Ketimbang Pembangunan Kereta Gantung, Ade Yasin Pilih Jalur Puncak 2

Menu

Mode Gelap
Piala Dunia 2022: Link Live Streaming Polandia vs Argentina Piala Dunia 2022: Ghana Sikut Korea Selatan 3-2 Merosot, Ini Harga Emas per Gram Hari Ini Lagi, Gempa Susulan Guncang Cianjur 21 Kali dalam Semalam Lokasi, Harga dan Syarat Perpanjang SIM di Kabupaten Bogor

Kabupaten Bogor · 25 Mar 2022 16:17 WIB

Ketimbang Pembangunan Kereta Gantung, Ade Yasin Pilih Jalur Puncak 2


 Rencana Pembangunan Jalur Puncak II, Puncak, Jawa Barat. (tempo/Bogordaily.net) Perbesar

Rencana Pembangunan Jalur Puncak II, Puncak, Jawa Barat. (tempo/Bogordaily.net)

Bogordaily.net-Bupati Bogor Ade Yasin memilih membangun Jalur Puncak 2 yang menghubungkan Sentul, Bogor, dan Cianjur daripada kereta automated guideway transit (AGT) dan cable car atau kereta gantung.

Menurut Ade, anggaran sekitar Rp 7 triliun untuk AGT dan kereta gantung terlalu besar dan tidak sebanding dengan asat manfaat, karena belum tentu dapat mengurai kemacetan di kawasan Puncak.

“Kemahalan kalau menurut saya, lebih baik Jalur Puncak 2 saja diselesaikan, tidak sampai Rp 7 triliun, Rp 1 triliun juga kurang,” kata Ade, Jumat 25 Maret 2022.

Orang nomor satu di Kabupaten Bogor itu juga mengatakan, kereta gantung hanya untuk kepentingan wisata bukan dalam rangka kebutuhan masyarakat yang menuju Cianjur maupun Bandung. Sementara Jalur Puncak 2, digadang-gadang menjadi alternatif dalam mengurai kemacetan di Puncak.

Pembangunan jalan ini juga dapat meningkatkan sektor pariwisata di wilayah Timur Kabupaten Bogor dan Cianjur. Bupati Bogor mengaku kerap membahas Jalur Puncak 2 bersama Bupati Cianjur Herman Suherman dan didukung oleh Anggota Komisi V DPR Mulyadi.

“Puncak 2, tanahnya sudah siap dan tinggal dibangun, tidak ada alasan lagi dan daerah Bogor Timur, seperti Sukamakmur, Jonggol dan lain-lain akan terangkat perekonomiannya,” kata Ade.

Diketahui, kajian awal menyangkut kemungkinan pembangunan kereta gantung untuk mengatasi kemacetan di kawasan Puncak sebenarnya pernah dilakukan oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan pada 2021.

Tidak semata hanya mengenai kereta gantung, melainkan kajian secara komprehensif tentang bagaimana bentuk transportasi massal berbasis rel yang paling memungkinkan diterapkan di Puncak.

Direktur Prasarana BPTJ Jumardi menyebutkan pembangunan moda berbasis rel di Puncak bertujuan mengurangi beban kemacetan lalu lintas berbasis jalan. Tentu, kata Jumardi, pembangunan harus mempertimbangkan fungsi yang maksimal sebagai angkutan umum massal.*

 

(Muhammad Irfan Ramadan)

 
Artikel ini telah dibaca 2,000 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Ada Dugaan ‘Sunat’ Dana Bansos di Kecamatan Megamendung, Ini Tanggapan Camat

1 Desember 2022 - 17:01 WIB

Hendak Ambil Bansos, Warga Cigudeg Meninggal Dunia

1 Desember 2022 - 16:50 WIB

bansos meninggal Dunia

Peduli Kebersihan, Pemkab Bogor Berikan Penghargaan Kampung Ramah Lingkungan 2022

1 Desember 2022 - 16:34 WIB

ramah lingkungan

DPRD Kabupaten Bogor Ingatkan Pemkab Segera Persiapkan SDM untuk Isi Jabatan Strategis

1 Desember 2022 - 14:40 WIB

Gengster Bikin Ulah Lagi, Polsek Gunung Sindur Patroli

1 Desember 2022 - 12:47 WIB

Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bogor, Kamis, 1 Desember 2022

1 Desember 2022 - 06:51 WIB

Trending di Kabupaten Bogor