Waspada Lonjakan Kematian Gara-Gara Omicron

Menu

Mode Gelap
Tok! Lin Che Wei Resmi Jadi Tersangka Kasus Mafia Minyak Goreng Jangan Telat, Yuk Daftar Gelombang 3 TA 2022/2023 Sekolah Bosowa Bina Insani Bogor! Presiden Jokowi Beri Bantuan untuk Warga dan PKL di Pasar Cibinong Asyik! Mulai Hari Ini, Jokowi Izinkan Buka Masker di Ruang Terbuka Diduga Nikah Sirih, Viral Tersebar Buku Nikah Al Ghazali dan Pacar

Nasional · 23 Jan 2022 21:12 WIB

Waspada Lonjakan Kematian Gara-Gara Omicron


 Ilustrasi. (iStockphoto/CNN Indonesia) Perbesar

Ilustrasi. (iStockphoto/CNN Indonesia)

Bogordaily.netTren kasus kematian akibat Covid-19 varian Omicron dikhawatirkan terus meningkat. Terlebih ada dua pasien Covid-19 varian Omicron yang dinyatakan meninggal dunia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun kini mewaspadai kemungkinan kenaikan tren tersebut.

“Kami sudah persiapkan baik obat, oksigen, dan konversi ruang perawatan untuk pasien Covid-19 di rumah sakit,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dilansir CNNindonesia.com, Minggu 23 Januari 2022.

Pihaknya kata Nadia telah berkoordinasi dengan dinas kesehatan di daerah jika diperlukan tambahan tempat tidur untuk pasien.

“Kalau memang diperlukan, bed perawatan bisa ditambah,” tambah perempuan yang juga Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes itu.

Sebelumnya diberitakan, dua pasien Omicron diketahui meninggal dunia. Kasus kematian akibat infeksi Omicron disebut akan meningkat di Indonesia.

Kemenkes mencatat dua kasus meninggal tersebut memiliki gejala berat dan salah satunya memiliki komorbid yang tidak terkendali.

“Satu kasus merupakan transmisi lokal, meninggal di RS Sari Asih Ciputat dan satu lagi merupakan pelaku perjalanan luar negeri yang meninggal di RSPI Sulianti Saroso,” ujar Nadia.

Epidemiolog Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman juga mewanti-wanti pemerintah agar segera melakukan langkah mitigasi dengan cara membatasi mobilitas masyarakat. Menurutnya kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak sangat berpotensi mengalami keparahan jika terserang Covid-19 varian Omicron.

Dicky menyebut temuan dua kasus kematian pada pasien Omicron bisa dianggap ultimatum kepada pemerintah agar lebih memperhatikan Covid-19 varian Omicron. Sebab, kata dia varian ini lebih mudah menginfeksi sehingga bisa mengakibatkan jumlah pasien di rumah sakit bertambah.

“Omicron ini variant of concern yang berbahaya, yang serius dampaknya dan ada potensi menyebabkan kematian dan keparahan pasien di rumah sakit,” jelasnya.

Sementara itu Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali bertambah sebanyak 2.925 orang pada Minggu 23 Januari 2022. Sehingga total kasus mencapai 4.286.378 orang. Dari jumlah itu, ada tambahan 14 orang meninggal sehingga total menjadi 144.220 jiwa meninggal dunia.

Kemudian, ada tambahan 712 orang yang sembuh sehingga total menjadi 4.123.267 orang lainnya dinyatakan sembuh. Sedangkan kasus aktif atau orang yang masih dirawat naik 2.199 menjadi 18.891 orang, dengan jumlah suspek mencapai 4.470 orang.***

 

 

 

 

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Kejagung: Lin Che Wei Sebagai Penghubung Antara Kemendag dengan CPO

18 Mei 2022 - 06:37 WIB

Lin Che Wei kemendag

Mulai 18 Mei, Satgas COVID-19 Berlakukan Aturan Terbaru Perjalanan di Masa Pandemi 

17 Mei 2022 - 23:26 WIB

perjalanan di masa pandemi

Menkes Tanggapi Soal Pelonggaran Buka Masker di Luar Ruangan

17 Mei 2022 - 23:13 WIB

buka masker di luar serangan

Jadi Tersangka, Ini Peran Lin Che Wei dalam Kasus Mafia Minyak Goreng

17 Mei 2022 - 22:10 WIB

Heboh Ustaz Abdul Somad Dideportasi dari Singapura, Berikut Fakta-Faktanya

17 Mei 2022 - 21:43 WIB

Hati-Hati! Mengambil Gambar atau Merekam Seseorang Tanpa Izin, Ini Hukumnya

17 Mei 2022 - 21:27 WIB

Trending di Nasional