Bogordaily.net – Polemmik perayaan Hari Valentine memang kerap menjadi kontroversi. Momen yang jatuh pada 14 Februari itu dianggap kurang sesuai dengan budaya Indonesia. Bahkan tagar #ValentinHariMaksiat menggema kencang di Twitter pagi ini, Senin 14 Februari 2022.
Ya, banyak netizen menyerukan #ValentinHariMaksiat sebagai bentuk penolakan akan hari kasih sayang tersebut. Hari Valentine dianggap tidak sesuai dengan ajaran agama tertentu dan bahkan bisa merusak keyakinan dalam beragama.
Akun Twitter @kupunyakucing3 bahkan membagikan foto yang berisi 6 kerusakan akibat Hari Valentine. Poin-poinnya antara lain:
1. Meniru orang kafir,
2. Merayakan dan menghadirinya bukan ciri orang beriman
3. Merayakannya berarti mengagungkan tokoh Valentine yang merupakan seorang tokoh agama tertentu
4. Ucapan selamat Valentine berakibat terjerumus dalam syirik dan maksiat
5. Hari kasih sayang menjadi hari semangat berzina
6. Meniru perbuatan setan
Lalu, netizen lain yang menggemakan #ValentinHariMaksiat yaitu @Meydie** menganggap bahwa sebaiknya seorang Muslim tidak ikut-ikutan merayakan Hari Valentine.
“Saya Muslim. Valentine? Say no Valentine day! #ValentineHariMaksiat,” tulisnya di Twitter. Unggahannya cukup menyita perhatian netizen lain dengan 201 likes didapat dan 49 netizen lain membagikan unggahan yang diselipkan foto tersebut.
“#ValentinHariMaksiat menjadi trending topik di Twitter setelah Ustadz Abdul Somad mengklaim bahwa, Hari Valentine adalah hari zina Internasional yang mana itu tidak perlu dirayakan,” tulis akun tersebut.
Sebelumnya, beredar pernyataan Ustadz Abdul Somad membahas Hari Valentine. Dalam tayangan Youtube berjudul ‘Hukum Merayakan Hari Valentine dan Sejarahnya’ yang tayang empat tahun lalu, UAS, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa kata Valentine berasal dari nama Santo Valentino yang artinya orang suci.
Dalam pernyataannya juga UAS menerangkan bahwa Santo Valentino ini adalah sosok yang membebaskan tentara yang sedang bercinta hingga akhirnya dia dibunuh. Nah, kematian Santo Valentino ini yang kemudian menurut UAS dijadikan momentum Hari Valentine.
“Tapi ternyata, nanti tanggal 14 Februari itu adalah hari zina Internasional. Di malam itu, semua orang keluar dengan pasangannya bahkan hotel-hotel di Pekanbaru pasang harga promo ‘malam cinta setengah harga plus sarapan pagi’,” kata UAS.
UAS kemudian mengimbau kepada jamaahnya untuk membuat pengajian di masjid-masjid pada 14 Februari.
“Pengajian menolak kemungkaran,” kata UAS di video tersebut.***