Pemkab: Sengketa Lahan Sentul City Dibahas Secara Tertutup, Antisipasi

Menu

Mode Gelap
Ini Lokasi Perpanjang SIM di Kota Bogor, Kamis 11 Agustus 2022 Pekan Depan, LPSK Umumkan Hasil Asesmen Istri Ferdy Sambo Waspada, BMKG Ramalkan Kota Bogor Hujan, Kamis 11 Agustus 2022 Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian, Rabu 10 Agustus 2022 Profil Irjen Ferdy Sambo, Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J

Kabupaten Bogor · 25 Jan 2022 22:25 WIB

Pemkab: Sengketa Lahan Sentul City Dibahas Secara Tertutup, Antisipasi Picu Kericuhan Warga


 Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor Burhanuddin. (irfan/Bogordaily.net) Perbesar

Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor Burhanuddin. (irfan/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Guna menyelesaikan permasalahan sengketa lahan di kawasan Sentul, Babakan Madang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama unsur Forkopimda serta DPRD Kabupaten Bogor menggelar rapat tertutup di ruang rapat 1 gedung Sekda pada, Selasa 25 Januari 2022.

Rapat tertutup tersebut dihadiri Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Burhanuddin, perwakilan DPRD Kabupaten Bogor, Kapolres Bogor, AKBP Imanuddinman Imanuddin, Komite I DPD RI, Camat Babakan Madang, Cecep Imam Nagarasid, hingga Kepala Desa Bojong Koneng.

“Intinya, satu, agar permasalahan sengketa ini bisa dituntaskan. Jangan sampai mengganggu keamanan dan ketertiban, terutama untuk masyarakat setempat. Harus ada solusi,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Burhanuddin Selasa 25 Januari 2022.

Lanjutnya ia mengatakan, ada beberapa yang dibahas dalam agenda rapat tersebut, salah satunya meminta pihak Sentul City agar memperhatikan masyarakat sekitar.

“Terus juga Sentul (City) juga harus memperhatikan masyarakat setempat,” terangnya,” tambahnya.

Selain itu, anggota Komite I DPD RI, Eni Sumarni menambahkan, beberapa solusi terkait sengketa lahan antara Sentul City dan warga. Pertama, Sentul City harus mengutamakan warga setempat.

“Tadi ada beberapa ya, utamakan warga setempat. Kedua, mengidentifikasi mana warga pemilik lahan yang asli penduduk Sentul dan yang tidak. Khusus untuk yang dari luar Sentul yang bukan KTP Sentul, dibedakan mana yang hak milik dan mana yang tanah adat dan garapan,” ujarnya.

Eni membeberkan, salah satu penyebab sengketa lahan muncul adalah ada orang menyerobot tanah yang lama telantar tanpa akta kepemilikan.

“Iya, karena orang kan kalau lama ditelantarkan tuh kan suka diserobot orang bisa saja. Karena lamanya tidak segera di akta,” pungkasnya.

 

Irfan Ramadan

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Pemkab Bogor Gercep Tangani Kasus Gizi Buruk di Parung Panjang

11 Agustus 2022 - 14:46 WIB

Kronologi Tabrakan Maut di Tanjakan Selarong Puncak Bogor

10 Agustus 2022 - 19:03 WIB

Brak! Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor, 1 Orang Tewas

10 Agustus 2022 - 18:52 WIB

Seekor Buaya Muncul di Kali Cisadane, Remaja Hendak Diterkam

10 Agustus 2022 - 17:17 WIB

buaya kali cisadane

Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor, Sidak Proyek Peningkatan Jalan Cikeas-Bojong Nangka

10 Agustus 2022 - 15:31 WIB

Jalan Cikeas-Bojong Nangka

TP-PKK Kabupaten Bogor Kembali Turun Ke Desa Lakukan Monev Lomba

10 Agustus 2022 - 07:09 WIB

monev
Trending di Kabupaten Bogor