Kandidat Presiden Prancis Eric Zemmour, Adzan Dilarang Berkumandang

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Pegadaian Turun, Rabu 28 September 2022 Jangan Telat Perpanjang SIM! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Rabu 28 September 2022 Terkini! Ini Ramalan Kota Bogor Hari Ini, Rabu 28 September 2022 Masih Sama, Berikut Harga Emas Pegadaian Hari Ini Selasa, 27 September 2022 Terbaru! Ini Lokasi Perpanjang SIM di Kota Bogor, Selasa 27 September 2022

Internasional · 12 Feb 2022 08:58 WIB

Kandidat Presiden Prancis Eric Zemmour, Adzan Dilarang Berkumandang di Prancis


 Politisi Prancis dan Kandidat Presiden Prancis Eric Zemmour. (minews/Bogordaily.net) Perbesar

Politisi Prancis dan Kandidat Presiden Prancis Eric Zemmour. (minews/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Skandal baru yang diucapkan oleh Politisi Prancis dan Kandidat Presiden Prancis Eric Zemmour, mengatakan bahwa dirinya tak ingin mendengarkan adzan di Negara Prancis.

“Saya tidak ingin mendengar suara muazin di Prancis, dan jika saya menjadi presiden, saya tidak akan melakukannya”, kata Zemmour, yang akan mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilihan April, mengatakan di saluran BFMTV, dilansir dari laman TRT World pada Jumat, 11 Februari 2022.

Menurut TRT, Zemmour mencoba mengumpulkan pendukung dengan retorika sayap kanannya. Dia mengatakan bahwa Prancis harus tetap menjadi lanskap gereja. “Saya menolak masjid besar,” kata dia.

Di sisi lain, ketika ditanya tentang gagasan tembok di perbatasan Eropa, yang diusulkan oleh beberapa pemimpin Uni Eropa, Zemmour mengatakan dia turut mendukungnya.

Selanjutnya, Zemmour mengatakan kepada saluran CNews pada September tahun lalu terkait migran anak-anak. “Pencuri, pembunuh, mereka pemerkosa. Itu saja mereka. Kita harus mengirim mereka kembali,” ucap ¬†Eric Zemmour

Sementara itu, Regulasi pelarangan jilbab dalam kompetisi olahraga di Prancis menjadi topik perbincangan baru-baru ini. RUU itu, yang diterima di Senat Prancis pada 18 Januari, akan diputuskan di Majelis Nasional.

Penentang proposal memprotes undang-undang tersebut. Sebelumnya, polisi Paris membatalkan demonstrasi yang direncanakan menentang larangan jilbab, dengan alasan dapat membahayakan ketertiban umum. Kelompok yang mengorganisir demonstrasi, Headscarves Collective, mengajukan pengaduan ke pengadilan.

Pengadilan Administratif Paris mencabut larangan tersebut dengan alasan bahwa kebebasan protes telah dilanggar secara serius. Pengadilan juga mendenda Kepala Polisi Paris, yang mencegah demonstrasi. ***

Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Restoran di China Kebakaran, 17 Orang Tewas

28 September 2022 - 23:21 WIB

Curhat Pilu Pemilik Penis Terbesar di Dunia, Takut Kesakitan

28 September 2022 - 20:18 WIB

penis terbesar di dunia

Takut Disuruh Wajib Militer, AS Suruh Warganya Tinggalkan Rusia

28 September 2022 - 20:09 WIB

Tagar #ChinaCoup Trending di Twitter, Tersebar Rumor Xi Jinping Dikudeta

28 September 2022 - 19:02 WIB

Uji Pertahanan Planet, Pesawat Antariksa NASA Tabrak Asteroid

28 September 2022 - 06:12 WIB

pesawat antariksa NASA

Sempat Galau! Akhirnya Negara Ini Legalkan Pernikahan Sesama Jenis

27 September 2022 - 23:39 WIB

Trending di Internasional