Wow, Denmark Jadi Negara Pertama Bebaskan Masker

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian, Rabu 10 Agustus 2022 Profil Irjen Ferdy Sambo, Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J Kota Bogor Diramalkan Cerah Berawan, Rabu 10 Agustus 2022 E-KTP Jadi Syarat Beli Rokok? Terkini! Ini Lokasi Simling Kota Bogor, Selasa 9 Agustus 2022

Internasional · 3 Feb 2022 08:17 WIB

Wow, Denmark Jadi Negara Pertama Bebaskan Masker


 Ilustrasi negara Denmark (Getty Images/iStockphoto/nantonov) Perbesar

Ilustrasi negara Denmark (Getty Images/iStockphoto/nantonov)

Bogordaily.netDi tengah pandemi Covid-19 yang menyerang dunia, Denmark melonggarkan warganya memakai masker. Negara Skandinavia itu tidak lagi menganggap wabah corona sebagai penyakit kritis secara sosial.

Denmark pun menjadi salah satu negara Uni Eropa pertama yang membatalkan sebagian besar pembatasan COVID-19. Pembatasan yang paling mencolok yang terlihat menghilang adalah masker wajah, yang tidak lagi wajib di transportasi umum, toko-toko dan untuk pengunjung restoran.

Pihak berwenang hanya merekomendasikan penggunaan masker di rumah sakit, fasilitas perawatan dan kesehatan, dan panti jompo. Pembatasan lain yang tidak lagi diperlukan adalah tiket digital yang digunakan untuk memasuki klub malam, kafe, bus, dan untuk duduk di dalam ruangan di restoran.

Kasus varian Omicron memang melonjak di Denmark, tetapi itu tidak membebani sistem kesehatan dan negara itu punya tingkat vaksinasi yang tinggi.

Dalam beberapa pekan terakhir Denmark mengalami rata-rata lebih dari 50.000 kasus infeksi harian sementara jumlah orang di unit perawatan intensif rumah sakit telah menurun.

Kepala Otoritas Kesehatan Denmark Soren Brostrom kepada televisi Denmark TV2 mengatakan, perhatiannya ada pada jumlah orang di ICU, bukan pada jumlah infeksi.

Menurutnya jumlah itu telah “turun dan turun dan sangat rendah.” Saat ini 32 pasien virus Corona berada di ICU. Beberapa minggu yang lalu, angkanya masih di kisaran 80.

“Saya tidak berani mengatakan bahwa ini adalah perpisahan terakhir untuk pembatasan. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi pada musim gugur. Apakah nanti akan ada varian baru?” kata Perdana Menteri Mette Frederiksen kepada radio Denmark seperti dikutip Detik.com.

Pemerintah Denmark tetap memperingatkan peningkatan infeksi bisa terjadi dalam beberapa minggu mendatang dan mengatakan, vaksinasi keempat mungkin diperlukan. Otoritas kesehatan juga mendesak warga Denmark untuk dites secara teratur.

Sementara itu pada 2020, Denmark menjadi salah satu negara Eropa pertama yang menutup sekolah karena pandemi dan memulangkan semua pegawai negeri di sektor-sektor yang tidak kritis.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Kisah Para Perempuan Iran: Kami Perlu Bukti Keperawatan untuk Menikah

10 Agustus 2022 - 17:28 WIB

Korban Tewas Banjir Seoul Korea Selatan Jadi 16 Orang

10 Agustus 2022 - 12:52 WIB

Waspada! Virus Baru Langya Ditemukan di China

10 Agustus 2022 - 09:52 WIB

Rusia Tembak Rudal Hipersonik Kinzhal ke Fasilitas Militer Ukraina

10 Agustus 2022 - 06:51 WIB

Rudal Hipersonik Kinzhal

Fakta-fakta Banjir Bah di Korea Selatan, Kereta Api Lumpuh

9 Agustus 2022 - 21:17 WIB

Donald Trump Ngedumel, Rumahnya Dikepung FBI, Brankasnya Dibobol

9 Agustus 2022 - 21:09 WIB

Truth
Trending di Internasional