Tiga Bangunan Kelas di Banten Ambruk, Akibat Pergeseran Tanah

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Cek Harganya! Kecelakaan, Dua Pengendara Motor Terjatuh dari Flyover Pademangan Cara Beli Tiket Kereta Promo KAI 17 Agustus 2022 Cek Lokasi Sim Keliling, Senin 8 Agustus 2022 Ramalan Cuaca Kota Bogor Hari Ini, Senin 8 Agustus 2022

Nasional ยท 28 Feb 2022 19:39 WIB

Tiga Bangunan Kelas Madrasah di Banten Ambruk, Akibat Pergeseran Tanah


 Kerugian Material Akibat Tiga Ruangan Kelas Roboh Diperkirakan Rp 300 Juta. (medcom/Bogordaily.net) Perbesar

Kerugian Material Akibat Tiga Ruangan Kelas Roboh Diperkirakan Rp 300 Juta. (medcom/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Curah hujan yang meningkat, menyebabkan pergeseran tanah di Kabupaten Lebak, Banten, dan mengakibatkan ambruk nya tiga ruangan kelas Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ar-Ribhatiyah Cikulur, pada Senin, 28 Februari 2022.

Ambruknya tiga bangunan kelas di Madrasah tersebut, tidak mengakibatkan korban jiwa. Bangunan rubuh karena curah hujan yang meningkat, yang mengakibatkan pergeseran tanah.

“Bangunan ruangan yang roboh itu terjadi Ahad dini hari setelah curah hujan cenderung meningkat,” kata Kepala MTs Ar-Ribathiyah Cikulur Kabupaten Lebak Nasrudin, Senin, 28 Februari 2022.

Kerugian material akibat tiga ruangan kelas roboh diperkirakan Rp 300 juta, namun saat ini kegiatan belajar mengajar (KBM) 35 persen pertemuan tatap muka (PTM), dan sisanya dengan sistem dalam jaringan (daring). Dampak tiga kelas roboh itu, tentu berharap adanya bantuan dari pemerintah karena siswa yang belajar di MTs setara SLTP 315 siswa dan Madrasah Aliyah (MA) setara SLTA 60 siswa.

MTs Ribathiyah yang dibangun 1983-an meluluskan ribuan siswa dan di antara alumninya menjadi seorang PNS, TNI, Polri, legislatif, ulama hingga pengusaha. “Semua siswa di sini gratis tanpa biaya karena ingin membangun pendidikan di pedalaman Lebak agar memiliki sumber daya manusia ( SDM) untuk kemajuan bangsa,” katanya.

Menurut dia, saat ini, kondisi ruangan kelas dipasang garis polisi agar masyarakat maupun siswa tidak memasuki kawasan MTs Ar-Ribathiyah. Hal ini karena kondisi tanah tidak stabil.

MTs Ar-Ribathiyah dengan 38 rumah warga lainnya terdampak bencana pergerakan tanah. Bahkan, warga di sini sudah empat hari terakhir ini mengungsi di tenda yang didirikan oleh relawan tagana Kabupaten Lebak.

“Kami berharap ruangan kelas yang roboh itu bisa kembali dibangun,” kata Nasrudin.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lebak Badrusalam mengatakan sudah melakukan pemantauan ke lokasi sekolah MTs Ar-Ribathiyah Cikulur.

“Kami mengusulkan kepada Kementerian Agama Pusat untuk mendapatkan pembangunan,” katanya.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Mengenal 3 Jenis Polisi Tidur Sesuai Standar Pemerintah

8 Agustus 2022 - 21:07 WIB

jenis polisi tidur

Disapa Netizen ‘Ibu Jendral’, Followers Polwan Cantik AKP Rita yang Diduga Dekat dengan Irjen Sambo Mirip Selebgram

8 Agustus 2022 - 21:00 WIB

Sambut HUT Kemerdekaan RI ke-77, Pegadaian Adakan Pembebasan Bunga 0 Persen

8 Agustus 2022 - 20:34 WIB

pegadaian

Presiden Jokowi Minta Kasus Brigadir J Dituntaskan Secara Terbuka

8 Agustus 2022 - 19:20 WIB

Jokowi ASEAN Para Games

Dengar Arahan Jokowi, Pemprov NTT Tunda Kenaikan Tarif Masuk Pulau Komodo

8 Agustus 2022 - 15:29 WIB

tarif pulau komodo

Dompet Dhuafa Ajak Ratusan Yatim Eduwisata di Ancol

8 Agustus 2022 - 12:26 WIB

dompet dhuafa eduwisata
Trending di Nasional