Muhammad Mohiuddin, Dokter di Balik Suksesnya Cangkok Jantung Babi

Menu

Mode Gelap
DLH Kabupaten Bogor Kantongi Nama Perusahaan yang Cemari Situ Citongtut Lakukan Penataan Kemacetan, Ade Yasin Perintahkan Jajarannya Terjun Langsung Kembalikan Jenazah Pahlawan Kemerdekaan Korea, Moon Jae-in Apresiasi Kazakhstan Satu Siswa Positif Covid-19, SMPN 1 Cibinong Hentikan PTM Imbas Ricuh Mapolda, Ketum LSM GMBI Dibekuk Polda!

Tokoh · 13 Jan 2022 19:00 WIB

Mengenal Sosok Muhammad Mohiuddin, Dokter di Balik Suksesnya Cangkok Jantung Babi


 Dr. Muhammad Moihuddin, Profesor Bedah di Fakultas Kedokteran University of Maryland School of Medicine. (istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Dr. Muhammad Moihuddin, Profesor Bedah di Fakultas Kedokteran University of Maryland School of Medicine. (istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– Transplantasi atau cangkok jantung babi berhasil dilakukan pada 7 Januari 2022, di University of Maryland Medical Center (UMMC). Transplantasi tersebut merupakan yang pertama di dunia untuk jenisnya dan dokter di balik suksesnya operasi tersebut yaitu Muhammad  Mohiuddin.

Mohiuddin adalah Profesor Bedah di Fakultas Kedokteran University of Maryland School of Medicine (UMSOM). Bersama Dr. Bartley P. Griffith, Mohiuddin memimpin operasi yang pertama kali di dunia di jenisnya tersebut dan sukses.

Hingga 3 hari setelah operasi, pasien yang menerima cangkok jantung babi tersebut dalam keadaan baik.

Di laman University of Maryland, dijelaskan, Dr. Mohiuddin menerima gelar MBBS (MD) dari Dow Medical College di Karachi, Pakistan.

Setelah menyelesaikan pendidikan bedahnya di Civil Hospital Karachi, ia pindah ke Amerika Serikat di mana ia menyelesaikan fellowship pertamanya dalam Biologi Transplantasi di University of Pennsylvania (Verdi DiSesa) dan fellowship selanjutnya dalam transplantasi sumsum tulang di Institute of Cellular Therapeutics (Suzanne Ildstad), MCP Hahnemann University (sekarang Drexel University).

Minat utama Dr. Mohiuddin adalah untuk memahami peran limfosit B dalam Transplantasi, khususnya penolakan xenograft.

Dia telah memberikan beberapa kontribusi di bidang transplantasi dan xenotransplantasi (transplantasi organ hewan) dengan lebih dari 120 publikasi dan lebih dari 100 abstrak serta berbagai presentasi.

Kelompoknya memegang rekor kelangsungan hidup xenograft terpanjang dalam model hewan besar. Rejimen imunosupresif yang dikembangkan di bawah kepemimpinannya sekarang digunakan secara luas di seluruh bidang xenotransplantasi.

Dr. Mohiuddin adalah anggota dewan terpilih dari Asosiasi Transplantasi Xeno Internasional / TTS. Dia adalah anggota masyarakat bergengsi Transplantation Society dan American Society of Transplant Physicians.

Publikasi ilmiah terbarunya di bidang xenotransplantasi jantung disorot secara luas di media massa di seluruh dunia.

Dianggap sebagai salah satu ahli transplantasi organ hewan terkemuka di dunia, yang dikenal sebagai xenotransplantasi, Mohiuddin bergabung dengan fakultas UMSOM lima tahun lalu dan mendirikan Program Xenotransplantasi Jantung bersama Dr. Griffith. Dr. Mohiuddin menjabat sebagai Direktur Ilmiah/Program dan Dr. Griffith sebagai Direktur Klinisnya.

Usai suksesnya transplantasi bersejarah kali ini, Mohiuddin mengatakan, bahwa ini puncak dari penelitian yang sangat rumit selama bertahun-tahun untuk mengasah teknik ini pada hewan dengan waktu bertahan hidup yang telah mencapai lebih dari sembilan bulan.

“FDA menggunakan data dan data kami pada babi percobaan untuk mengizinkan transplantasi pada pasien penyakit jantung stadium akhir. yang tidak memiliki pilihan pengobatan lain,” kata dr Mohiuddin dalam rilis University of Maryland.

Dr. Mohiuddin, Dr. Griffith, dan tim peneliti mereka menghabiskan waktu lima tahun terakhir untuk menyempurnakan teknik bedah transplantasi hati babi ke primata non-manusia.

Pengalaman penelitian xenotransplantasi Dr. Mohiuddin berlangsung selama lebih dari 30 tahun di mana ia menunjukkan dalam penelitian peer-review bahwa hati babi yang dimodifikasi secara genetik dapat berfungsi ketika ditempatkan di perut selama tiga tahun.

Keberhasilan bergantung pada kombinasi yang tepat dari modifikasi genetik pada babi donor eksperimental dan obat anti-penolakan, termasuk beberapa senyawa eksperimental.

David Ayares, PhD, Chief Scientific Officer dari Revivicor, Inc mengaku sangat senang dapat mendukung tim ahli bedah transplantasi kelas dunia yang dipimpin oleh Dr. Griffith dan Dr. Mohiuddin di Fakultas Kedokteran University of Maryland.

Revivicor sebuah perusahaan obat regeneratif yang berbasis di Blacksburg, VA. Perusahaan inilah yang menyediakan babi yang dimodifikasi secara genetik ke laboratorium xenotransplantasi di UMSOM.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

2 Sosok Jendral TNI ini Siap Dampingi Maruli Simanjuntak

28 Januari 2022 - 15:38 WIB

maruli

Ridwan Kamil Didukung Jadi Kepala IKN, Paguyuban Pasundan: Sing Nanjung Sing Terus

28 Januari 2022 - 12:09 WIB

Paguyuban Pasundan

Puan Maharani Harap Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura Kuatkan Komitmen Penegakan Hukum

27 Januari 2022 - 09:50 WIB

penegakan hukum

Kasus Omicron Naik, Fadli Zon Minta Sekolah Kembali Online

26 Januari 2022 - 11:12 WIB

Sekolah Kembali Online

Para Tokoh Sepakat Ridwan Kamil Pemimpin Nasional Representasi Orang Sunda

25 Januari 2022 - 23:49 WIB

Representasi Orang Sunda

Dukung Presiden Jokowi Tiga Periode, Mardigu Bossman Dikecam Netizen

25 Januari 2022 - 10:10 WIB

Mardigu Bossman
Trending di Tokoh