PBNU Menyayangkan Sikap Aparat Dalam Menangani Warga Desa Wadas

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Cek Harganya! Kecelakaan, Dua Pengendara Motor Terjatuh dari Flyover Pademangan Cara Beli Tiket Kereta Promo KAI 17 Agustus 2022 Cek Lokasi Sim Keliling, Senin 8 Agustus 2022 Ramalan Cuaca Kota Bogor Hari Ini, Senin 8 Agustus 2022

Nasional · 10 Feb 2022 14:17 WIB

PBNU Menyayangkan Sikap Aparat Dalam Menangani Warga di Desa Wadas


 Enam Anggota Polisi Masih Menjalani Pemeriksaan oleh Polda Jawa Tengah.(cnn/Bogordaily.net) Perbesar

Enam Anggota Polisi Masih Menjalani Pemeriksaan oleh Polda Jawa Tengah.(cnn/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Kasus kekerasan dalam menangani warga di Desa Wadas, yang menolak penambangan batu andesti untuk proyek bendungan di Kecamatan Bener pada Senin lalu, membuat Pengurus Nadhlatul Ulama (PBNU) turut prihatin.

PBNU berharap pemerintah menjadikan kasus ini sebagai evaluasi. Terutama bagi aparat keamanan agar selalu mengutamakan cara yang humanis dan jangan dengan kekerasan.

“PBNU meminta kepada seluruh aparat keamanan dan aparat pemerintah agar menggunakan pendekatan dialog yang humanis dengan mengedepankan prinsip musyawarah (syûra) dan menghindarkan cara-cara kekerasan yang merugikan para pihak dan menimbulkan mafsadah (kerusakan),” ujar Ketua PBNU, KH Ahmad Fahrur Rozi, di Jakarta, Kamis 10 Februari 2022.

Fahrur Rozi mengatakan, PBNU juga mengimbau kepada semua pihak agar selalu mengedepankan semangat persaudaraan dan kemanusiaan dalam menyelesaikan segala permasalahan.

Dengan cara ini, dia yakin akan menghasilkan solusi yang bisa diterima banyak pihak tanpa merendahkan nilai-nilai hak asasi manusia.

Bendungan yang bakal dibangun di Kecamatan Bener diakui merupakan salah satu proyek strategis nasional. Melihat pentingnya proyek ini, sambung KH Fahrur Rozi, PBNU mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk lebih meyakinkan masyarakat mengenai proyek strategis ini dan kemaslahatannya bagi masyarakat umum.

Sementara itu, Wakil Sekjen PBNU, Abdul Qodir, menambahkan  yang juga lebih penting, pemerintah harus memastikan tidak adanya potensi kerusakan lingkungan hidup dan sumber daya alam dalam pelaksanaan proyek ini.

“PBNU akan senantiasa memantau perkembangan situasi dan mendampingi warga di Desa Wadas untuk memastikan tidak terjadinya perampasan hak-hak masyarakat dan terpenuhinya keadilan bagi masyarakat,” tandas Abdul Qodir.

Menyusul terjadinya insiden pada Senin lalu, PBNU meminta warga NU di Desa Wadas untuk bisa menahan diri dan tidak mudah terpancing provokasi pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.

Warga Nahdliyin juga diminta untuk memperbanyak dzikir dan beribadah kepada Allah SWT agar kemelut ini segera mendapat solusi terbaik.

“Kami telah menginstruksikan kepada PCNU Kabupaten Purworejo agar melakukan langkah-langkah yang diperlukan guna menjaga situasi masyarakat tetap kondusif,” kata Abdul Qodir.

 

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Sambut HUT Kemerdekaan RI ke-77, Pegadaian Adakan Pembebasan Bunga 0 Persen

8 Agustus 2022 - 20:34 WIB

pegadaian

Presiden Jokowi Minta Kasus Brigadir J Dituntaskan Secara Terbuka

8 Agustus 2022 - 19:20 WIB

Jokowi ASEAN Para Games

Dengar Arahan Jokowi, Pemprov NTT Tunda Kenaikan Tarif Masuk Pulau Komodo

8 Agustus 2022 - 15:29 WIB

tarif pulau komodo

Dompet Dhuafa Ajak Ratusan Yatim Eduwisata di Ancol

8 Agustus 2022 - 12:26 WIB

dompet dhuafa eduwisata

Angka Janda dan Duda di Pangandaran Capai Angka 32 Ribu

8 Agustus 2022 - 11:46 WIB

Kronologi Tewasnya Brigadir J Rekayasa? Ini Kata Kuasa Hukum Bharada E

8 Agustus 2022 - 11:45 WIB

Trending di Nasional