Minyak 14 Ribu: Pembeli Bahagia, Pedagang di Pasar Tradisional Menjerit

Menu

Mode Gelap
Info Lalu Lintas Puncak Hari Ini, Sabtu 10 Desember 2022 Prediksi Inggris vs Prancis Piala Dunia 2022, Minggu 11 Desember 2022 Piala Dunia 2022 : Jadwal Maroko vs Portugal, Sabtu 10 Desember Harga dan Lokasi Perpanjang SIM di Simling Kabupaten Bogor Jadwal SIM Keliling Kota Bogor, Sabtu 10 Desember 2022

Ekonomi · 22 Jan 2022 16:48 WIB

Minyak 14 Ribu: Pembeli Bahagia, Pedagang di Pasar Tradisional Menjerit


 Mahalnya Minyak Goreng, Video kampanye Jokowi Sembako Murah, Kembali Diputar. (Irfan/Bogordaily.net) Perbesar

Mahalnya Minyak Goreng, Video kampanye Jokowi Sembako Murah, Kembali Diputar. (Irfan/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Kebijakan Pemerintah yang mengintrusikan harga minyak goreng serentak 14 ribu rupiah saat kondisi mengalami kenaikan harga, nampaknya membuat sebagian pedagang mengalami kerugian.

Namun disisi lain para pembeli merasa keputusan tersebut tepat.

Seperti halnya F (41) salah seorang pedagang di pasar Ciampea Baru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor yang biasa menjual sembako termasuk minyak goreng mengalami sedikit kerugian saat harganya naik dan serentak menjadi 14 ribu rupiah.

“Ya beginilah mas namanya dagang, mau gimana tetep harus kita jual dagangan kita daripada gak laku. Walaupun harga minyak goreng naik, tapi sekarang jadi 14 ribu, sedikit rugi sih mas kita sebagai penjual soalnya kan kita jual stok yang sebelumnya, sedangkan stok yang baru untuk harga 14 ribu belum ada jadi stok lama yang kita beli dengan harga yang tinggi sekarang kita jual harganya 14 ribu,” ungkapnya kepada Bogordaily.net Sabtu 22 Januari 2022.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa, ia sempat kesulitan mendapat pasokan minyak goreng beberapa hari lalu. Dampaknya sekali pasokan ada harganya lumayan tinggi dan mau tidak mau ia tetap membelinya untuk dijual kembali.

“Sempet kemaren susah juga mas pasokannya, sekalinya ada lumayan lah harganya. Kita sebagai pedagang kecil mau gak mau ya tetep beli untuk dijual kembali,” tambahnya.

Selain itu ia juga berharap kepada Pemerintah agar membuat kebijakan yang saling menguntungkan. Bukan hanya untuk pembeli namun juga untuk penjualnya.

“Kan harganya serentak mas 14 ribu, saya sedikit mengalami kerugian si, ya harapan saya maunya sama-sama untung aja mas kita juga kan perlu makan,” pungkasnya.

Berbeda dengan kondisi di sejumlah minimarket, minyak goreng sulit ditemukan disana. Bahkan, dalam rak sudah tertulis minyak habis.

Lain hal nya dengan salah satu pembeli minyak goreng, ia merasa senang karena harga minyak sudah kembali turun. Terlebih, dirinya dan bebarapa ibu-ibu lainnya, tak segan untuk memborong minyak di minimarket.

“seneng lah, kita gak perlu keluarin uang banyak lagi karena minyak murah. Dan bisa goreng kerupuk lagi. Ini aja kita beli banyak minyak nya.” Ujar RS salah satu pembeli.

 

Irfan Ramadan

 
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

KemenKopUKM Evaluasi Kebijakan Penyediaan Tempat Promosi dan Infrastruktur Publik bagi UMKM

10 Desember 2022 - 09:43 WIB

promosi usaha

Harga BBM Non Subsidi Naik, Cek di SPBU Kabupaten Bogor

9 Desember 2022 - 18:52 WIB

25 Pelaku Usaha IKM Terima Sertifikasi Halal

9 Desember 2022 - 18:50 WIB

Redbox Durian Frozen Food Tawarkan Big Promo Sosis Bakar, Cekidot!

9 Desember 2022 - 16:17 WIB

Redbox Durian Frozen Food, Tawarkan Big Promo Sosis Bakar. Cekidot!

SesKemenKopUKM: Wirausaha Produktif Harus Dicetak Sejak Dini

9 Desember 2022 - 14:26 WIB

Wirausaha Produktif

Erick Thohir Dorong Digitalisasi, Transaksi Super Apps BRImo Tembus Rp2.000 T

9 Desember 2022 - 14:17 WIB

Trending di Ekonomi