Saturday, 5 April 2025
HomeViralHasil Test Antigen Positif, Ibu Hamil di Bengkulu Ditolak 3 RS

Hasil Test Antigen Positif, Ibu Hamil di Bengkulu Ditolak 3 RS

Bogordaily.net – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi meminta maaf terkait penolakan tiga rumah sakit (RS) besar di Kota yaitu RS Rafflesia, RS Kota dan RS M. Yunus terhadap ibu hamil yaitu Leni, warga Kecamatan Karang Tinggi Kabupaten Tengah yang dinyatakan .

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi , Herwan Antoni usai melakukan pertemuan terhadap tiga direktur rumah sakit tersebut, Jumat 25 Februari 2022, mengatakan bahwa akan memperbaiki pelayanan di seluruh rumah sakit yang ada di Provinsi .

“Kita meminta maaf terhadap keluarga Leni dan minta agar pelayanan kembali diperbaiki. Apalagi di tengah pandemi COVID-19, tidak boleh terjadi pelayanan ditutup atau tidak menerima pasien,” kata Herwan, dikutip dari Indozone.

Oleh karena itu, dirinya memberikan surat perintah kepada seluruh direktur rumah sakit di Provinsi , untuk menerima pasien dan menyiapkan sarana serta prasarana agar tidak terjadi kejadian hal yang sama.

Dia memastikan seluruh rumah sakit wajib melayani pasien-pasien yang dirujuk ataupun yang tidak.

Rumah sakit diminta memberi pelayanan sesuai dengan kebutuhan pasien.

Pihaknya berprinsip dalam pelayanan selalu memperbaiki dan melakukan pembinaan agar tidak terjadi kejadian yang sama.

Berdasarkan keterangan dari ketiga rumah sakit tersebut kondisi pasien tidak membahayakan dan belum waktunya untuk melahirkan.

“Seperti di RS Kota bahwa ruangan tersebut sedang penuh sehingga tidak bisa melayani, kemudian di M. Yunus pasien tersebut tanpa memiliki rujukan dan kondisi ibu tidak terlalu berbahaya,” ujarnya.

Selain itu, ketiga rumah tersebut memiliki kemampuan yang sama dan merupakan rumah sakit tipe C, sehingga harus melayani pasien baik yang dirujuk dengan rujukan Dokter maupun Klinik.

Herwan meminta seluruh rumah sakit rujukan COVID-19 di agar dapat meminimalisir kekeliruan komunikasi, dengan cara saling berkoordinasi di dalam internal rumah sakit.

“Rumah sakit tidak boleh tidak siap, tidak boleh kaku dan harus memiliki tindakan cepat dan memodifikasi ruangan terlebih di kondisi saat ini,” ujarnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here