Harga Tempe Naik, Pemkot Sarankan Konsumsi Kedelai Lokal

Menu

Mode Gelap
Hasil Piala Asia U-17, Timnas Indonesia Menang Tipis 3-2 Atas UEA Siap-siap Tampung Air, Pipa PDAM Sedang dalam Perbaikan Tidak Ditilang, Polisi Tegur Ratusan Pelanggar pada Hari Kedua Operasi Zebra Lodaya Update Terkini Perbaikan Pipa PDAM, Ini Wilayah yang Terdampak Buntut Tragedi Stadion Kanjuruhan, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat Dicopot!

Kota Bogor · 17 Feb 2022 15:18 WIB

Harga Tempe Naik di Pasar Tradisional Bogor, Pemkot Sarankan Konsumsi Kedelai Lokal


 Harga Tempe Ukuran 1 Kilogram Naik 15 Persen dari Rp13.000 Menjadi Rp15.000. (grid.id/Bogordaily.net) Perbesar

Harga Tempe Ukuran 1 Kilogram Naik 15 Persen dari Rp13.000 Menjadi Rp15.000. (grid.id/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Menyikapi harga tempe yang mulai naik sekitar Rp. 2.000 untuk kemasan satu kilogram, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, melakukan dua langkah dalam menyikapi kenaikan tersebut.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, langkah  jangka pendek yang diambil oleh Pemkot yakni, warga diharapkan beralih sementara dari makanan berbahan dasar kedelai seperti tahu dan tempe.

“Karena informasi yang kami peroleh rata-rata bahan baku tempe tahu merupakan impor yang terkendala jalur distribusi pelabuhan dan kontainer karena terdampak pandemi covid-19,” katanya, Kamis, 17 Februari 2022.

Dedie menyampaikan untuk mencapai jangka pendek itu, pemerintah daerah akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak-pihak jalur distribusi agar bahan baku tempe yakni kedelai bisa normal kembali, meskipun butuh waktu.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kota Bogor Mohamad Soleh, sebelumnya mengatakan kenaikan memang tidak dapat dihindari sesuai prediksi pemerintah pusat.

Hasil pemantauan pihaknya, harga di dua pasar tradisional, yakni Pasar Bogor dan Pasar Kebon Kembang harga tempe ukuran 1 kilogram naik 15 persen dari Rp13.000 menjadi Rp15.000, karena harga kedelai impor penyalur Kopti naik dari Rp10.700  menjadi Rp11.500 per kilogram.

“Seperti saya bilang, beralih dulu ke sumber protein nabati lain dulu,” ujar Dedie.

Atas kondisi ini, kata Dedie, sebagai langkah jangka panjang Pemkot Bogor akan menggencarkan budidaya kedelai lokal agar dapat memenuhi kebutuhan warganya.

Menurutnya, menggerakkan petani kedelai bukan suatu yang mustahil, namun perlu kerja sama berbagai pihak. Waktu untuk bisa memenuhi kebutuhan pasar di Kota Bogor pun tergantung dari pertumbuhan para petani kedelai lokal tersebut.

“Jadi bisa cepat atau lama tergantung bagaimana budidaya kedelai ini digarap serius petani lokal,” kata Dedie.

Melansir Antara, di lapangan, harga tempe di Pasar Anyar Kota Bogor masih beragam ditawarkan oleh pedagang.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Satgas PKL Dibentuk, Agus Ingatkan Soal Peraturan di Lapangan

6 Oktober 2022 - 19:14 WIB

satgas PKL

Duh! 80% Truk Sampah Sudah Usang, DLH Diminta Lakukan Peremajaan

6 Oktober 2022 - 19:09 WIB

Truk Sampah DLH

Awal Bulan, Yuk Treatment di Latika Beauty Care! Dapatkan Harga Promonya

6 Oktober 2022 - 13:54 WIB

Tirta Pakuan Kenalkan Pengolahan Air Baku Jadi Air Bersih Kepada Mahasiswa IPB

6 Oktober 2022 - 11:22 WIB

XTC Kota Bogor Berikan Harga Subsidi Ayam Potong Khusus YPD

6 Oktober 2022 - 11:13 WIB

Kasus Tanah di Bogor, Kuasa Hukum: Polda Jabar Sudah Tetapkan Tiga Tersangka

6 Oktober 2022 - 11:00 WIB

Trending di Kota Bogor