Wednesday, 8 February 2023
HomeInternasionalLantaran Beragama Islam, Menteri Muslimah Pertama di Inggris Dipecat

Lantaran Beragama Islam, Menteri Muslimah Pertama di Inggris Dipecat

IIMS

Bogordaily.net – Beberapa waktu lalu, seorang Menteri muslimah pertama di Inggris yaitu Ghani telah dikabarkan dipecat karena agama yang dianutnya yaitu Islam.

Dirinya merupakan salah satu anggota parlemen dari pemerintahan Konservatif yang dipimpin PM Boris Johnson tersebut menyebutkan perlakuan yang dialaminya dalam wawancara di media setempat.

Menurut Ghani, dia diberhentikan dari posisi wakil menteri perhubungan pada Februari 2020 lalu. Dalam wawancara tersebut, dia mengeatakan telah diberi tahu oleh otoritas penegak disiplin di parlemen bahwa agama yang dianut yaitu agama islam dianggap menjadi masalah.

“Saya diberitahu pada saat pertemuan reshuffle di Downing Street bahwa status ‘Muslim’ diangkat sebagai ‘isu’. Dan status ‘Menteri Wanita Muslim’ saya membuat rekan-rekan tidak nyaman,” kata Ghani, yang dikenal sebagai Menteri Muslimah pertama Inggris.

Hal tersebut membuat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah memerintahkan untuk melakukan penyelidikan atas tuduhan mantan wakil menteri Muslim yang mengaku dia dipecat dari pemerintahan Johnson karena keyakinan agamanya. Pernyataan ini disampaikan juru bicara kantor PM Boris Johnson pada beberapa waktu lalu.

Hal ini juga membuat kontroversi lain di Downing Street, ketika Johnson menunggu hasil penyelidikan yang berbeda terhadap “partai” yang diselenggarakan oleh karyawannya pada tahun 2020 dan 2021.

“Perdana Menteri telah menginstruksikan Kantor Kabinet untuk meluncurkan penyelidikan atas tuduhan yang dibuat oleh Nona Nusrat,” kata juru bicara Boris Johnson.

Pada awalnya, Johnson mendesak Nusrat untuk mengajukan pengaduan resmi ke Partai Konservatif. Namun, usulan tersebut ternyata ditolah oleh Ibu Nusrat yang menyebutkan bahwa tudingan tersebut bertentangan dengan pemerintah dan bukan partai.

“Tuan Johnson telah menginstruksikan petugas untuk mengkonfirmasi fakta yang disajikan,” kata juru bicara itu, menambahkan bahwa Tuan Johnson “menganggap tuduhan itu serius”.

Namun di sisi lain pemimpin Partai Buruh Keir Starmer mengaku terkejut dengan pecatnya Ghani sebagai seorang muslim. Di tengah isu pemecatan Ghani, muncul permasalahan komite disiplin pemerintah yang berusaha mengintimidasi dan memeras parlemen.

Selain itu, tanggapan lain dari  anggota parlemen disebut-sebut sedang mengupayakan untuk menggulingkan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, karena marah atas pesta-pesta yang digelar di Downing Street saat lockdown sedang diterapkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

E-paper

Hari Pers Nasional

Selamat Tahun Baru 2023

Bank Kota Bogor