Bicara Perang Rusia-Ukraina, Jokowi Khawatir Bisa Picu Krisis Pengungsi Terbesar Sepanjang Abad

Menu

Mode Gelap
Piala Dunia 2022: Link Live Streaming Polandia vs Argentina Piala Dunia 2022: Ghana Sikut Korea Selatan 3-2 Merosot, Ini Harga Emas per Gram Hari Ini Lagi, Gempa Susulan Guncang Cianjur 21 Kali dalam Semalam Lokasi, Harga dan Syarat Perpanjang SIM di Kabupaten Bogor

Internasional · 8 Mar 2022 17:44 WIB

Bicara Perang Rusia-Ukraina, Jokowi Khawatir Bisa Picu Krisis Pengungsi Terbesar Sepanjang Abad


 Presiden Jokowi. (Kris/Biro Pers Sekretariat Presiden/Suara.com) Perbesar

Presiden Jokowi. (Kris/Biro Pers Sekretariat Presiden/Suara.com)

Bogordaily.net–Peperangan antara Rusia dan Ukraina masih berlangsung. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka soal konflik yang terjadi sejak Kamis, 24 Februari itu.

“Gagalnya kesepakatan gencatan senjata di Ukraina bukan hanya mendorong eskalasi konflik bersenjata tetapi semakin bertambahnya korban jiwa dan krisis kemanusiaan di Ukraina,” tulis Jokowi melalui akun Twitter resminya, Selasa, 8 Maret 2022.

Mengutip data Badan Pengungsi PBB (UNCHR), Jokowi menuturkan jumlah pengungsi akibat konflik Rusia vs Ukraina mencapai jutaan orang. Jika perang berlanjut, Jokowi khawatir hal itu akan memperparah situasi global.

“Apabila krisis berlanjut niscaya akan terjadi ‘krisis pengungsi terbesar sepanjang abad’. Inilah yang harus kita sama-sama cegah agar jangan sampai terjadi,” tulisnya lagi.

Jokowi juga menyayangkan kegagalan Rusia dan Ukraina menyepakati gencatan senjata meski sudah tiga kali menggelar negosiasi sejak invasi Moskow yang sudah berlangsung selama dua belas hari itu.

Lebih lanjut menurut Jokowi, kegagalan gencatan senjata tidak hanya mendorong eskalasi konflik bersenjata tetapi juga memicu bertambahnya korban jiwa terutama dari warga sipil.

“Perang adalah persoalan ego, melupakan sisi kemanusiaan, dan hanya menonjolkan kepentingan dan kekuasaan,” katanya.

Dilansir CNN Indonesia, Rusia dan Ukraina baru saja melakukan pertemuan putaran ketiga sebagai upaya mengakhiri peperangan pada Senin, 7 Maret 2022 malam waktu setempat. Namun, diskusi itu lagi-lagi tidak menghasilkan kesepakatan signifikan dari kedua pihak terutama soal gencatan senjata.

Dalam dialog yang berlangsung selama tiga jam tersebut, masing-masing negara setuju melanjutkan langkah pembukaan koridor kemanusiaan untuk warga sipil yang dievakuasi.

Rusia dan Ukraina juga sepakat untuk membantu warga sipil mendapatkan akses logistik. Namun, belum ada kesepakatan tentang kemungkinan gencatan senjata total.

Hal itu membuat pihak Rusia dan Ukraina berencana melaksanakan pertemuan keempat untuk membahas topik yang lebih penting untuk masa depan kedua negara.

Namun sampai saat ini, belum ada kepastian waktu dan tempat soal pertemuan keempat yang dimaksud. Belarus diperkirakan bakal menjadi lokasi dialog seperti yang sudah dilakukan sebelumnya. Di saat negosiasi berlangsung, Rusia tetap melancarkan serangan terutama kota-kota besar seperti Ibu Kota Kyiv.***

 

 
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Deretan Penjara Termewah di Dunia, Ada Tempat Spa

3 Desember 2022 - 14:57 WIB

penjara termewah di dunia

Penyebab Followers Pengguna Twitter Alami Penurunan, Ternyata Karena Ini

2 Desember 2022 - 15:58 WIB

penurunan followers twitter

Perdana Menteri Spanyol Diteror Bom Surat

2 Desember 2022 - 11:50 WIB

Rumput Laut Baru Ditemukan di Perairan Dalam Antartika

1 Desember 2022 - 20:06 WIB

rumput laut antartika

Rayakan Kemenangan AS, Warga Iran Ditembak Mati

1 Desember 2022 - 12:23 WIB

bunuh diri di Mal Kuningan

PM Malaysia Anwar Ibrahim Belum Juga Punya Kabinet

1 Desember 2022 - 11:39 WIB

Trending di Internasional