Pangeran Andrew Terjerat Kasus Asusila, Gelar Militer Dicopot

Menu

Mode Gelap
DLH Kabupaten Bogor Kantongi Nama Perusahaan yang Cemari Situ Citongtut Lakukan Penataan Kemacetan, Ade Yasin Perintahkan Jajarannya Terjun Langsung Kembalikan Jenazah Pahlawan Kemerdekaan Korea, Moon Jae-in Apresiasi Kazakhstan Satu Siswa Positif Covid-19, SMPN 1 Cibinong Hentikan PTM Imbas Ricuh Mapolda, Ketum LSM GMBI Dibekuk Polda!

Internasional ยท 14 Jan 2022 14:32 WIB

Pangeran Andrew Terjerat Kasus Asusila, Gelar Militer dan Patronasenya Dicopot


 Pangeran Andrew Kehilangan Seluruh Jabatan dan Pangkat Militernya. (inews/Bogordaily.net) Perbesar

Pangeran Andrew Kehilangan Seluruh Jabatan dan Pangkat Militernya. (inews/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– Pangeran Andrew kehilangan seluruh jabatan dan pangkat militernya. Ia juga dibebaskan dari seluruh tugas amal. Hal itu disampaikan Istana Buckingham pada Kamis, 13 Januari 2022, sehari setelah hakim memutuskan gugatan perdata kasus asusila terhadap putra Ratu Elizabeth II itu bisa dilanjutkan.

Dilansir dari beberapa sumber, Jumat 14 Jumat 2022, Pangeran Andrew juga menanggalkan gelar Yang Mulia dalam seluruh kegiatan resmi, kata seorang sumber. Sumber itu juga menyebut keputusan itu telah didiskusikan secara luas di antara anggota kerajaan.

Kontroversi seputar skandal kekerasan seksual, tuduhan bahwa Pangeran Andrew berhubungan seks dengan seorang gadis di bawah umur terus beredar.

Belakangan hal itu berimbas pada pencopotan peran pangeran kerajaan Inggris putra Ratu Elizabeth II itu dari afiliasi militer dan posisinya sebagai wakil kerajaan,

Duke of York tetap tidak akan menjalankan tugas publik dan menghadapi kasus asusila ini sebagai seorang warga negara,” kata Istana Buckingham dalam sebuah pernyataan, Kamis 13 Januari 2022.

“Dengan kesepakatan dan persetujuan Ratu, afiliasi militer Duke of York dan wakil kerajaan telah dikembalikan kepada Ratu,” menurut pernyataan itu.

Awal pekan ini, seorang hakim New York memutuskan gugatan perdata terhadap Andrew oleh pihak penggugat, Virginia Giuffre, dapat dilanjutkan.

Sejauh ini Giuffre mengatakan telah dipaksa untuk melakukan tindakan asusila dengan Pangeran Andrew atas perintah terpidana pedagang seks Jeffrey Epstein dan rekannya, Ghislaine Maxwell.

Pangeran Andrew yang bergelar Duke of York, membantah tuduhan ia berhubungan seks dengan remaja putri usia 17 tahun yang didapat Epstein.

Pernyataannya dalam wawancara yang disiarkan di BBC pada Sabtu, 16 November 2019, menuai kecaman luas. Andrew menyatakan ia tidak berbelas kasih kepada korban perdagangan seks yang diduga dilakukan Epstein.

Epstein, yang sebelumnya dinyatakan bersalah melakukan pelecehan seksual, sedang menunggu persidangan atas tuduhan baru perdagangan seks anak ketika ia bunuh diri di selnya.

Pangeran Andrew juga menyatakan kesediaannya membantu para penegak hukum untuk menyelidiki Epstein dan kaki-tangannya.

Kematian Jeffrey Epstein, yang tampaknya bunuh diri selagi dalam tahanan federal, diselidiki FBI dan Inspektur Jenderal Departemen Kehakiman Amerika Serikat.

Epstein, yang bersahabat dengan Presiden Donald Trump, mantan Presiden Bill Clinton dan Pangeran Andrew dari Inggris, menghadapi kemungkinan hukuman 45 tahun penjara jika dinyatakan bersalah atas tuduhan mengatur jaringan perdagangan seks dan melecehkan secara seksual puluhan anak di bawah umur.

Sementara itu, dua sipir penjara di Amerika, Selasa 19 November didakwa terkait kematian Jeffrey Epstein, seorang pakar keuangan dan terpidana pelaku pelecehan seksual.

Dewan juri federal di New York menuduh kedua sipir lalai untuk memeriksa Epstein setiap setengah jam, seperti diharuskan dalam peraturan terhadap tahanan yang dianggap berisiko bunuh diri.

Toval Noel dan Michael Thomas didakwa dengan enam tuduhan pemalsuan catatan pemeriksaan untuk menutupi kelalaian mereka dalam tugas.

Dalam dakwaan disebutkan, alih-alih memeriksa Epstein, kedua sipir malah “duduk di belakang meja, melihat-lihat internet dan mondar-mandir di sekitar area umum.” Juga disebutkan dugaan Noel dan Thomas mungkin tidur.

Jutawan Epstein ditemukan tewas di selnya Agustus pada lalu ketika ia menunggu persidangan atas tuduhan pelecehan seksual terhadap gadis-gadis remaja dan perdagangan seks. Ia diancam hukuman 45 tahun penjara jika terbukti bersalah.

Epstein ditempatkan dalam unit khusus di mana penjaga harus memeriksanya setiap 30 menit setelah pada Juli lalu ia mencoba bunuh diri. Letak sel itu sangat dekat dengan meja petugas penjara, kurang dari empat meter.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Kembalikan Jenazah Pahlawan Kemerdekaan Korea, Moon Jae-in Apresiasi Kazakhstan

28 Januari 2022 - 15:18 WIB

jenazah pahlawan kemerdekaan Korea

Bangkai Pesawat Milik AS yang Jatuh di Laut China Selatan, diincar Tiongkok

28 Januari 2022 - 14:34 WIB

Laut China

Qatar Kembali Lanjutkan Evakuasi 227 Warganya dari Afghanistan

28 Januari 2022 - 13:33 WIB

Qatar

7 Tahun di Ruang Angkasa, Roket SpaceX Elon Musk Akan Tabrak Bulan

28 Januari 2022 - 09:53 WIB

Roket SpaceX

Pemerintah Thailand Dukung Warga Konsumsi Daging Buaya

28 Januari 2022 - 06:47 WIB

Gara-gara Sebut Cristiano Ronaldo Jelek, Wanita ini Dibogem Sang Kekasih

27 Januari 2022 - 23:06 WIB

Ronaldo Jelek
Trending di Internasional