Ukraina-Rusia Siap Bertemu di Perbatasan Belarusia

Menu

Mode Gelap
Piala Dunia 2022: Link Live Streaming Polandia vs Argentina Piala Dunia 2022: Ghana Sikut Korea Selatan 3-2 Merosot, Ini Harga Emas per Gram Hari Ini Lagi, Gempa Susulan Guncang Cianjur 21 Kali dalam Semalam Lokasi, Harga dan Syarat Perpanjang SIM di Kabupaten Bogor

Internasional · 28 Feb 2022 00:18 WIB

Ukraina-Rusia Siap Bertemu di Perbatasan Belarusia


 Presiden Ukraina Zelenskiy. (via Reuters/Ukrainian Presidential Press Ser/CNN Indonesia) Perbesar

Presiden Ukraina Zelenskiy. (via Reuters/Ukrainian Presidential Press Ser/CNN Indonesia)

Bogordaily.net–Ukraina dan Rusia berencana melakukan pertemuan di perbatasan Belarusia dengan Ukraina. Kesepakatan ini muncul setelah Presiden Belarusia Aleksander Lukashenko menghubungi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

“Kedua politisi setuju bahwa delegasi Ukraina akan bertemu delegasi Rusia tanpa prasyarat di perbatasan Ukraina-Belarusia, dekat Sungai Pripyat,” kata administrasi Zelensky seperti diberitakan CNN.

Lukashenko disebut bertanggung jawab memastikan semua pesawat, helikopter, dan misil yang siaga di wilayah Belarusia tidak bergerak ketika delegasi Ukraina bertemu delegasi Rusia.

“Saya telah bicara dengan Aleksander Lukashenko,” kata Zelensky di Facebook, dilansir CNN Indonesia dari AFP.

Rusia sebelumnya telah mengajak Ukraina melakukan negosiasi untuk menghentikan perang. Namun Zelensky menolak negosiasi itu dilakukan di Belarusia. Dia pun mengajukan empat lokasi, dua di antaranya di Hungaria dan Turki.

“Warsaw, Bratislava, Budapest, Istanbul, Baku. Kami mengajukan tempat-tempat itu, dan kota lain di negara yang mana rudal tak bisa diluncurkan akan cocok untuk kami,” kata Zelensky.

Ia tak mau diskusi terjadi di Belarusia lantaran negara ini merupakan salah satu lokasi dimulainya invasi Rusia ke Ukraina.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba menyatakan tidak akan menyerah saat nanti berdialog dengan delegasi Rusia terkait invasi. Dia mengatakan perintah Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menyiagakan kekuatan nuklir merupakan upaya meningkatkan ‘tekanan’.

“Kami tidak akan menyerah, kami tidak akan mengaku kalah perang, kami tidak akan menyerahkan satu inci pun wilayah kami,” kata Kuleba di konferensi pers yang disiarkan online, seperti diberitakan AFP.

Kuleba mengatakan setelah Rusia ‘menderita kerugian dan menyadari rencana mereka tidak berjalan seperti rencana, serangan kilat mereka gagal, Rusia memulai bicara menggunakan bahasa ultimatum, mengatakan mereka siap berbicara dengan prasyarat’.

“Ketika tentara Rusia mengalami kekalahan demi kekalahan, prasyarat, ultimatum Rusia dikesampingkan dan mereka menyampaikan pesan kepada kami bahwa mereka hanya ingin berbicara,” lanjut Kuleba.***

 
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Deretan Penjara Termewah di Dunia, Ada Tempat Spa

3 Desember 2022 - 14:57 WIB

penjara termewah di dunia

Penyebab Followers Pengguna Twitter Alami Penurunan, Ternyata Karena Ini

2 Desember 2022 - 15:58 WIB

penurunan followers twitter

Perdana Menteri Spanyol Diteror Bom Surat

2 Desember 2022 - 11:50 WIB

Rumput Laut Baru Ditemukan di Perairan Dalam Antartika

1 Desember 2022 - 20:06 WIB

rumput laut antartika

Rayakan Kemenangan AS, Warga Iran Ditembak Mati

1 Desember 2022 - 12:23 WIB

bunuh diri di Mal Kuningan

PM Malaysia Anwar Ibrahim Belum Juga Punya Kabinet

1 Desember 2022 - 11:39 WIB

Trending di Internasional