Bogordaily.net – Roman Abramovich, namamya semakin dicari di media sosial. Pasalnya, konflik antara Rusia dan Ukraina, memberikan dampak terhadap pemilik Chelsea Football Club.
Roman Abramovich dianggap sebagai salah satu oligarki Rusia sehingga dia diminta mundur dari jabatannya sebagai pemilik Chelsea Football Club.
Pada 27 Februari 2022, Chelsea mengkonfirmasi Roman Abramovich telah melepas kepengurusannya kepada pihak klub.
Roman Abramovich memiliki nama lengkap Roman Arkadyevich Abramovich. Ibunya bernama Irina Abramovich Ostrowski dan ayahnya bernama Arkady Abramovich.
Pada umur tiga tahun Roman menjadi anak yatim-piatu karena ibunya meninggal dunia akibat penyakit bakteremia karena aborsi pada saat Roman berusia satu tahun. Dua tahun kemudian setelah ibunya meninggal, sang ayah dikabarkan tewas akibat kecelakaan di proyek pembangunan.
Akhirnya, Roman dibesarkan oleh pamannya di Ukhtad dan neneknya di Moskow. Sebelum pindah ke Moskow ia dan saudara perempuannya tinggal di Syktyvkar, ibu kota Republik Komi.
Roman Abramovich pernah menempuh pendidikan di Institut Industri di Ukhtad dan Institut Auto Transport Negeri di Moskow. Setelahnya dia mencoba untuk memulai berbisnis.
Abramovich mendirikan perusahaan di bidang perantara jual beli dan memusatkan bisnisnya dalam pembelian dan penjualan minyak.
Roman juga melakukan kerja sama dengan Boris Berezovsky untuk membeli saham di Perusahaan minyak Sibneft sampai akhirnya dijuluki sebagai raja minyak dan tercatat sebagai milyader.
Tidak hanya mengembangkan bisnisnya saja, Roman Abramovich juga diketahui mengikuti kegiatan amal dan mendirikan yayasan di wilayah Chukotka, Rusia.
Abramovich juga pernah menjabat menjadi gubernur provinsi Chukotka pada 2000. Sejak saat itu dia mulai menginvestasikan uangnya untuk pengembangan sistem pendidikan, rumah sakit, dan perguruan tinggi di Anaydr.
Pada 2003, Abramovich memutuskan membeli Chelsea Football Club di Inggris. Klub sepak bola London ini mulai mengubah strategi pemasaran mereka dengan membeli pemain yang mumpuni dengan memberikan fasilitas yang baik dan memberikan gaji besar untuk pemain. Sehingga Chelsea FC saat ini dikenal sebagai klub sepak bola dengan pemain hebat dan penuh prestasi.
Pada Maret 2004, Roman Abramovich bersama sibneft menjadi sponsor klub sepak bola CSKA Moscow selama tiga tahun dengan nilai 58 juta dolar AS. Langkah ini ia lakukan untuk menyangkal tuduhan tidak patriotik setelah ia mengambil alih Chelsea.
Meskipun dia disebut tidak patriotik, Roman terpilih sebagai orang yang paling berengaruh dalam sepakbola Rusia oleh sebuah majalah Rusia Pro Sport pada akhir Juni 2004. Satu tahun setelahnya Roman memilih untuk menjual seluruh sahamnya si Sibneft.
Di tahun yang sama ia menjadi pemilik baru Gazprom, yang sebelumnya telah mensponsori klub sepak bola FC Zenit Saint Petersburg, ia mengambil tindakan untuk membatalkan kesepakatan sponsor tersebut.
Roman Abramovich juga memainkan peranan besar dalam membawa Guus Hiddink menjadi pelatih kesebelasan sepakbola Rusia. Dia juga mensponsori sebuah Yayasan di Rusia yang dikenal dengan Akademi Sepakbola Nasional. Dengan tujuan menunjang program-program olahraga bagi remaja di seluruh negeri.
Sedikitnya, lebih dari 15 lapangan sepakbola di berbagai kota dan daerah dibangun. Dana operasional juga diberikan untuk para pelatih, buku-buku pelatihan, renovasi fasilitas olahraga dan membawa para pelatih dan pelajar berpotensi.
Meskipun Roman Abramovich sukses dalam karirnya, hubungan rumah tangganya selalu berakhir dengan perceraian. Roman Abramovich pernah menikah dengan seorang wanita bernama Olga Yurevna Lysova pada 1987, dua tahun kemudian tepatnya 1990 mereka memilih untuk berpisah.
Pada 1991, Abramovich menikah lagi dengan Irina Malandina. Setelah 16 tahun menikah, Irina memutuskan bercerai setelah ia mendapatkan laporan Roman Abramovich memiliki hubungan dekat dengan seorang gadis berusia 23 tahun Dasha Zukova.
Satu tahun kemudian, tepatnya pada 2008 dia mencoba untuk menikah lagi dengan Dasha Zukova. Namun, hubungan pernikahannya ini berakhir dengan perceraian lagi setelah sembilan tahun pernikahan.
Kini, Roman sudah menjadi konglomerat kelas dunia. Ia memiliki 4 buah kapal pesiar mewah dan sebuah rumah baru seharga US$75 juta. Roman juga pernah menggunakan Sebagian kekayaannya untuk mendanai pameran fotografi “Quiet Resistance : Russian Pictorial Photography 1900s-1930s.***