Pria Bibacok : Keluarga Sebut Bukan Dibegal, Tetapi Dikeroyok

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Pegadaian Turun, Rabu 28 September 2022 Jangan Telat Perpanjang SIM! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 28 September 2022 Terkini! Ini Ramalan Kota Bogor Hari Ini, Rabu 28 September 2022 Masih Sama, Berikut Harga Emas Pegadaian Hari Ini Selasa, 27 September 2022 Terbaru! Ini Lokasi Perpanjang SIM di Kota Bogor, Selasa 27 September 2022

Kabupaten Bogor · 17 Jan 2022 17:10 WIB

Pria Dibacok Di Bojonggede: Keluarga Sebut Bukan Dibegal, Tetapi Dikeroyok


 Lokasi begal di Jalan Billabong, Desa Cimanggis, Bojonggede, Kabupaten Bogor pada Minggu dini hari 16 Januari 2022. (Ruslan/Bogodaily.net) Perbesar

Lokasi begal di Jalan Billabong, Desa Cimanggis, Bojonggede, Kabupaten Bogor pada Minggu dini hari 16 Januari 2022. (Ruslan/Bogodaily.net)

Bogordaily.net– Warga Desa Cimanggis dikagetkan dengan pria penuh luka bacok yang diduga menjadi korban begal saat melintas di Jalan Billabong, Desa Cimanggis, Bojonggede, Kabupaten Bogor pada Minggu dini hari 16 Januari 2022.

Aif Pirmansyah (35) tergeletak bersimbah darah, darahnya membasahi jalan coran. Melihat luka dialami, kemungkinan kuat Aif diserang seseorang dengan sajam.

Pelaku begal sepertinya. Dia mendapat luka terbuka di bagian lengannya. Berjarak lima meter dari lokasinya merebah, tergeletak sepeda motor Honda Beat warna hitam. Milik Aif.

Merujuk pengakuan saksi mata di lokasi, tubuh Aif pertama kali ditemukan sekitar pukul 03:00 WIB. Warga lebih dulu mendengar suara ribut-ribut.

“Sewaktu saya bangun, sudah ramai,” ujar Indra, seorang saksi mata.

Indra mengatakan, saat ditemukan dalam kondisi lemas Aif masih bisa diajak berkomunikasi. Sudah banyak darah yang bercucuran.

Oleh saksi dan beberapa warga, korban dengan luka bacok dan bersimbah darah ini, sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun nahas, nyawanya tak tertolong.

“Saya tak tahu persis apa berantam atau begal. Tapi sepertinya begal,” tukasnya.

Seorang saksi lainnya, Baim, bahkan secara terang-terangan menyatakan jika Aif adalah korban begal.

“Sekitar pukul 3 pagi, saya mendengar ada suara seperti benda jatuh. Lalu ada teriakan maling. Saya lihat dia (korban) sudah terkaparan ada luka bacok. Posisi gelap saat itu,” terangnya.

Bersama petugas keamanan salah satu perumahan, dia pun berupaya menolong Aif. Kepada Baim, korban dengan luka bacok ini  sempat mengatakan jika dia berupaya dibegal. Kunci motornya ia buang ke semak-semak supaya susah dibawa.

“Saya dengar dari orang yang mengantar ke rumah sakit, korban meninggal akibat kehabisan darah,” tandasnya.

Kapolsek Bojonggede, AKP Dwi Susanto mengatakan, korban ditemukan oleh saksi sekira pukul 03:20 WIB. Ia tewas akibat luka sabetan senjata tajam. Kuat dugaan, ini adalah ulah pelaku begal.
Saat ini jasadnya berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Kemungkinan korban ini melawan. Motornya tidak berhasil dirampas. Rencana akan segera dibawa pihak keluarga untuk segera dimakamkan,” ujarnya.

Kasusnya kini ditangani tim gabungan dari Polsek Bojonggede dan Polres Metro Depok.

“Saat ini masih lidik,” singkatnya.

Penuturan berbeda diperoleh dari keluarga korban. Kakak Aif,
Yadi menduga adiknya menjadi korban pengeroyokan sekelompok pemuda yang dendam karena  diusir dari sebuah kafe.

“Jadi pas dia lagi di kafe ada yang berbuat onar, terus diusir akhirnya mereka pergi,” ujar Yadi.

Yadi menduga, sekelompok pemuda tersebut ternyata tidak membubarkan diri. Mereka menunggu korban pulang dari kafe tersebut, untuk melancarkan aksi pengeroyokan.

“Jadi, mereka nunggu adik saya pulang, adik saya berdua sama temannya. Temannya berhasil kabur,” ujarnya.

Aif sendiri diketahui berprofesi sebagai supir angkot jurusan Depok-Bojonggede. Dan biasa dipanggil Belo. Akibat serangan itu, beber dia, Belo mengalami dua luka sobekan di dada dan dua luka sobekan di lengan karena, mencoba menahan senjata tajam yang ditebaskan lawan ke arahnya.

“Kalau yang ditangan itu lukanya dalam. Tembus ke tulang. Makanya, kehabisan darah,” ungkap Yadi.

Makanya ia menegaskan, adiknya merupakan korban pengeroyokan, bukan lah pembegalan yang sempat ramai di sosial media.

“Jadi ini pengeroyokan bukan pembegalan karena, tidak ada barang yang diambil,” tegasnya.

Semasa hidup Belo, tidak pernah melakukan hal yang aneh-aneh. Bahkan, dia dikenal pendiam dan baik terhadap temannya.

“Teman-temannya juga tak menyangka. Temannya bilang dia orangnya asyik,” ucap Yadi.

Lebih lanjut, ungkap Yadi, dia bersama keluarga telah melaporkan hal tersebut ke kepolisian setempat.

“Sudah kita laporkan ke polisi, kita mengikuti proses hukum saja,” pungkasnya.***

Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Meski Kasus Covid-19 Mulai Landai, Polsek Parung Ingatkan Warga Agar Tidak Lengah

28 September 2022 - 20:36 WIB

Polsek Parung

City Mall Rising Star Kembali Gelar Lomba Nyanyi di CCM

28 September 2022 - 18:27 WIB

Setelah Lama Retak, Jalan Beton Penghubung Cigudeg-Kiarasari Akhirnya Dibongkar

28 September 2022 - 17:50 WIB

Jalan Beton

Melalui Program Save School, ChildFund Dukung Kabupaten Bogor Jadi Ramah Anak

28 September 2022 - 17:38 WIB

Kisah Pelaku Penjual Bayi di Ciseeng: Dijuluki Ayah Sejuta Anak, Adopsi Bayi dan Kini Dibui

28 September 2022 - 17:28 WIB

Geger, Ngambang di Sungai, Tukang Ojek Ditemukan Meninggal di Bogor

28 September 2022 - 14:41 WIB

Trending di Kabupaten Bogor