Panic Buying, Kemendag Masyarakat Menimbun Minyak Goreng

Menu

Mode Gelap
Hasil Piala Asia U-17, Timnas Indonesia Menang Tipis 3-2 Atas UEA Siap-siap Tampung Air, Pipa PDAM Sedang dalam Perbaikan Tidak Ditilang, Polisi Tegur Ratusan Pelanggar pada Hari Kedua Operasi Zebra Lodaya Update Terkini Perbaikan Pipa PDAM, Ini Wilayah yang Terdampak Buntut Tragedi Stadion Kanjuruhan, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat Dicopot!

Nasional · 8 Mar 2022 21:32 WIB

Panic Buying, Kemendag Cium Aroma Masyarakat Menimbun Minyak Goreng


 Masyarakat Diminta Untuk Membeli Minyak Goreng Secukupnya. (pikiranrakyat/Bogordaily.net) Perbesar

Masyarakat Diminta Untuk Membeli Minyak Goreng Secukupnya. (pikiranrakyat/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Kementerian Perdagangan (Kemendag)  mencium indikasi warga menimbun minyak goreng (migor) di rumah. Dugaan ini dilandasi produksi minyak goreng yang sudah cukup besar.

Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan Didid Noordiatmoko memastikan saat ini produksi migor sudah mendekati kebutuhan dalam negeri sehingga kelangkaan terhadap produk tersebut seharusnya bisa teratasi paling lambat pada akhir Maret 2022.

“Persediaan sebenarnya tersedia. Selisih kebutuhan ini sudah mendekati normal. Akhir bulan ini secara teoritis sudah cukup,” kata Didid seperti dilansir Antara, Jakarta, Selasa, 8 Maret 2022.

Berlarut-larutnya kelangkaan minyak goreng, lantaran kompleksnya persoalan dari hulu hingga ke hilir.Pemerintah secara bertahap menyelesaikan persoalan produksi hingga distribusi migor sehingga dapat diperoleh dengan mudah dengan harga yang terjangkau di masyarakat.

Akan tetapi, muncul persoalan baru yang merupakan dampak dari kenaikan harga dan kelangkaan barang yakni panic buying.

Lantaran sempat kesulitan mendapatkan migor dengan harga yang terjangkau membuat masyarakat membeli melebih kebutuhan ketika mendapatkan kesempatan.

Padahal, hasil riset menyebutkan kebutuhan minyak goreng per orang hanya 0,8-1 liter per bulan. Artinya, kini banyak rumah tangga menstok minyak goreng.

“Tapi ini baru terindikasi,” kata dia.

Sembari menunggu stabilnya antara permintaan dan ketersediaan barang ini, pemerintah akan menggelar Operasi Pasar di setiap kabupaten/kota di Sumsel mulai pekan depan.

Dalam OP ini masyarakat dapat membeli migor dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), untuk migor kemasan premium Rp14.000 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp13.500 per liter dan minyak curah Rp11.500 per liter yang sudah ditetapkan sejak 1 Februari 2022.

Kelangkaan migor ini pun, membuat sejumlah warga rela antre panjang demi mendapatkan minyak sayur ini.

Bahkan, video viral yang sempat beredar terkait minyak sayur. Dalam video yang viral itu, nampak barisan sandal mengantre didepan sebuat toserba yang belum buka.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

 
Baca Lainnya

Tembok MTSN 19 Roboh Gegara Banjir, 3 Siswa Meninggal Dunia

6 Oktober 2022 - 22:11 WIB

tembok MTSN 19 roboh

Tok! Ini 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan

6 Oktober 2022 - 21:01 WIB

Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Situs Web JW.ORG Bantu Orang Tua Tangani Depresi Anak

6 Oktober 2022 - 16:34 WIB

depresi anak

Army Indonesia Donasi Ratusan Juta untuk Kanjuruhan

6 Oktober 2022 - 12:35 WIB

Info Lengkap Hasil Seleksi Pendamping Desa 2022: Cara Cek dan Besaran Gajinya

6 Oktober 2022 - 12:07 WIB

seleksi Pendamping Desa 2022

Syarat dan Cara Membuat Paspor Terbaru, Masa Berlaku Jadi 10 Tahun

6 Oktober 2022 - 11:16 WIB

Trending di Nasional