Minyak 14 Ribu: Pembeli Bahagia, Pedagang di Pasar Tradisional Menjerit

Menu

Mode Gelap
Tok! Lin Che Wei Resmi Jadi Tersangka Kasus Mafia Minyak Goreng Jangan Telat, Yuk Daftar Gelombang 3 TA 2022/2023 Sekolah Bosowa Bina Insani Bogor! Presiden Jokowi Beri Bantuan untuk Warga dan PKL di Pasar Cibinong Asyik! Mulai Hari Ini, Jokowi Izinkan Buka Masker di Ruang Terbuka Diduga Nikah Sirih, Viral Tersebar Buku Nikah Al Ghazali dan Pacar

Ekonomi · 22 Jan 2022 16:48 WIB

Minyak 14 Ribu: Pembeli Bahagia, Pedagang di Pasar Tradisional Menjerit


 Mahalnya Minyak Goreng, Video kampanye Jokowi Sembako Murah, Kembali Diputar. (Irfan/Bogordaily.net) Perbesar

Mahalnya Minyak Goreng, Video kampanye Jokowi Sembako Murah, Kembali Diputar. (Irfan/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Kebijakan Pemerintah yang mengintrusikan harga minyak goreng serentak 14 ribu rupiah saat kondisi mengalami kenaikan harga, nampaknya membuat sebagian pedagang mengalami kerugian.

Namun disisi lain para pembeli merasa keputusan tersebut tepat.

Seperti halnya F (41) salah seorang pedagang di pasar Ciampea Baru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor yang biasa menjual sembako termasuk minyak goreng mengalami sedikit kerugian saat harganya naik dan serentak menjadi 14 ribu rupiah.

“Ya beginilah mas namanya dagang, mau gimana tetep harus kita jual dagangan kita daripada gak laku. Walaupun harga minyak goreng naik, tapi sekarang jadi 14 ribu, sedikit rugi sih mas kita sebagai penjual soalnya kan kita jual stok yang sebelumnya, sedangkan stok yang baru untuk harga 14 ribu belum ada jadi stok lama yang kita beli dengan harga yang tinggi sekarang kita jual harganya 14 ribu,” ungkapnya kepada Bogordaily.net Sabtu 22 Januari 2022.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa, ia sempat kesulitan mendapat pasokan minyak goreng beberapa hari lalu. Dampaknya sekali pasokan ada harganya lumayan tinggi dan mau tidak mau ia tetap membelinya untuk dijual kembali.

“Sempet kemaren susah juga mas pasokannya, sekalinya ada lumayan lah harganya. Kita sebagai pedagang kecil mau gak mau ya tetep beli untuk dijual kembali,” tambahnya.

Selain itu ia juga berharap kepada Pemerintah agar membuat kebijakan yang saling menguntungkan. Bukan hanya untuk pembeli namun juga untuk penjualnya.

“Kan harganya serentak mas 14 ribu, saya sedikit mengalami kerugian si, ya harapan saya maunya sama-sama untung aja mas kita juga kan perlu makan,” pungkasnya.

Berbeda dengan kondisi di sejumlah minimarket, minyak goreng sulit ditemukan disana. Bahkan, dalam rak sudah tertulis minyak habis.

Lain hal nya dengan salah satu pembeli minyak goreng, ia merasa senang karena harga minyak sudah kembali turun. Terlebih, dirinya dan bebarapa ibu-ibu lainnya, tak segan untuk memborong minyak di minimarket.

“seneng lah, kita gak perlu keluarin uang banyak lagi karena minyak murah. Dan bisa goreng kerupuk lagi. Ini aja kita beli banyak minyak nya.” Ujar RS salah satu pembeli.

 

Irfan Ramadan

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Ingin Memulai Usaha? Inidia Ide Usaha Rumahan yang Patut Dicoba

18 Mei 2022 - 06:19 WIB

ide usaha rumahan

Imbas Konflik, Neraca Perdagangan RI dengan Rusia dan Ukraina Defisit

17 Mei 2022 - 21:37 WIB

rusia dan ukraina

Impor April 2022 Lesu, Kepala BPS Ungkap Ada Pola Penurunan

17 Mei 2022 - 21:31 WIB

Dear Emak-Emak, Ini Cara Membeli Minyak Goreng Rakyat Rp14.000 per Liter  

17 Mei 2022 - 16:46 WIB

Menteri Teten Ajak Aktivis & Penggiat NGO Dialog Mendorong Sejuta Wirausaha Baru

17 Mei 2022 - 08:05 WIB

Tak Ada Lagi BI Checking, Ini Dia Penggantinya

16 Mei 2022 - 23:01 WIB

Trending di Ekonomi