Pemerintah Inggris Mencabut Aturan Isolali Mandiri Warga Yang Terpapar

Menu

Mode Gelap
FIFA Resmi Umumkan Jadwal Kick-off Piala Dunia 2022 Dimajukan Hari Ini Harga Emas Antam Turun Rp 5.000 Per Gram Diserang Kelompok ADF, 800 Napi Penjara di Kongo Timur Kabur Jangan Telat Perpanjang Sim, Cek di Sini Lokasinya! Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK

Internasional · 21 Feb 2022 18:14 WIB

Pekan Depan, Pemerintah Inggris Akan Mencabut Aturan Isolasii Mandiri Bagi Warga Yang Terpapar Covid-19


 Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Hidup Berdampingan Dengan Covid-19.(detik/Bogordaily.net) Perbesar

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Hidup Berdampingan Dengan Covid-19.(detik/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Inggris akan menerapkan hidup bersama Covid-19. Mulai pekan depan, Pemerintah Inggris, berencana mencabut aturan wajib isolasi mandiri bagi orang-orang yang tepapar Covid-19.

Pencabutan wajib isolasi secara hukum merupakan bagian dari rencana pemerintahan Perdana Menteri Boris Johnson untuk hidup bersama Covid.

“Kami telah mencapai tahap di mana kami pikir Anda dapat mengalihkan keseimbangan dari mandat negara, jauh dari melarang tindakan tertentu, memaksa tindakan tertentu, demi mendorong tanggung jawab pribadi,” ujar Johnson dalam sebuah wawancara dengan BBC pada Minggu, 20 Februari 2022.

Johnson diperkirakan akan memberikan paparan rincian rencana tersebut di hadapan parlemen pada Senin, 21 Februari 2022.

Namun, Global News melaporkan, rencana Johnson mendapatkan penolakan dari sejumlah penasihat ilmiah pemerintah yang khawatir langkah tersebut berisiko dan memicu lonjakan infeksi dan memunculkan varian baru yang lebih ganas

“Johnson menyatakan kemenangan sebelum perang usai,” kata jurubicara bidang kesehatan partai oposisi, Wes Streeting.

Di samping itu, publik Inggris juga dikejutkan dengan terinfeksinya Ratu Elizabeth II pada Minggu. Meski Istana Buckingham menyebut ratu 95 tahun itu hanya mengalami gejala ringan seperti pilek.

Sejak Januari, pemerintahan konservatif Johnson telah mencabut sebagian besar pembatasan Covid-19, termasuk menghapus paspor vaksin hingga mencabut aturan wajib masker.

Sekarang pemerintah konservatif mengatakan akan menghapus semua peraturan Covis domestik yang tersisa yang membatasi kebebasan publik sebagai bagian dari beralih dari intervensi pemerintah ke tanggung jawab pribadi.

Persyaratan hukum untuk mengisolasi setidaknya selama lima hari setelah tes positif Covid-19 akan diganti dengan tindakan imbauan.

“Covid tidak akan tiba-tiba hilang, dan kita perlu belajar untuk hidup dengan virus ini dan terus melindungi diri kita sendiri tanpa membatasi kebebasan kita,” kata Johnson.

Selain itu, para ilmuwan juga memperingatkan agar tidak membatalkan tes virus corona cepat gratis, yang telah didistribusikan jutaan orang selama pandemi. Pejabat kesehatan mengatakan pengujian massal telah memainkan peran penting dalam memperlambat penyebaran virus.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Paspor Baru Tanpa Kolom Tanda Tangan, Jerman Tolak WNI

13 Agustus 2022 - 19:09 WIB

Sekongkol dengan Paranormal, Perempuan Ini Menipu Ibu Kandungnya Hingga Rp2,53 Triliun

13 Agustus 2022 - 09:20 WIB

menipu

Diduga Pemicu Kanker, Bedak Bayi Johnson & Johnson Akan Berhenti Produksi

13 Agustus 2022 - 08:30 WIB

Alami Kekeringan, Inggris Lakukan Pembatasan Penggunaan Air di Beberapa Rumah

13 Agustus 2022 - 08:17 WIB

Inggris Kekeringan

Adik Kim Jong Un Ancam Balas Biang Kerok Covid-19, Korsel Siaga

12 Agustus 2022 - 15:21 WIB

Google Luncurkan Situs untuk Bantu Anak Belajar Membaca

12 Agustus 2022 - 12:35 WIB

belajar membaca
Trending di Internasional