Melongok Aktivitas Doni Monardo yang Kini Jadi Ketua Umum PPAD

Menu

Mode Gelap
Pakai Mobil Mercy, Perempuan Ini Maling Cokelat di Minimarket Gereja di Mesir Kebakaran, 41 Tewas Termasuk 18 Anak-anak Jadwal dan Lokasi Sim Keliling Kota Bogor, Senin 15 Agustus 2022 Pencuri Jadi Bulan-bulanan Warga, Sempat Todong Pistol Bharada E Dipastikan Aman di Rutan Bareskrim Polri

Tokoh · 11 Feb 2022 07:58 WIB

Melongok Aktivitas Doni Monardo yang Kini Jadi Ketua Umum PPAD


 Ketua Umum PPAD (Persatuan Purnawirawan TNI AD) Letjen TNI (Purn) Doni Monardo. (Alfian Winanto/Suara.com) Perbesar

Ketua Umum PPAD (Persatuan Purnawirawan TNI AD) Letjen TNI (Purn) Doni Monardo. (Alfian Winanto/Suara.com)

Bogordaily.net–Letjen TNI (Purn) Doni Monardo dikenal luas masyarakat terutama sebagai Ketua Satgas Penanganan Pandemi Covid-19 (Satgas Covid-19). Ia juga pernah menjabat Kepala BNPB dan deretan jabatan lainnya di militer di antaranya Danjen Kopassus, Pangdam XVI/Pattimura, dan Pangdam III/Siliwangi.

Kini, Doni telah pensiun dan dikukuhkan sebagai Ketua Umum Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) masa bakti 2021-2026. Bertempat di Gedung AH Nasution, Mabes TNI Angkatan Darat, Jakarta, Selasa, 8 Februari 2022 lalu, sebuah acara khusus diikuti para purnawirawan TNI AD. Di sela-sela acara tersebut, Suara.com berkesempatan mewawancarai Doni Monardo terkait aktivitasnya. Berikut petikan wawancara Doni dengan Suara.com seperti dilansir Bogordaily.net.

Boleh diterangkan apa itu PPAD dan apa saja kegiatannya selama ini?

Organisasi yang membawahi atau mengorganisir pensiunan TNI AD. Nah, kegiatannya lebih banyak pada kegiatan sosial. Sebagian dari pengurus juga ada yang menjadi bagian dari partai politik. Ketika kami sudah dipilih secara aklamasi pada 14 Desember tahun lalu 2021, kami sepakat bahwa kita fokus untuk urusan kesejahteraan. Karena lembaga politik sudah ada, ada partai politik, kita bicara ideologi dan konstitusi itu juga sudah ada, ya, jadi kita ingin agar hal-hal yang berhubungan dengan postpriority ini menjadi fokus kita ke depan.

Dan mengelola sumber daya yang ada di daerah itu menurut saya sesuatu yang sangat mulia. Karena banyak produk-produk alam kita, hasil alam, hasil pertanian itu pada akhirnya tidak bisa dinikmati oleh para petani dan juga nelayan.

Saya berkunjung ke beberapa daerah, nelayan kita itu kadangkala panen dengan jumlah yang sangat besar tetapi ikannya tidak bisa dijual ya akhirnya mohon maaf jadi sia-sia.

Lewat pelatihan atau kerja sama perbankan, kerja sama dengan perusahaan lainnya, kita bisa mendorong untuk produk-produk mentah ini menjadi barang jadi, ya paling tidak setengah jadi. Sehingga punya nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Contoh misalnya, ikan tuna. Itu kalau misalkan lagi panen jumlahnya besar sekali dan masyarakat nelayan tidak semuanya memahami bahwa ikan tuna itu kalau dikelola, dimanfaatkan itu bisa menjadi ikan kaleng dan teknologi yang tidak terlalu tinggi itu bisa dimanfaatkan.

Apalagi ada desa. Nah, ini tugas kami ke depan adalah memfasilitasi agar para nelayan ini mendapatkan pelatihan dan hasilnya itu bisa ditawarkan lewat e-commerce. Ada sejumlah e-commerce sudah mencoba untuk bekerja sama dengan PPAD dan ketika pemasarannya nanti lewat ecommerce maka pasar akan lebih besar terbuka termasuk juga ke depan bagaimana PPAD bisa membantu menjembatani dengan travel-travel untuk kegiatan umrah, haji yang jumlahnya sangat banyak.

Sehingga makan-makanan lokal kita yang berasal dari nelayan, dari warga masyarakat itu bisa dimanfaatkan oleh para jamaah umrah, haji dan ini saling menguntungkan di banyak hal.

Termasuk juga produk-produk yang berhubungan dengan atsiri, aromaterapi itu banyak bahan baku dari negara kita yang selama ini dijual ke luar negeri dengan bentuk mentah dan kita mendorong mempertemukan dengan para pakar, dengan ahli-ahli di bidang atsiri yang ini bisa dikelola menjadi produk yang lebih bernilai tinggi, ya. Bisa diekspor ke Eropa, Amerika, dan Asia Timur dan bisa menjadi bahan parfum, bisa menjadi bahan untuk farmasi dan juga untuk kosmetik, begitu banyak, ya, potensi yang bisa kita kembangkan.

Berarti nanti ke depannya para purnawirawan ini dilatih sebagai entrepreneur?

Ya, harus mendapatkan pelatihan. Jadi ada yang sudah jalan dengan kegiatan dunia usahanya, sudah jalan. Nah, kita minta mereka membina atau menjadi orangtua angkat bagi purnawirawan yang belum.

Kemudian kita juga sudah menyampaikan pesan kepada pimpinan angkatan darat bahwa mereka akan pensiun 1-2 tahun dan itu disiapkan untuk belajar tentang kewirausahaan. Sehingga ketika mereka pensiun mereka sudah tidak kagok lagi dan bisa start dengan pilihan dunia usaha yang diinginkan.

Kalau menurut Pak Doni, bagaimana kondisi kesejahteraan para purnawirawan saat ini?

Masih banyak yang tenaga pikirannya masih sangat… apa namanya, masih sangat baik, ya, relatif masih muda, ya. Pensiun untuk bintara tamtama itu 53 tahun, relatif masih produktif.

Kita mendorong mereka untuk bisa mencari sebuah cara agar bisa menghidupi dirinya agar sejahtera dan juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Sedangkan yang perwira usia pensiun 58 tahun dan tetap itu juga masih cukup energik, masih punya potensi untuk berkarya kepada negara, kepada bangsa lewat dunia usaha.

Nah, kalau ini semua bisa bergerak, PPAD para purnawirawan bisa membantu menjembatani. Ya, karena jumlah PPAD ini mencapai ratusan ribu orang.

Se-Indonesia berarti?

Iya, se-Indonesia. Jadi hampir 200 ribu orang. Nah, kalau ini diberdayakan, tadi sudah ada pembicaraan dengan bank, perbankan, dengan Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia) juga sejumlah pihak lainnya. BUMN juga. Ini sebuah kekuatan yang dahsyat. Kenapa? Setelah pensiun waktunya kan relatif banyak. Nah ini jangan sampai waktu yang ada itu jadi sia-sia karena tidak diberikan kesempatan untuk mengelola sebuah program di wirausaha.

Saat ini ketika sudah pensiun dan menjadi ketua PPAD, bagaimana perasaan Bapak?

Awal mulanya saya juga berusaha untuk minta waktu cukup lama beberapa bulan saya mencoba untuk menyiapkan apakah saya memilih apa tidak. Nah, selama periode menunggu jawaban dari saya kepada waktu itu yang menawarkan lah ketua lama bapak Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri saya berkonsultasi dengan sejumlah teman-teman saya dan semuanya mengatakan bapak terima saja agar ini adalah bagian daripada pengabdian dan perjuangan lebih lanjut setelah tidak lagi menjadi prajurit TNI itu. Jadi pada akhirnya saya memilih menerima itu.

Bagiamana dengan keluarga di rumah terkait kesibukan baru Bapak yang sudah pensiun?

Awalnya seperti itu keluarga sempat memberikan pandangan kepada saya. Udah pensiun, nikmatin-lah pensiun, ngapain lagi kerja. Tapi pada akhirnya saya tidak bisa menolak karena permintaan dan juga dorongan dari teman-teman saya untuk bisa menerima. Kemudian di luar itu juga sejumlah senior menyampaikan pesan kepada saya bahwa ada satu hal yang selama ini mungkin kurang begitu mendapatkan perhatian dari apa namanya organisasi yang berhubungan dengan kesejahteraan.

Apa pesan untuk seluruh purnawirawan (anggota) PPAD?

Ya, purnawirawan angkatan darat di mana pun berada, mari kita bekerja sama dengan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, akademisi, lembaga pendidikan, dunia usaha dan juga semua komunitas dan juga media di mana kita menjadi bagian yang tidak terpisahkan di dalam pembangunan bangsa di bidang ekonomi.

Bangsa yang kuat adalah bangsa yang ekonominya kuat, bangsa yang rakyatnya sejahtera. Dan kita baru bisa sejahtera, baru ekonomi kita kuat kalau kita ada program di bidang wirausahawan. Jangan biarkan potensi yang ada ini terlalui atau terlewatkan begitu saja. Dan bapak-ibu para purnawirawan, apabila Anda mampu menciptakan lapangan kerja apalagi dalam situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, maka saya katakan Anda adalah bagian dari pahlawan-pahlawan yang bisa membantu masyarakat dan bangsa Indonesia sehingga bisa ke luar dari kesulitan khususnya selama pandemi Covid-19 sekarang ini.***

Artikel ini telah dibaca 300 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Profil dan Biografi Sri Sultan Hamengkubuwono IX Bapak Pramuka Indonesia

15 Agustus 2022 - 11:57 WIB

Hadi Matar, Si Penikaman Novelis Salman Rushdie

14 Agustus 2022 - 20:18 WIB

Profil Salman Rushdie, Penulis yang Ditikam di AS

14 Agustus 2022 - 13:42 WIB

Salman Rushdie

Mengenal Sultan Hamengkubuwana IX, Bapak Pramuka Indonesia

13 Agustus 2022 - 18:59 WIB

Sosok Gudfan Arif Ghofur, Bendahara Umum PBNU Gantikan Mardani Maming

13 Agustus 2022 - 15:33 WIB

Profil Bima Sakti, Arsitek Timnas U-16 yang Jadi Juara AFF 2022

12 Agustus 2022 - 23:47 WIB

Trending di Tokoh