Pakistan Panggil Kuasa India Terkait Pelajar Dilarang Gunakan Jilbab

Menu

Mode Gelap
Rincian Harga Emas di Pegadaian Senin, 26 September 2022 Cepat dan Mudah, Berikut Lokasi Perpanjang SIM Kota Bogor Hari Ini Heboh Rumor Xi Jinping Dikudeta, Jadi Tahanan Rumah Bertambah, Kasus Positif Covid-19 di Tanah Air Capai 1.411 Pasien 5 Penyakit yang Wajib Diwaspadai Saat Musim Hujan

Internasional · 10 Feb 2022 14:45 WIB

Pemerintah Pakistan Panggil Kuasa Usaha India Terkait Pelajar Mulism Wanita Dilarang Gunakan Jilbab


 Pemerintah Pakistan Memanggil Kuasa Usaha India di Kantor Luar Negeri (FO), Rabu Lalu. (kompas/Bogordaily.net) Perbesar

Pemerintah Pakistan Memanggil Kuasa Usaha India di Kantor Luar Negeri (FO), Rabu Lalu. (kompas/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Kasus pelajar perempuan muslim di Negara bagian Karnataka India, yang dilarang menggunakan Jilbab saat kegiatan sekolah, mendapat perhatian dari Pemerintah Pakistan.

Pemerintah Pakistan memanggil Kuasa Usaha India di Kantor Luar Negeri (FO), Rabu lalu. Pertemuan dilakukan untuk menyampaikan keprihatinan dan kecaman serius atas tindakan tercela di Negara Bagian Karnataka India, yang melarang pelajar perempuan Muslim mengenakan jilbab.

“Diplomat India didesak menyampaikan kepada Pemerintah India keprihatinan ekstrem Pakistan atas kampanye anti-hijab, yang dipelopori oleh gabungan RSS-BJP di Karnataka. Kejadian ini merupakan bagian dari agenda eksklusionis dan mayoritas lebih besar, dengan tujuan yang tidak manusiawi dan menjelekkan wanita Muslim,” kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan, dikutip di Business Recorder, Kamis 10 Februari 2022.

Pakistan juga menyampaikan intoleransi agama, stereotip negatif, stigmatisasi, dan diskriminasi terhadap Muslim di India terus berlanjut, bahkan setelah hampir dua tahun kerusuhan Delhi yang mengerikan, yang merenggut nyawa 50 Muslim tak berdosa pada Februari 2020.

FO menambahkan, Pakistan juga khawatir dengan keheningan yang memekakkan telinga dari kepemimpinan BJP serta tidak adanya tindakan nyata terhadap para pendukung Hindutva, yang baru-baru ini secara terbuka menyerukan genosida Muslim di Dharam Sansad, Haridwar, Uttarakhand.

“Juga ditekankan Pemerintah India harus memenuhi tanggung jawabnya meminta pertanggungjawaban para pelaku pelecehan terhadap perempuan di Karnataka dan mengambil langkah-langkah yang memadai untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kesejahteraan perempuan Muslim,” demikian lanjutan pernyataan itu.

Lebih lanjut, diplomat India didesak untuk mengesankan Pemerintah India agar mengambil tindakan segera terhadap para pelaku dan pendukung kekerasan anti-Muslim di negara bagian Assam, Tripura, Gurugram, dan Uttarakhand dan membawa keadilan bagi para korban kerusuhan Delhi.

Pernyataan itu menyebutkan Pakistan menyerukan kepada masyarakat internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan OKI, terutama perangkat hak asasi manusianya untuk menyadari tingkat Islamofobia yang mengkhawatirkan di India dan membujuk otoritas India untuk mencegah pelanggaran hak asasi manusia sistematis terhadap minoritas di India.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Masjid Nigeria Diserang Geng Bersenjata Saat Shalat Jumat

26 September 2022 - 12:09 WIB

masjid Nigeria

Swiss Musnahkan 10 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Moderna yang Kadaluwarsa

26 September 2022 - 11:26 WIB

Musnahkan vaksin

Takut Direkrut Jadi Pasukan Perang, Warga Rusia Kabur Massal

26 September 2022 - 08:46 WIB

warga rusia kabur

Heboh Rumor Xi Jinping Dikudeta, Jadi Tahanan Rumah

26 September 2022 - 06:07 WIB

Xi Jinping dikudeta

Jepang Dihantam Topan Talas, Aliran Air dan Listrik Padam

25 September 2022 - 16:01 WIB

Mahsa Amini Tewas Gegara Aturan Hijab, Apa Itu Polisi Moral Iran?

25 September 2022 - 09:00 WIB

Trending di Internasional