Indahnya Pesona Bumi Laskar Pelangi

Menu

Mode Gelap
Harga Emas Antam Turun Hari Ini, Cek Harganya! Kecelakaan, Dua Pengendara Motor Terjatuh dari Flyover Pademangan Cara Beli Tiket Kereta Promo KAI 17 Agustus 2022 Cek Lokasi Sim Keliling, Senin 8 Agustus 2022 Ramalan Cuaca Kota Bogor Hari Ini, Senin 8 Agustus 2022

Wisata · 27 Mar 2022 12:10 WIB

Indahnya Pesona Bumi Laskar Pelangi


 Bumi Laskar Pelangi. (Istimewa/Bogordaily.net) Perbesar

Bumi Laskar Pelangi. (Istimewa/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Pulau Belitung adalah pulau di Indonesia yang mulai ‘terdengar’ sejak pemutaran film Laskar Pelangi oleh Andrea Hirata yang mengambil lokasi di daerah ini.

Pulau yang terkenal dengan nama Pulau “Laskar Pelangi” ataupun Pulau “Sang Pemimpi” ini memang memiliki keindahan dan keeksotisan wisata pantai dan bebatuan.

Seribu pasir putih, ratusan batu, dan keindahan bawah laut menjadi daya tarik turis lokal dan mancanegara ke tempat ini.

Provinsi Bangka-Belitung menyimpan banyak pesona pantai. Salah satunya terdapat di Pulau Lengkuas.

Dikutip dari Wisata Kita, para pelancong akan menemukan hamparan tepi pantai yang bersih dengan pemandangan indah pulau dan sebuah mercusuar yang berdiri kokoh.

Mercusuar tersebut merupakan identitas yang lekat dengan Pulau Lengkuas. Dibangun pada 1882 oleh pemerintah kolonial Belanda, mercusuar tua ini berfungsi sebagai cahaya pemandu bagi kapal yang melintas.

Mercusuar ini memiliki 12 lantai dengan jendela di setiap lantainya. Ini memberi kesempatan kepada mereka yang berkunjung untuk menikmati berbagai panorama yang indah dan bervariasi dari dalam mercusuar.

Ketika berada di lantai atas, Anda bisa melihat pemandangan yang fantastis, terutama pemandangan laut dari segala penjuru.

Dari atas mercusuar, batu granit besar terlihat seperti kerikil. Sementara itu angin dan bau laut membuat suasana semakin sempurna.

Selain pemandangan indah dari mercusuar, banyak orang datang ke sini untuk menyelam, menikmati terumbu karang, dan makan ikan bakar sambil minum air kelapa.

Keindahan Pulau Lengkuas memang tidak diragukan lagi. Pulau yang tidak berpenghuni ini membawa wisatawan ke puncak mercusuar yang bisa menikmati keindahan alam pantai dengan pasir putih, bebatuan dan laut biru jernih dari atas.

Apabila negara kita, Indonesia, memiliki lambang negara burung Garuda Pancasila, maka Pulau Belitung pun memiliki susunan batu yang berbentuk seperti kepala burung garuda. Susunan batu ini terletak di Pantai Tanjung Kelayang.

Penghuni Pulau Lengkuas hanyalah terdiri dari 3 orang saja. Ketiganya merupakan operator dari mercusuar yang sangat ramah kepada pengunjung pulau.

Persediaan air dipulau ini sangatlah terbatas sehingga jika hendak menggunakan toilet harus memakai air secara bijaksana.

Pulau Lengkuas bisa dicapai dengan menyewa sebuah perahu nelayan dari pantai di Belitung dengan harga sewa sekitar Rp350 ribu sekali perjalanan.

Untuk menempuh Pulau Lengkuas bisa menghabiskan waktu sekitar 30 hingga 45 menit. Perahu sewaan tersebut mampu menampung 30 hingga 40 penumpang.

Tanjung Kalayang, merupakan sebuah desa nelayan. Pasir putih yang memanjang lengkap dengan perahu-perahu yang sedang parkir di tepinya.

Sementara di ujung tanjung, bebatuan granit bertebaran dengan indahnya. Dari Tanjung Kelayang inilah pengunjung dapat menyeberang menuju Pulau Kepayang sejauh dua kilometer.

Pulau yang menjadi pulau ekowisata dan konservasi terumbu karang serta penyu ini dikenal oleh masyarakat setempat dengan nama Pulau Babi karena konon dahulu dihuni orang yang memelihara babi di pulau tersebut.

Pulau ini tidak berpenghuni, hanya saja berdiri beberapa pondok yang baru didirikan oleh KPLB (Kelompok Peduli Lingkungan Belitung) sebagai tempat ekowisata di ujung sisi utara.

Didominasi oleh pepohonan hutan khas ekosistem pantai seperti kelapa, ketapang, waru,dan pandan.

Ada banyak pohon kelapa tanpa daun di Pulau Kepayang, juga di setiap tempat di Belitung.

Tampak bekas-bekas terbakar pada pohon sekitar dan bebatuan. Ternyata hal itu disebabkan karena bebatuan dan timah di setiap tempat di Kepulauan Belitung mengandung medan magnet yang tinggi sehingga memicu api dan aliran listrik dari petir yang menyambar.

Sehingga sangat disarankan apabila cuaca tidak baik, setiap orang untuk tetap berada di dalam rumah dan menghindari tempat-tempat yang tinggi.

Jalanan aspal yang cukup baik, rumah-rumah khas melayu, dan pepohonan yang menghijau menjadi pemandangan sepanjang perjalanan dari Bandara Hanandjoeddin menuju pusat kota Tanjung Pandan.

Mie Belitung Cap Atep, menjadi menu sarapan pagi yang direkomendasikan. Mie dengan rasa cuka yang kentara serta minuman jeruk yang masih lengkap dengan biji-bijinya.

Dan sepertinya warung Mie Atep ini adalah yang terkenal di Tanjung Pandan karena banyak wisatawan yang dibawa ke warung ini untuk jamuan makannya.

Keindahan alam yang dimiliki bangsa Indonesia ini hendaknya tetap dilestarikan. Pulau Belitung dapat menjadi objek wisata potential yang apabila tetap terjaga kebersihan dan kelestarian biota alamnya.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Tips Wisata ke Tempat Baru, Salah Satunya Jangan Sembarangan Memotret!

8 Agustus 2022 - 09:34 WIB

Menginap di Dedary Resort, Penginapan di Ubud Pemenang Travelers Choice Award 2022

7 Agustus 2022 - 21:59 WIB

Bukan Hanya Dieng Tempat Wisata di Wonosobo, Ada Green Canyon Hingga Candi

7 Agustus 2022 - 20:42 WIB

Wisata Sejarah di Bandung, Cocok Dikunjungi saat Peringatan HUT RI

7 Agustus 2022 - 09:31 WIB

Taman Nasional Gunung Halimun Salak Adakan Pemilihan Duta Tanahalisa 2022

6 Agustus 2022 - 13:30 WIB

Melongok Peninggalan Sejarah Para Pahlawan di Museum Perjuangan Bogor

5 Agustus 2022 - 13:00 WIB

Trending di Wisata