Protes Invasi ke Ukraina, Tiga Ribu Warga Rusia Ditangkap

Menu

Mode Gelap
Rincian Harga Emas di Pegadaian Senin, 26 September 2022 Cepat dan Mudah, Berikut Lokasi Perpanjang SIM Kota Bogor Hari Ini Heboh Rumor Xi Jinping Dikudeta, Jadi Tahanan Rumah Bertambah, Kasus Positif Covid-19 di Tanah Air Capai 1.411 Pasien 5 Penyakit yang Wajib Diwaspadai Saat Musim Hujan

Internasional · 27 Feb 2022 20:09 WIB

Protes Invasi ke Ukraina, Tiga Ribu Warga Rusia Ditangkap


 Situasi di Ukraina memanas sejak invasi Rusia. (Photo by Sergei Supinsky/AFP/CNN Indonesia/Bogordaily.net) Perbesar

Situasi di Ukraina memanas sejak invasi Rusia. (Photo by Sergei Supinsky/AFP/CNN Indonesia/Bogordaily.net)

Bogordaily.net–Sekitar tiga ribu warga Rusia ditangkap lantaran melakukan aksi protes terhadap serangan militer ke Ukraina. Mereka menolak keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengerahkan pasukan untuk menyerang Ukraina.

Para demontrasi telah melakukan aksinya sejak Jumat, 25 Februari 2022 lalu. Setidaknya 1.700 warga Rusia ditangkap di 53 kota Rusia. Meski banyak yang ditangkap, demonstrasi memprotes perang Rusia dan Ukraina ini terus berlanjut hingga Sabtu, 26  Februari 2022, muncul gambar petugas polisi menahan pengunjuk rasa di St Petersburg dan Moskow, baik pria maupun wanita.

Dilansir CNN Indonesia dari Metro, dalam sebuah gambar tampak polisi di St Petersburg membawa pergi seorang wanita muda yang membawa tas hitam dengan tulisan, ‘Tidak ada perang’.

Menurut laporan dari organisasi hak asasi manusia Rusia, OVD Info setidaknya tiga ribu orang telah ditahan oleh kepolisian atas protes anti perang tersebut. Demo tersebut dilaporkan di lebih dari 30 kota di Rusia. Kepolisian Rusia juga menindak protes anti perang dan mengingatkan demonstrasi tidak berizin adalah ilegal.

Melansir dari Forbes, untuk menghindari polisi, beberapa pengunjuk rasa Rusia memilih untuk menggelar protes satu orang di Moskow dan alun-alun kota lainnya, dan beberapa lainnya turun ke jalan dalam kelompok-kelompok kecil untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain.

Protes anti perang juga tak hanya berlangsung di jalan, melainkan di media sosial, bahkan oleh sejumlah tokoh terkemuka Rusia. Lisa Peskova, putri juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, memposting ke Instagram dalam bahasa Rusia ‘Tidak untuk perang.’

Sementara itu dalam sebuah rekaman pidato yang dibagikan di Facebook, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berterima kasih kepada para pengunjuk rasa anti-perang di Rusia.

“Kepada semua warga Federasi Rusia yang keluar untuk memprotes, saya ingin mengatakan kami melihat Anda. Itu artinya Anda mendengar kami,” katanya.

Seperti diberitakan perang Rusia dan Ukraina telah berlangsung sejak Kamis, 24 Februari 2022 dan menyebabkan 198 korban tewas dan lebih dari 1.000 orang mengalami luka-luka.

Serangkaian ledakan dilaporkan terjadi di Ukraina di tengah invasi yang dilakukan Rusia pada negara tersebut. Salah satu ledakan terpantau berasal dari pipa gas alam di Kharkiv.

Sementara itu Minggu, 27 Februari 2022 Dinas Komunikasi Khusus dan Perlindungan Informasi Ukraina menyebut armada tempur Rusia meledakkan pipa gas alam di kota Kharkiv, Ukraina. Ledakan pipa gas ini cukup besar dan tampak menampilkan siluet jamur di udara.

Laporan dari Reuters belum mengungkap seberapa krusial keberadaan pipa tersebut dan apakah ledakan itu dapat mengganggu pengiriman gas ke luar kota atau ke luar negeri.

Ukraina diketahui masih mengirimkan gas alam ke sejumlah negara Eropa meski tengah berada dalam situasi perang. Selain ledakan di Kharkiv, ledakan besar juga dilaporkan terjadi di ibu kota Ukraina, Kiev.

Serangkaian ledakan dilaporkan terdengar di sebelah barat pusat ibukota Ukraina Kiev. Seorang koresponden Reuters menyebut ledakan terjadi beberapa menit setelah sirene serangan udara berbunyi di wilayah tersebut.

Tak hanya di Kiev, media lokal Ukraina melaporkan ledakan terjadi di sebuah kota dekat Kiev. Di wilayah tersebut, ledakan bahkan disertai baku tembak.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Masjid Nigeria Diserang Geng Bersenjata Saat Shalat Jumat

26 September 2022 - 12:09 WIB

masjid Nigeria

Swiss Musnahkan 10 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Moderna yang Kadaluwarsa

26 September 2022 - 11:26 WIB

Musnahkan vaksin

Takut Direkrut Jadi Pasukan Perang, Warga Rusia Kabur Massal

26 September 2022 - 08:46 WIB

warga rusia kabur

Heboh Rumor Xi Jinping Dikudeta, Jadi Tahanan Rumah

26 September 2022 - 06:07 WIB

Xi Jinping dikudeta

Jepang Dihantam Topan Talas, Aliran Air dan Listrik Padam

25 September 2022 - 16:01 WIB

Mahsa Amini Tewas Gegara Aturan Hijab, Apa Itu Polisi Moral Iran?

25 September 2022 - 09:00 WIB

Trending di Internasional