Merasa Laporan Diabaikan, Disdik Tak Becus Tangani Koflik At Taufik

Menu

Mode Gelap
DLH Kabupaten Bogor Kantongi Nama Perusahaan yang Cemari Situ Citongtut Lakukan Penataan Kemacetan, Ade Yasin Perintahkan Jajarannya Terjun Langsung Kembalikan Jenazah Pahlawan Kemerdekaan Korea, Moon Jae-in Apresiasi Kazakhstan Satu Siswa Positif Covid-19, SMPN 1 Cibinong Hentikan PTM Imbas Ricuh Mapolda, Ketum LSM GMBI Dibekuk Polda!

Kota Bogor · 14 Jan 2022 22:06 WIB

Merasa Laporan Diabaikan, Disdik Tak Becus Tangani Konflik Sekolah At Taufik


 Unjuk Rasa Yayasan Islamic Center At-Taufiq Kota Bogor, Tak Kantongi Izin.(Ibnu/Bogordaily.net) Perbesar

Unjuk Rasa Yayasan Islamic Center At-Taufiq Kota Bogor, Tak Kantongi Izin.(Ibnu/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor Hanafi disayangkan oleh Yayasan At-Taufiq Bogor (Yatib). Kadisdik Hanafi menyampaikan, bahwa aksi orang tua murid dan guru sekolah At-Taufiq mendatangi Kantor Disdik pada Rabu 12 Januari 2022 lalu tidak mengantongi izin.

Saat itu, Kadisdik Kota Bogor Hanafi mengatakan, dirinya tidak mengundang orang tua murid untuk datang dalam mediasi antara manajemen kedua belah pihak yang berkonflik.

Selain itu, Hanafi juga mempertanyakan surat izin aksi yang dilakukan orang tua murid, dimana aksi tersebut seperti demontrasi lantaran banyak orang tua dan guru berbondong-bondong sambil membawa poster bertuliskan ‘Mosi Tidak Percaya’ dan lain sebagainya.

“Saya tidak mengundang mereka kesini. Kita undang ini kedua belah pihak, tidak mengundang orang tua murid. Tapi kok kenapa datang, bawa poster, demo? Ada izinnya ? Saya tanya ada izinnya atau tidak? Tidak ada,” ucap Hanafi.

Adanya pernyataan seperti itu, Yayasan At-Taufiq Bogor melalui orang tua murid dan guru angkat bicara.

Menurutnya, mendatangi kantor Disdik itu lantaran surat yang dilayangkan oleh mereka tidak ditanggapi oleh Kepala Dinas dan juga Plt Kepala SMPIT At-Taufiq yakni Ahmad Furqon.

“Akhirnya kami melakukan aksi di kantor disdik untuk menyampaikan kekesalan kami terhadap Plt kepala SMP yang dianggap tidak netral. Kemudian kami juga menyatakan Mosi Tidak Percaya kepada Plt tersebut, hingga meminta kepada Kadisdik untuk diganti,” kata Perwakilan Orang Tua Murid Bersatu Edwin, Jumat 14 Januari 2022.

Selain itu, mewakili Guru At-Taufiq, Irma juga menanggapi perihal pernyataan kadisdik soal dapodik.

Menurutnya, terkait data dapodik siswa, pihaknya selaku pengelola memiliki data yang diperlukan untuk update di dapodik, namun Plt Kepala SMP tidak pernah berkoordinasi untuk hal tersebut. Apalagi, Ia menyayangkan ketidakhadiran Kadisdik yang mengundang untuk rapat.

“Waktu itu pak kadis mengundang kami untuk rapat, tapi beliau tidak hadir dan kemudian rapat dipimpin Plt Kepala SMP At-Taufiq Ahmad Furqon,” kata Irma.

Dia juga membeberkan perihal walk out yang dilakukan oleh guru-guru At-Taufiq. Menurutnya, walk out itu dilakukan karena Plt seolah mengarahkan untuk menerima SK YAAB (Yayasan Al-Irsyad Al-Islamiyyah Bogor).

“Perihal walk out yang dilakukan guru itu karena dalam forum tersebut guru dihadapkan pada surat pernyataan yang diminta untuk memilih menerima SK YAAB atau tidak, sementara dalam undangan tertulis agenda rapat Evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar,” bebernya.

Sementara itu, Perwakilan Yatib Ustadz Syarif Ahmad mengungkapkan, dari awal baik Yayasan maupun orang tua siswa meminta untuk tidak ada perubahan guru, tetap guru lama baik dari pihak At Taufiq maupun Al Irsyad.

“Artinya tidak ada penambahan guru baru. Guru-guru yang mengajar tetap yang ada sebelum terjadi konflik,” ujarnya.

Mengenai rekening penampung SPP, kata Syarif, selama ini orang tua mempercayakan pengelolaan kepada At Taufiq.

“Jika akan dibuka rekening penampung dari BSI, kami bersedia dengan spesimen bersama termasuk dari pihak disdik sebagai pengawas,” katanya.

Bahkan, jika akan dibuka rekening baru sekalipun, pihaknya siap dengan dasar kesepakatan kedua belah pihak yayasan, Kepada Plt SMP.

“Kami sudah mengirimkan mosi tidak percaya, di mana suratnya kami tujukan kepada walikota. Sampai saat ini kami masih menunggu respon beliau,” ucapnya.

Adanya ketidak netralan yang dilakukan Plt kepala SMP itu pun dikeluhkan dewan guru karena tidak bisa berkomunikasi dengan baik dan tidak merespon saran dan pendapat guru.

“Untuk itulah, kami tidak berkenan yang bersangkutan memasuki area sekolah,” ungkapnya.

 

(Ibnu Galanska Monztazery)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Akhir Pekan, Kota Bogor Kembali Terapkan Ganjil Genap

28 Januari 2022 - 23:41 WIB

Sekolah Saudagar SI Kota Bogor, Bangun Kerjasama dengan UPTD BLK Kota Bogor

28 Januari 2022 - 19:16 WIB

Kerjasama

Bersama Polresta Kota Bogor, Pemkot Harap Marbot Mart Jadi Lahan Penghasilan Tambahan

28 Januari 2022 - 14:20 WIB

Marbot Mart

Pemkot Bogor Siapkan 15 Hektar Lahan Pemakaman untuk 20 Tahun ke Depan

28 Januari 2022 - 13:11 WIB

lahan pemakaman

430 Peserta Dari Tiga Provinsi Ikuti Festival Pencak Silat di Blok F

28 Januari 2022 - 12:51 WIB

Festival Pencak Silat

Cuaca Kota Bogor Hari Ini, Cek di Sini

28 Januari 2022 - 06:39 WIB

Trending di Kota Bogor