurasi masuk rantai pasok.

“Intinya, kita akan mendorong usaha mikro dan kecil terhubung pada usaha yang lebih maju. Apalagi, Korea banyak membuka industri di Indonesia. Bagi saya, mereka bisa masuk rantai pasok industri perusahaan Korea yang ada di Indonesia, itu sudah cukup bagus,” jelas Arif.

Di samping itu, KemenkopUKM juga memiliki target menumbuhkan banyak wirausaha muda berbasis teknologi. “Kita akan mendesain terciptanya wirausaha-wirausaha muda di Indonesia. Bukan lagi menjadi wirausaha karena susah mencari lapangan kerja. Termasuk melahirkan startup-startup baru, yang unggul, inovatif, dan berdaya saing,” ungkap Arif.

Menurut SesKemenkopUKM, kedua program tersebut bisa disejajarkan dan disinergikan dengan GBC. “Saya menilai, GBC banyak memiliki kegiatan bagus. Artinya, kita bisa berjalan bersama, dan yang sudah ada akan lebih dioptimalkan lagi,” tandas Arif.

Sementara Direktur Green Business Center (GBC) Lee Jong Soon mengatakan bahwa GBC memiliki misi mempercepat Green Business untuk potensi bisnis dengan cara meningkatkan perusahaan digital, yang berdampak baik terhadap lingkungan sebagai upaya untuk masa depan.

“GBC juga menjadi pusat dan penghubung untuk Green Business,” imbuh Lee.

Tak hanya itu, GBC juga memiliki banyak kegiatan pendukung, yaitu  untuk meminimalisir risiko investasi asing dan membantu meningkatkan daya saing melalui inkubasi.

“Kita juga akan memberikan dukungan pendidikan berskala internasional dan membantu memperluas jaringan, baik di dalam maupun luar negeri. Termasuk memberikan fasilitas bagi tenant seperti konsultasi, pemasaran, dan memberikan update pasar terkini,” pungkas Lee.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Kemendag Tak Main-main, Tertibkan Robot Trading PT DNA Pro Akademi yang Tak Berizin

29 Januari 2022 - 00:03 WIB

Robot Trading

Keren! Kopi Sarongge Terjual ke Jerman

28 Januari 2022 - 21:14 WIB

Dunia Melihat UMKM Indonesia Untuk Perkuat Ekonomi Hijau

28 Januari 2022 - 15:54 WIB

UMKM Indonesia

OJK Perkuat Sektor Jasa Keuangan Demi Pulihkan Pertumbuhan Ekonomi

28 Januari 2022 - 14:49 WIB

sektor

Presiden Jokowi Dorong Investasi pada Ekonomi Digital Indonesia

28 Januari 2022 - 11:25 WIB

ekonomi digital

Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi, Menko Airlangga Sinkronisasi Kepentingan Regional dan Global

28 Januari 2022 - 11:04 WIB

Regional dan Global
Trending di Ekonomi