Ganjar Pranowo Tanpa Pengawalan Aparat, Menemui Warga Desa Wadas

Menu

Mode Gelap
FIFA Resmi Umumkan Jadwal Kick-off Piala Dunia 2022 Dimajukan Hari Ini Harga Emas Antam Turun Rp 5.000 Per Gram Diserang Kelompok ADF, 800 Napi Penjara di Kongo Timur Kabur Jangan Telat Perpanjang Sim, Cek di Sini Lokasinya! Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK

Nasional · 14 Feb 2022 16:02 WIB

Ganjar Pranowo Tanpa Pengawalan Aparat Kepolisian, Datang Menemui Warga di Desa Wadas


 Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Saat Mendengar Cerita Para Warga di Desa Wadas. (beritasatu/Bogordaily.net) Perbesar

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Saat Mendengar Cerita Para Warga di Desa Wadas. (beritasatu/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, datang tanpa pengawalan aparat kepolisian menemui warga yang kontra terhadap pembangunan kuari di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, kemarin Minggu 13 Februari 2022.

Ganjar yang datang tanpa pengawalan, disambut masyarakat yang sudah menunggu di Masjid Nurul Huda. Disanapun, Ganjar melakukan shalat Dzuhur berjamaah dengan para warga.

Usai melaksanakan shalat, para warga duduk lesehan bersama Ganjar didalam Masjid. Ganjar mengawali sa,butannya dengan meminta maaf kepada warga Wadas, atas kejadian yang kurang menyenangkan pada Selasa, 8 Februari lalu.

“Saya minta maaf pada bapak ibu atas peristiwa yang terjadi, makanya saya datang ke sini secara langsung. Yang kedua, saya ke sini ingin mendengarkan langsung dari masyarakat dari persoalan yang ada, saya juga ingin takziah karena mendengar ada sesepuh di Desa Wadas yang meninggal, semoga Husnul Khatimah,” kata Ganjar dikutip dari republika, Senin 14 Februari 2022.

Setelah menyampiakan permintaan maaf nya, salah satu warga pun memberanikan diri menceritakan rasa takut dan traumanya atas kejadian yang dialami para warga di desa mereka. Bahkan, beberapa orang juga turut ditanggak oleh polisi, hal ini juga menjadi ketakutan terbesar mereka.

“Kami takut Pak, suami saya ditangkap tanpa tahu masalahnya. Sekarang di rumah dan kalau lihat polisi atau pria asing berbaju hitam jadi ketakutan. Setiap hari mengurung diri di rumah, pintu selalu dikunci. Anak-anak juga trauma pak,” kata Waliyah.

Warga lain, Ana menceritakan, dirinya dan suaminya ditangkap pihak kepolisian saat konflik terjadi. Suaminya ditangkap saat sedang berada di perjalanan menuju Purworejo, sedangkan dirinya ditangkap saat berada di desa.

“Kasihan anak saya pak, masih kecil. Bagaimana rasanya ditinggal kedua orang tuanya yang ditangkap polisi, Pak. Kami warga masih trauma,” ujarnya.

Ganjar mengaku akan menindaklanjuti masalah warga tersebut dengan mengajak dialog sejumlah pihak yang berkepentingan.

Ada tiga hal ingin dikerjakan setelah pertemuan tersebut, yaitu pertama melakukan evaluasi teknis, kedua metode pendekatan, dan ketiga terkait polemik yang pro atau kontra.

“Nah yang ketiga ini sepertinya kurang, makanya saya datang ke sini dan ingin mendengarkan secara langsung,” kata Ganjar.

Disinggung terkait dengan tuntutan warga untuk mencabut izin lokasi penambangan kuari di Desa Wadas, Ganjar menyatakan hal itu yang akan dibicarakan secara teknis.

“Belum, itu masalah teknis yang harus kita bicarakan. Tidak sekedar bicara cabut atau tidak cabut, tapi itu teknis. Itu yang saya katakan evaluasi teknis yang akan kami lakukan. Semua opsi masih ada peluang, makanya kita bicarakan,” kata dia.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Mantan Pengacara akan Gugat Surat Pencabutan Kuasa Bharada E

13 Agustus 2022 - 19:34 WIB

Penelitian Literasi Digital dengan Metode Mobile Seamless Learning di Era Merdeka Belajar untuk Pendidik PAUD 

13 Agustus 2022 - 14:21 WIB

Taufiq Kiemas dalam Kenangan Rizal Ramli, Masih Beri Hormat

13 Agustus 2022 - 12:50 WIB

rizal ramli taufiq kiemas

Ketum Projo Mengancam Siapa Partai, Perbrdaan, Demokrasi atau Konstitusi

13 Agustus 2022 - 10:58 WIB

Projo

KemenkopUKM Perkuat Kelembagaan Koperasi Nelayan

13 Agustus 2022 - 09:31 WIB

Case Close! Bareskrim Hentikan Laporan Dugaan Pelecehan Brigadir J ke Putri Candrawathi

12 Agustus 2022 - 22:58 WIB

Trending di Nasional