Karnataka Memaksa Dosen Melepas Jilbab, Dosen Mengundurkan Diri

Menu

Mode Gelap
Info Gempa Terkini di Indonesia, Rabu 7 Desember 2022 Lokasi SIM Keliling Kota Bogor, Rabu 7 Desember 2022 Perpanjang SIM Kabupaten Bogor, Berikut Harga dan Lokasinya Usai Depak Korsel, Vinicius Berharap Bisa Menari sampai Final Piala Dunia Ramalan Cuaca Kota Bogor Hari Ini, Rabu 7 November 2022

Internasional · 19 Feb 2022 09:56 WIB

Karnataka Memaksa Dosen Melepas Jilbab Saat Mengajar, Dosen Mengundurkan Diri


 Seorang Dosen Lebih Memilih memakai Hijab saat Mengajar.(sindo/Bogordaily.net) Perbesar

Seorang Dosen Lebih Memilih memakai Hijab saat Mengajar.(sindo/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Karnataka, kembali memperkeruh keadaan. Setelah melarang mahasiswi menggunnakan jilbab saat kegiatan mengajar, kini seorang dosen bahasa Inggris, diminta untuk menanggalkan jilbabnya ketika menajar di distrik Tumakuru, Karnataka, India,  Jumat 18 Februari 2022.

Atas insiden tersebut, dosen baha Ingris tersebut, memilih mengundurkan diri. Karena sebagai wanita muslim, harga dirinya seperti diinjak-injak.

“Ini masalah harga diri saya. Saya tidak bisa mengajar tanpa hijab,” kata Chandini setelah berhenti.

Ia berujar, telah bergabung dengan Jain PU College selama tiga tahun. Selama itu pula, tidak ada yang pernah mempermasalahkan jilbabnya

“Saya (biasanya)  bekerja dengan normal dengan mudah. ​​Tapi, kemarin kepala sekolah saya menelepon saya dan memberi tahu saya bahwa kelas harus dilakukan tanpa hijab atau syiar agama apapun. Itu melukai harga diri saya dan saya tidak mau lagi bekerja di kampus itu. Makanya saya mengundurkan diri secara sukarela,” ungkapnya dilansir dari The Gulf Today, Sabtu 19 Februari 2022.

Dalam surat pengunduran dirinya Chandini mengatakan bahwa dia mengundurkan diri karena diminta untuk melepas jilbabnya yang telah dia kenakan selama tiga tahun di kampus. “Hak untuk beragama adalah hak konstitusional yang tidak dapat disangkal oleh siapa pun.” ujarnya.

“Saya mengutuk tindakan tidak demokratis Anda,” sambungnya.

Pihak Otoritas perguruan tinggi menolak berkomentar tentang masalah ini. Perselisihan hijab di Karnataka telah berubah menjadi kontroversi besar. Di seluruh negara bagian, mahasiswa mulai bergejolak dan memprotes keputusan manajemen perguruan tinggi yang menolak izin untuk menghadiri kelas dengan mengenakan jilbab.

Pengadilan masih membahas masalah ini, tetapi pemerintah telah menyatakan bahwa setelah putusan, akan keluar aturan khusus tentang penggunaan jilbab di kampus-kampus.

Perguruan tinggi Aligarh melarang masuknya siswa yang tidak berseragam. Perguruan Tinggi Dharma Samaj di Aligarh juga melarang masuknya siswa tanpa seragam yang ditentukan. Arahan itu datang dua hari setelah sekelompok mahasiswa yang mengenakan selendang kunyit mengadakan protes di kampus, menuntut larangan ‘hijab’ di lingkungan kampus.

Kepala perguruan tinggi, Dr Raj Kumar Verma, mengatakan, mengingat disiplin perguruan tinggi, pemerintah telah mengeluarkan pemberitahuan terkait hal ini.

“Kami tidak akan mengizinkan masuknya mahasiswa dengan wajah tertutup, karena beberapa mahasiswa baru-baru ini terlihat mengenakan jilbab dan burqa di kampus,” katanya.***

 

 
Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Kecelakaan Mobil Porsche di Jerman yang Mengerikan, Kepala Sopirnya Copot

7 Desember 2022 - 16:46 WIB

Kecelakaan Mobil Porsche di Jerman yang Mengerikan, Kepala Sopirnya Copot

Masjid di Hebron Dihancurkan Pasukan Israel

7 Desember 2022 - 15:01 WIB

Hongaria Ogah Melatih Pasukan Ukraina

7 Desember 2022 - 10:08 WIB

Hongaria

Ngeri! Perampok Gasak Emas 200 Kilogram di Korut

6 Desember 2022 - 23:50 WIB

bunuh diri di Mal Kuningan

Pesawat Ukraina Serang Lapangan Udara, Tiga Tentara Rusia Tewas

6 Desember 2022 - 12:07 WIB

Pesawat Ukraina

Wanita Ini Miliki Nama Terpanjang di Dunia, Terdiri dari 1.019 Huruf

6 Desember 2022 - 10:23 WIB

nama terpanjang di dunia
Trending di Internasional