Sepekan, Sampai Kapan Pemerintah Akan Terus Beri Subsidi Minyak

Menu

Mode Gelap
Tok! Lin Che Wei Resmi Jadi Tersangka Kasus Mafia Minyak Goreng Jangan Telat, Yuk Daftar Gelombang 3 TA 2022/2023 Sekolah Bosowa Bina Insani Bogor! Presiden Jokowi Beri Bantuan untuk Warga dan PKL di Pasar Cibinong Asyik! Mulai Hari Ini, Jokowi Izinkan Buka Masker di Ruang Terbuka Diduga Nikah Sirih, Viral Tersebar Buku Nikah Al Ghazali dan Pacar

Ekonomi · 26 Jan 2022 14:15 WIB

Sepekan Berlalu, Sampai Kapan Pemerintah Akan Terus Beri Subsidi Minyak Goreng?


 Minyak Goreng Dengan Harga Ecer Sudah Ada Di Pasar Tradisional.(okezone/Bogordaily.net) Perbesar

Minyak Goreng Dengan Harga Ecer Sudah Ada Di Pasar Tradisional.(okezone/Bogordaily.net)

Bogordaily.net –  Sudah hampir sepekan, pemerintah memberlakkan kebijakan terkait harga minyak. Harga minyak dibandrol Rp. 14.000 per liter, untuk kemasan sederhana maupun premium. Lantas, sampai kapan harga minyak goring 14.000, akan terus disubsidi oleh pemerintah?

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjelaskan anggaran untuk subsidi minyak goreng tersebut sebesar Rp7,6 triliun yang bersumber dari dana kelolaan BPDPKS untuk menutup selisih harga pasaran dan harga keekonomian di level produsen.

Anggaran tersebut untuk membiayai minyak goreng kemasan sebanyak 250 juta liter per bulan atau sekitar Rp1,5 miliar liter selama enam bulan ke depan.

Pemerintah memastikan kembali agar masyarakat dapat memperoleh harga minyak goreng kemasan dengan harga terjangkau Rp14.000 per liter.

Upaya menutup selisih harga ini tidak hanya diberikan untuk minyak goreng kemasan 1 liter, tetapi juga diberikan untuk minyak goreng dalam kemasan 2 liter, 5 liter, dan 25 liter.

“Dalam rapat ini diputuskan bahwa untuk selisih harga minyak goreng akan diberikan dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sebesar Rp7,6 triliun,” kata Mendag beberapa waktu lalu.

Minyak goreng kemasan dengan harga khusus tersebut akan disediakan sebanyak 250 juta liter per bulan selama jangka waktu 6 bulan. Pemerintah juga akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin, minimal 1 bulan sekali terkait dengan implementasi kebijakan ini.

Penyediaan minyak goreng dengan satu harga akan dilakukan melalui ritel modern, dan untuk pasar tradisional minggu mulai memberlakukan kebijakan harga yang sama.

Sebanyak 34 produsen minyak goreng telah menyampaikan komitmennya untuk berpartisipasi dalam penyediaan minyak goreng kemasan dengan satu harga bagi masyarakat.

Seperti diketahui, sebelumnya Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengumumkan mulai hari Rabu, 19 Januari 2022,  pemerintah resmi menerapkan kebijakan minyak goreng dengan harga Rp14.000 per liter untuk kemasan sederhana maupun premium.

Tak terbatas untuk kemasan saja, Mendag Lutfi menegaskan harga tersebut juga berlaku hingga jerigen 25 liter.

“Baik kemasan premium maupun sederhana akan dijual setara Rp14.000 per liter atau semua jenis kemasan baik kualitas premium, maupun sederhana dengan ukuran mulai dari 1 liter sampai dengan jerigen 25 liter, diperuntukkan untuk kebutuhan rumah tangga, serta usaha mikro dan usaha kecil,” ujar Mendag Lutfi saat konferensi pers daring, Selasa, 19 Januari 2022.

Kebijakan ini berlaku untuk pasar ritel modern atau supermarket, dimana telah melalui kerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Kemudian untuk pasar tradisional diberikan waktu penyesuaian selama seminggu.

Mendag Lutfi juga menghimbau agar masayrakat tak perlu melakukan panic buying, karena ketersediaan stok minyak goreng untuk kemasan sederahana sebesar 250 juta liter per bulannya.***

Artikel ini telah dibaca 200 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Ingin Memulai Usaha? Inidia Ide Usaha Rumahan yang Patut Dicoba

18 Mei 2022 - 06:19 WIB

ide usaha rumahan

Imbas Konflik, Neraca Perdagangan RI dengan Rusia dan Ukraina Defisit

17 Mei 2022 - 21:37 WIB

rusia dan ukraina

Impor April 2022 Lesu, Kepala BPS Ungkap Ada Pola Penurunan

17 Mei 2022 - 21:31 WIB

Dear Emak-Emak, Ini Cara Membeli Minyak Goreng Rakyat Rp14.000 per Liter  

17 Mei 2022 - 16:46 WIB

Menteri Teten Ajak Aktivis & Penggiat NGO Dialog Mendorong Sejuta Wirausaha Baru

17 Mei 2022 - 08:05 WIB

Tak Ada Lagi BI Checking, Ini Dia Penggantinya

16 Mei 2022 - 23:01 WIB

Trending di Ekonomi