Ribuan Ton Sabu di Pangandaran Berhasil Diboyong Polda Jawa Barat

Menu

Mode Gelap
Info Terkini Gempa Menurut BMKG, Sabtu 28  Januari 2023 Link Streaming Man City vs Arsenal, Aman dan Legal Catat, Ini Nomor Hotline Pengaduan Penculikan Anak di Kota Bogor Doa Buka Puasa Rajab 2023 dan Qadha Ramadhan Lengkap Pasar Kaget di Taman Heulang Dikeluhkan Warga, Sahib Khan Usulkan Relokasi

Nasional · 24 Mar 2022 20:49 WIB

Ribuan Ton Sabu di Pangandaran Berhasil Diboyong Polda Jawa Barat


 Sabu Seberat 1,1960 Ton yang Diamankan Polda Jawa Barat. (pikiranrakyat/Bogordaily.net) Perbesar

Sabu Seberat 1,1960 Ton yang Diamankan Polda Jawa Barat. (pikiranrakyat/Bogordaily.net)

IIMS

Bogordaily.net – Sabu seberat 1,1960 ton yang diamankan Polda Jawa Barat di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, diduga berasal dari jaringan sindikat narkoba Timur Tengah.

Hal itu, diungkapkan oleh Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno H Siregar.

“Nggak menutup kemungkinan juga nanti pengembangannya menyangkut warga negara lain. Tapi kita dapat menyebut ini adalah sindikat Timur Tengah,” kata Krisno, Kamis 24 Maret 2022.

Pasalnya, menurut dirinta kasus penyelundupan sabu-sabu di Pangandaran itu diduga memiliki sumber yang sama dengan kasus penyelundupan sabu-sabu di Aceh yang sebelumnya diungkap Bareskrim.

“Tentunya kami akan menganalisa terus. Dari segi barang bukti, analisa kami, kami yakini produksi dari Afganistan yang mengendalikan jaringan dari Timur Tengah,” kata dia.

Dalam pengungkapan kasus penyelundupan sabu di Pangandaran itu pun ada satu tersangka yang merupakan warga negara Afganistan berinisial M (20).

Tersangka itu merupakan satu dari lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Adapun empat tersangka lainnya merupakan warga negara Indonesia berinisial SA (33), HM (41), HH (39), dan AH (38).

Sementara itu, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan tersangka yang merupakan warga Afganistan tersebut memiliki peran mengawal pengiriman sabu itu.

“M ini WNA dari Afganistan, perannya mengawal dan memastikan sabu sampai ke titik transaksi,” kata Listyo.

Akibat upaya peredaran sabu itu, para tersangka dijerat dengan Pasal 112 jo Pasal 113 Ayat 2 jo Pasal 114 Ayat 2 jo Pasal 115 Ayat 2 jo Pasal 132 Ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur akan diterima oleh para tersangka.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Demo Aremania Rusuh, Massa Rusak Kantor Arema FC

29 January 2023 - 22:14 WIB

Demo Aremania Rusuh

Ini Dia 15 Jurusan di UI yang Sepi Peminat, Bisa Jadi Referensi

29 January 2023 - 21:27 WIB

Jurusan Ui sepi peminat

Informasi Jadwal Kereta Panoramic Bulan Februari 2023, Harga Tiket dan Rutenya

29 January 2023 - 16:00 WIB

Jadwal Kereta Panoramic 2023

Kereta Panoramic Kembali Beroperasi Februari 2023, Ini Tujuan dan Harga Tiketnya

29 January 2023 - 15:45 WIB

Kereta Api Panoramic Beroperasi

Asal Muasal Seruan Pita Hitam untuk Pegawai PT KAI dan Tagar #KAIsedangtidakbaikbaiksaja

28 January 2023 - 20:17 WIB

Asal Muasal Seruan Pita Hitam untuk Pegawai PT KAI dan Tagar #KAIsedangtidakbaikbaiksaja

DPR Desak BPKH Susun Pembiayaan Haji yang Lebih Rasional

28 January 2023 - 19:44 WIB

Pembiayaan Haji
Trending di Nasional