Jerman, Swiss, Austria Juga Mulai Berdamai dengan Covid-19

Menu

Mode Gelap
Mau Kuliah Gratis di STAI Al-Hidayah? Cek Persyaratannya! Harga Emas Antam Masih Rp 989.0000 Hari Ini Mediasi Pertama, Angga Wijaya Tetap Ingin Bercerai dengan Dewi Perssik Tepok Bulu Vindes 2022: Hesti-Erika Menang Lawan Raisa-Anya Geraldine Pemerintah Perpanjang PPKM di Luar Jawa-Bali Sampai 1 Agustus

Internasional · 17 Feb 2022 14:57 WIB

Jerman, Swiss, Austria Juga Mulai Berdamai dengan Covid-19


 Ilustrasi Covid-19.(Reuters/Phil Noble) Perbesar

Ilustrasi Covid-19.(Reuters/Phil Noble)

Bogordaily.net–Sejumlah negara di dunia satu per satu mencabut aturan pembatasan selama masa pandemi Covid-19. Setelah Inggris, Belanda, Denmark, Prancis dan sederet negara lainnya, kini giliran Jerman, Swiss, dan Austria. Ketiganya akan bergabung dengan negara Eropa lainnya yang mulai hidup berdamai dengan Covid-19.

Negara-negara tersebut mencabut hampir seluruh pembatasan selama pandemi Covid-19 mulai pekan ini.

Jerman mencabut seluruh pembatasan Covid-19 setelah tingkat infeksi virus corona di negara itu menunjukkan penurunan, kata Kanselir Olaf Scholz.

Scholz memaparkan ada tiga tahap pembukaan hingga Jerman benar-benar meraih “hari kebebasannya” pada 20 Maret nanti.

“Setelah dua tahun kami pantas mendapatkan hal-hal yang lebih baik lagi dan sepertinya itu terjadi sekarang,” kata Scholz kepada wartawan seperti dikutip CNN Indonesia dari AFP.

Dalam tahap pertama, akses ke toko-toko akan kembali dibuka tanpa pemeriksaan apakah pengunjung telah divaksinasi atau tidak. Masker wajah masih tetap wajib dipakai.

Mulai 4 Maret mendatang restoran dan hotel juga diizinkan untuk mulai menyambut warga yang tidak divaksinasi lagi, selama mereka dapat memberikan tes negatif Covid-19 dalam waktu dekat.

Klub malam pun akan dibuka kembali, tetapi tidak untuk yang tidak divaksinasi. Semua orang harus dapat booster vaksin atau memberikan tes negatif Covid-19. Jumlah orang yang diizinkan untuk menghadiri acara besar termasuk kompetisi olahraga juga akan diperbanyak.

Pada langkah terakhir, pembatasan mendalam yang tersisa pada kehidupan sosial, budaya dan ekonomi akan dicabut secara bertahap pada 20 Maret. Itu termasuk menghilangkan persyaratan bagi karyawan untuk bekerja dari rumah bila memungkinkan.

Setelah tanggal itu, ekonomi utama Eropa akan beroperasi normal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dasar seperti menggunakan masker di tempat publik dalam ruangan dan transportasi umum. Meski demikian aturan menjaga jarak juga akan tetap berlaku.

Scholz meminta warga Jerman tetap berhati-hati dan mengatakan mereka harus tetap memakai masker.

“Pandemi belum berakhir,” imbuhnya.

Senada dengan Jerman, Swiss dan Austria juga mencabut hampir semua pembatasan Covid-19 meski tren infeksi virus corona di kedua negara itu masih terbilang tinggi.

Swiss menilai saat ini menjadi waktu tepat untuk “normalisasi cepat” kehidupan nasional.

Mulai Kamis, 17 Februari 2022 satu-satunya persyaratan virus corona yang tersisa di Swiss adalah kewajiban untuk karantina selama lima hari setelah positif terinfeksi Covid-19 dan mengenakan masker di transportasi umum dan di lembaga perawatan kesehatan. Kedua aturan itu akan berakhir setidaknya Maret mendatang.

“Dewan Federal mengambil keputusan untuk mencabut sebagian besar tindakan untuk menahan pandemi virus corona,” kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah Swiss juga memaparkan kewajiban memakai masker di tempat kerja dan anjuran bekerja dari rumah akan berakhir.

Untuk masuk ke Swiss, tidak perlu lagi memberikan bukti vaksinasi, bukti sembuh Covid-19, atau tes negatif virus corona. Pembatasan pada acara publik berskala besar dan pertemuan pribadi juga dicabut mulai Kamis.

Di tempat terpisah, Kanselir Austria Karl Nehammer mengatakan pemerintah akan membatalkan sebagian besar tindakan mulai 5 Maret.

Hanya pemakaian masker di tempat tertentu dan transportasi umum yang akan tetap wajib, serta pembatasan masuk di rumah sakit dan tempat-tempat lain dengan kelompok rentan.

“Situasi saat ini menunjukkan kepada kita bahwa bersama-sama kita dapat dengan hati-hati dengan tekad mengambil kembali kebebasan yang dirampas virus corona selama ini,” kata Nehammer kepada wartawan.

Namun, Nehammer juga memperingatkan bahwa pandemi belum berakhir.

“Virus corona masih menjadi bagian dari kehidupan kita dan vaksinasi tetap penting,” pesannya.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Penembakan Massal di AS, 6 Warga Chicago Tewas

5 Juli 2022 - 18:58 WIB

Makhluk Misterius Seperti Orc Ditemukan Terdampar di Pantai

5 Juli 2022 - 16:37 WIB

Lokasi Diduga Kuburan Massal Ditemukan Misi PBB

5 Juli 2022 - 16:36 WIB

Demo Pemerintah Uzbekistan Membara, 18 Orang Tewas, 243 Luka, 516 Ditangkap

5 Juli 2022 - 10:38 WIB

Paus Fransiskus Bantah Rumor Pengunduran Diri

5 Juli 2022 - 08:39 WIB

Paus Fransiskus

Tak Sengaja Makan Kue Ganja, Bocah 3 Tahun Dibawa ke Rumah Sakit

4 Juli 2022 - 23:43 WIB

Trending di Internasional