Afrika Selatan Cabut Kewajiban Isolasi Mandiri Pasien COVID-19 Tanpa Gejala

Menu

Mode Gelap
Rincian Harga Emas di Pegadaian Senin, 26 September 2022 Cepat dan Mudah, Berikut Lokasi Perpanjang SIM Kota Bogor Hari Ini Heboh Rumor Xi Jinping Dikudeta, Jadi Tahanan Rumah Bertambah, Kasus Positif Covid-19 di Tanah Air Capai 1.411 Pasien 5 Penyakit yang Wajib Diwaspadai Saat Musim Hujan

Internasional · 2 Feb 2022 05:29 WIB

Afrika Selatan Cabut Kewajiban Isolasi Mandiri Pasien COVID-19 Tanpa Gejala


 Pandemi Covid-19 di Afrika Selatan. (Shutterstock/Suara.com) Perbesar

Pandemi Covid-19 di Afrika Selatan. (Shutterstock/Suara.com)

Bogordaily.netPemerintah Afrika Selatan mengeluarkan peraturan baru soal pasien COVID-19. Ya, bagi yang tidak bergejala, pasien tak lagi wajib melakukan isolasi mandiri. Tak hanya itu, dengan alasan kekebalan yang sudah terbentuk, masa isolasi pasien COVID-19 yang bergejala juga dipangkas dari sepuluh hari menjadi tujuh hari. Duh!

Menteri Kepresidenan Mondli Gungubele menyampaikan pernyataannya menyusul sidang Kabinet khusus sebelumnya tentang amendemen, otoritas membuat perubahan berdasarkan lintasan pandemi dan tingkat vaksinasi. Afrika Selatan saat ini berada di level terendah dalam status COVID-19 tahap lima.

“Dasar untuk amendemen ini diinformasikan oleh proporsi orang-orang dengan imunitas COVID-19 yang meningkat secara substansial, melampaui 60-80 persen di sejumlah survei serum,” tulis pernyataan pemerintah dikutip Suara.com dari Antara.

“Informasi itu disatukan melalui sistem yang digunakan Departemen Kesehatan yang melaporkan bahwa Afrika Selatan secara nasional sudah terbebas dari gelombang keempat,” imbuhnya.

Pengidap COVID-19 bergejala kini hanya akan menjalani isolasi selama tujuh hari, bukan sepuluh hari. Sedangkan kontaknya tidak mesti melakukan isolasi apabila mereka tidak mengalami gejala.

Kabinet juga meninjau dilanjutkannya sekolah penuh waktu, memutuskan bahwa siswa SD, SMP dan sekolah khusus akan kembali bersekolah setiap hari.

Aturan menjaga jarak sosial satu meter yang diterapkan di sekolah juga dihapus, seperti yang tercantum dalam pernyataan itu. Afrika Selatan, yang mencatat lebih dari 3,6 juta infeksi dan 95.093 kematian COVID-19, menjadi negara Afrika terparah yang dihantam pandemi, baik kasus maupun kematian.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Masjid Nigeria Diserang Geng Bersenjata Saat Shalat Jumat

26 September 2022 - 12:09 WIB

masjid Nigeria

Swiss Musnahkan 10 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Moderna yang Kadaluwarsa

26 September 2022 - 11:26 WIB

Musnahkan vaksin

Takut Direkrut Jadi Pasukan Perang, Warga Rusia Kabur Massal

26 September 2022 - 08:46 WIB

warga rusia kabur

Heboh Rumor Xi Jinping Dikudeta, Jadi Tahanan Rumah

26 September 2022 - 06:07 WIB

Xi Jinping dikudeta

Jepang Dihantam Topan Talas, Aliran Air dan Listrik Padam

25 September 2022 - 16:01 WIB

Mahsa Amini Tewas Gegara Aturan Hijab, Apa Itu Polisi Moral Iran?

25 September 2022 - 09:00 WIB

Trending di Internasional