Sukses Cangkok Jantung Babi ke Manusia, Jadi Solusi Krisis Organ

Menu

Mode Gelap
DLH Kabupaten Bogor Kantongi Nama Perusahaan yang Cemari Situ Citongtut Lakukan Penataan Kemacetan, Ade Yasin Perintahkan Jajarannya Terjun Langsung Kembalikan Jenazah Pahlawan Kemerdekaan Korea, Moon Jae-in Apresiasi Kazakhstan Satu Siswa Positif Covid-19, SMPN 1 Cibinong Hentikan PTM Imbas Ricuh Mapolda, Ketum LSM GMBI Dibekuk Polda!

Kesehatan · 12 Jan 2022 17:01 WIB

Sukses Cangkok Jantung Babi ke Manusia, Jadi Solusi Krisis Organ


 Dr. Muhammad Mohiuddin, Pakar Xenotransplantasi - Berhasil Melakukan Transplantasi Organ Binatang ke Manusia, Jadi Kotroversi. (net/Bogordaily.net) Perbesar

Dr. Muhammad Mohiuddin, Pakar Xenotransplantasi - Berhasil Melakukan Transplantasi Organ Binatang ke Manusia, Jadi Kotroversi. (net/Bogordaily.net)

Bogordaily.net– Dunia kesehatan dan sains pada pekan ini digemparkan oleh kabar gembira suksesnya operasi transplantasi atau cangkok jantung babi ke seorang pasien penyakit jantung akut di Amerika Serikat. Ini merupakan operasi transplantasi jantung babi ke manusia pertama dalam sejarah.

Dr. Muhammad Mohiuddin, pakar xenotransplantasi – transplantasi organ binatang ke manusia – yang ikut memimpin operasi itu mengatakan, jika prosedur itu berhasil, maka akan menjadi solusi krisis donor organ di muka Bumi.

“Jika ini berhasil, maka kita akan memiliki pasokan organ tidak terbatas untuk pasien-pasien (yang membutuhkan donor organ) yang kini sedang menderita,” kata Muhammad seperti dilansir dari Newsweek.

Seperti diwartakan sebelumnya, Muhammad bersama rekan-rekannya dari University of Maryland School of Medicine telah mencangkok jantung babi, yang telah disunting secara genetik, kepada David Bennett, pasien berusia 57 tahun. Operasi itu digelar pada 7 Januari 2022 kemarin

Muhammad, dalam pernyataannya di situs resmi University of Maryland School of Medicine, juga mengatakan operasi ini adalah puncak dari riset selama bertahun-tahun.

Para dokter mengatakan kini kondisi Bennett stabil dan sedang dalam masa pemulihan, meski pun masih terus diawasi secara ketat. Para dokter juga mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk mengklaim bahwa prosedur itu berhasil.

Bennett merupakan pasien yang membutuhkan donor jantung untuk bisa bertahan hidup. Tetapi hingga operasi itu digelar, ia belum mendapatkan jantung manusia dari donor.

Operasi itu digelar setelah lembaga pengawas makanan dan obat-obatan Amerika Serikat (FDA) memberikan izin darurat.

Sementara Bennett sendiri juga telah sepakat untuk menjalani operasi tersebut, meski tidak ada jaminan prosedur itu akan berhasil.

“FDA menggunakan data-data kami dan data-data dari babi yang telah direkayasa secara genetika untuk memberikan izin transplantasi pada pasien jantung yang sudah tak punya pilihan pengobatan lain,” kata Muhammad seperti dilansir dari Reuters.

“Kesuksesan ini akan memberikan informasi berharga untuk membantu komunitas medis mengembangkan metode untuk menyelamatkan nyawa pasien di masa depan,” lanjut Muhammad.

Adapun jantung babi yang dicangkokkan pada tubuh Bennett diperoleh dari Revivicor, sebuah perusahaan kesehatan regeneratif yang bermarkas di Blacksburg, Virginia.

Beberapa saat sebelum operasi digelar, para ilmuwan mengambil jantung babi dan memindahkannya pada wadah khusus sehingga organ tersebut masih bisa berfungsi saat akan dicangkok ke tubuh Bennett.

Babi memang salah satu binatang yang memiliki potensi besar mengatasi masalah krisis organ pada manusia. Alasannya karena organ-organ tubuh babi sangat mirip dengan organ manusia. Jantung babi dewasa, misalnya, memiliki ukuran yang hampir sama dengan jantung orang dewasa.

Selain jantung, organ tubuh babi yang memiliki potensi untuk dicangkok ke manusia adalah ginjal, hati dan paru-paru.

Sebelumnya beberapa upaya untuk mencangkok organ babi ke manusia gagal karena adanya perbedaan genetika. Tetapi kini, dengan perkembangan teknologi rekayasa genetika, para ilmuwan mengklaim bisa membuat tubuh manusia menerima organ tubuh babi.

Dalam kasus Bennett, para ilmuwan memangkas tiga gen pada babi yang jantungnya akan didonasikan. Sementara enam gen manusia, yang bisa membuat sistem imun tubuh menerima organ binatang, dimasukkan ke genom babi yang menjadi donor.

Ini bukan eksperimen pertama mencangkok organ binatang ke manusia. Pada 1984, para dokter pernah mencangkok jantung babon ke bayi yang sedang sakit parah. Bayi itu berhasil bertahan hidup selama 21 hari.

Sementara pada 2020 lalu, para ilmuwan di New York mengklaim berhasil menemukan cara untuk mencangkok ginjal babi untuk sementara ke tubuh manusia.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Memasuki Musim Durian, Jangan Terlalu Banyak Memakannya, Jika Tak Ingin Alami Masalah Ini

29 Januari 2022 - 01:33 WIB

Musim Durian

Menkes: 3 Pasien Dinyatakan Meninggal Karena Omicron, Masyarakat Diminta Tenang

28 Januari 2022 - 15:24 WIB

3 orang

Siap-siap Glowing, Yuk Treatment Skincare di RZ Azra Bogor!

28 Januari 2022 - 13:20 WIB

Treatment Skincare

Kenali OCD, Gangguan Mental yang Menyerang Pikiran

28 Januari 2022 - 08:24 WIB

Hati-hati, Omicron Banyak Serang Penyintas COVID-19

28 Januari 2022 - 04:06 WIB

Membesarkan Payudara Bisa Kok Tanpa Perlu Implan, Cukup Konsumsi 4 Makanan ini Hasilnya Memuaskan

27 Januari 2022 - 21:59 WIB

Trending di Kesehatan