Bogordaily.net–Penetapan harga minyak goreng satu harga Rp14.000 per liter dikhawatirkan terjadi penyimpangan. Mulai dari penimbunan hingga harga tak wajar di atas ketentuan pemerintah. Nah, jika melihat ada yang beli berlebihan atau harga di atas yang sudah ditetapkan, masyarakat bisa melaporkannya.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyiapkan kontak pengaduan dengan membuka hotline khusus permasalahan minyak goreng. Jika ada keluhan dan harga yang tidak sesuai dengan kebijakan pemerintah, masyarakat dapat mengadukannya.
“Demi kelancaran implementasi kebijakan minyak goreng kemasan satu harga, silakan apabila mengalami kendala atau mau menyampaikan keluhan, dapat langsung menghubungi hotline yang kami sediakan,” kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam keterangan tertulis, Jumat 21 Januari 2022.
Hotline tersebut dapat diakses 24 jam setiap harinya oleh masyarakat melalui pesan instan WhatsApp di 081212359337, e-mail [email protected] atau bisa melalui konferensi video Zoom dengan ID 969 0729 1086 (password: migor).
Lutfi pun memastikan minyak goreng Rp 14.000/liter akan berlaku di pasar rakyat dan pasar-pasar tradisional. Saat ini pihaknya masih memberikan waktu sepekan sejak penetapan satu harga pada Rabu 19 Januari 2022 lalu, baik kemasan plastik maupun kemasan jerigen.
“Selanjutnya kami akan memastikan minyak goreng kemasan Rp14.000 per liter tersedia di pasar tradisional di seluruh Indonesia,” ujar Lutfi.
Sementara itu di sisi lain, stok minyak goreng Rp 14.000 per liter di beberapa ritel kosong.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan meminta masyarakat agar tak perlu memborong minyak goreng di minimarket sebab program tersebut akan berjalan sampai enam bulan.
Stok minyak goreng Rp 14.000 per liter diakui Oke juga aman. Jadi masyarakat diminta tidak perlu panic buying agar semua kebagian.***