5 Gejala Covid-19 Wajib Diketahui, Tanpa Gejala Hingga Membahayakan

Menu

Mode Gelap
Buntut Tragedi Stadion Kanjuruhan, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat Dicopot! Update Korban Tragedi Kanjuruhan: 174 Orang Meninggal Dunia Terbaru! Ini Lokasi Sim Keliling Kota Bogor, Jumat 30 Sepember 2022 Lagi! Kota Bogor Hujan Hari Ini, Jumat 30 September 2022 Melonjak Rp 10 ribu Per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini

Kesehatan · 4 Feb 2022 17:53 WIB

5 Gejala Covid-19 yang Wajib Diketahui, Dari Tanpa Gejala Hingga Membahayakan


 ilustrasi.(detik/Bogordaily.net) Perbesar

ilustrasi.(detik/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Data yang dirilis Kementerian Kesehatan menunjukkan, kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia menembus angka 27.197. Masyarakat dihimbau agar tak meremehkan dan mengetahu gejala yang muncul.

Menurut Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, virus Covid-19 varian Omicron memiliki karakteristik tingkat penularan yang sangat cepat jika dibandingkan dengan varian lain seperti Alpha, Betha, dan Delta.

Akan tetapi, jika dilihat dari gejalanya, varian Omicron lebih ringan dengan tingkat kesembuhan sangat tinggi

Itu sebabnya, Kementerian Kesehatan mengimbau agar pasien positif Omicron tanpa gejala atau gejala ringan, melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Pasien yang masuk rumah sakit, 85% sudah sembuh, sedangkan yang kasusnya berat, kritis hingga membutuhkan oksigen sekitar 8%,” katanya di kantor Kemenkes, Jumat, $ Februari 2022.

Pesan Kemenkes, bagi pasien isoman, selama saturasi di atas 95% ke atas tidak perlu khawatir. Kalau ada gejala seperti batuk, flu, demam segera konsultasi melalui telemedisin atau puskesmas setempat.

Dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/4641/2021 tentang Panduan Pelaksanaan Pemeriksaan, Pelacakan, Karantina dan Isolasi dalam Rangka Percepatan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 terdapat 5 derajat gejala Covid-19, antara lain ;

1.Tanpa gejala/asimtomatis yaitu tidak ditemukan gejala klinis.

2. Gejala ringan yaitu pasien dengan gejala tanpa ada bukti pneumonia virus atau tanpa hipoksia, frekuensi napas 12-20 kali per menit dan saturasi oksigen >95%.

Gejala umum yang muncul seperti demam, batuk, kelelahan, kehilangan nafsu makan, napas pendek, mialgia dan nyeri tulang. Gejala tidak spesifik lainnya seperti sakit tenggorokan, kongesti hidung, sakit kepala, diare, mual dan muntah, hilang penciuman (anosmia) atau hilang pengecapan (ageusia).

3.  Gejala sedang dengan tanda klinis pneumonia seperti demam, batuk, sesak, napas cepat tanpa tanda pneumonia berat, dengan saturasi oksigen 93%.

4. Gejala berat dengan tanda klinis pneumonia seperti demam, batuk, sesak, napas cepat, dan ditambah satu dari: frekuensi napas > 30 x/menit, distres pernapasan berat, atau saturasi oksigen <93%.

5. Kritis yaitu pasien dengan gejala gagal nafas, komplikasi infeksi, atau kegagalan multiorgan.

Nadia menjelaskan, dalam penanganan varian Omicron, rumah sakit diprioritaskan untuk pasien dengan gejala sedang, berat, kritis, dan membutuhkan oksigen. ***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Oatmeal Dapat Menurunkan Berat Badan dengan Cepat? Ini Faktanya!

3 Oktober 2022 - 21:35 WIB

Oatmeal

4 Cara Tepat Merawat Rambut Tipis Selain Pakai Lidah Buaya

3 Oktober 2022 - 18:34 WIB

rambut tipis

Bahaya Paparan Gas Air Mata, Gagal Napas hingga Akibatkan Kematian

3 Oktober 2022 - 15:04 WIB

Anggota Polri Kanjuruhan

Jarang Disadari, Ini Tanda-Tanda Anda Sedang Kelelahan!

3 Oktober 2022 - 08:54 WIB

Ketahui, Ternyata Tidur Nyenyak Lebih Penting untuk Kesehatan Loh!

2 Oktober 2022 - 20:11 WIB

tidur nyenyak

Catat! Gaya Hidup Dapat Cegah 40% Penyakit Kanker

2 Oktober 2022 - 16:28 WIB

gaya hidup
Trending di Kesehatan