Bogordaily.net – Berakhir sudah kejuaraan Bulutangkis Pordes Kecamatan Dramaga tadi malam. Melalui pertarungan sengit hingga harus menyelesaikan 5 partai ganda putra, Desa Ciherang torehkan rekor 3 kali berturut turut genggam juara, Sabtu 22 Januari 2022.
Laga pembuka Neglasari langsung membuka kemenangan pertama. Melalui pasangan Sukma/Angga
mematahkan Yugo/Bowo 30/24, kemenangan ini sekaligus membuka harapan Desa Neglasari mematahkan rekor, Desa Ciherang.
Sayang akhirnya Desa Ciherang memang dengan skor 3/2. Namun partai kedua Andri/Pian gagal menyumbangkan point dan kalah oleh pasangan Noval/Wahyu 30/26.
Partai ketiga pasangan Ilham/Iyus kembali membuka peluang Desa Neglasari untuk mampu membungkam Desa Ciherang. Setelah menang mudah atas Mahpud/Uto 30/19.
Di partain keempat lagi-lagi Desa Ciherang mampu menyamakan kedudukan menjadi sama kuat 2-2. Setelah pasangan Deni/Rusdi mengalahkan Bgenk/Ojat 30/25.
Kekalahan pasangan Bgenk/Ojat sekaligus memupus harapan Desa Neglasari untuk menumbangkan Desa Ciherang, karena partai kelima Aat/Wira dengan mudah mengalahkan pasangan Asep/Endang Gebret 30/9.
Begitu pertandingan usai, para pemain Desa Ciherang spontan membopong managernya Ahmad Haeruloh ke tengah lapangan.
“Ini murni kemenangan kami atas Neglasari. Berkat strategi jitu sang manager ,” jelas Oweh DMKR, asisten pelatih Desa Ciherang, ketika ditemui seusai penyerahan piala dan uang pembinaan .
Terpisah Ahmad Haeruloh mengatakan ucapan terima kasih kepada semua pemain yang telah memberikan yang terbaik, sehingga Desa Ciherang bisa 3 berturut turut juara Pordes.
“Sukses ini menjadi milik semua pemain yang turut andil bermain maksimal menjalankan strategi,” tukas Bos Hae kepada Bogordaily.net .
Sementara para pemain Neglasari yang lagi-lagi gagal meraih juara cukup sportif menyikapi kekalahan dalam partai final.
“Selamat kepada Desa Ciherang yang memang layak memenangkan laga final,” ujar Ilham Benjo.
Ditempat yang sama Camat Dranaga Teni Rahmadani mengungkapkan, partai final antara Desa Ciherang dan Neglasari, menurutnya memang final ideal dan enak di tonton. Para pemain kedua tim sama-sama memiliki pemain yang memiliki skil tinggi.
“Keren dan potensi ini menjadi harapan untuk bisa melahirkan talenta muda berprestasi lebih tinggi,” bebernya seusai menyerahkan hadiah kepada Desa Ciherang.
Agenda seperti ini harus terus dilaksanakan, terlebih ini merupakan turnamen yang ketiga. Sehingga, secara pembinaan menandakan bulutangkis di kecamatan Dramaga berlangsung secara berkelanjutan.
“Selamat kepada semua peserta dari 10 Desa, semoga tahun depan lahir juara baru agar merangsang nilai2 kompetisi . Dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan profesional,” pungkas PAK camat yang baru menjabat dua pekan ini.
Hadir juga dalam partai final para kepala Desa se-Kecamatan Dramaga.(Gibran)