Sunday, 5 April 2026
HomeKota BogorSanimas Cemplang Bogor Jadi Ruang Membaca Aksara

Sanimas Cemplang Bogor Jadi Ruang Membaca Aksara

Bogordaily.net – Sebuah inovasi yang terlahir dari anak-anak muda yang tergabung dalam komunitas Lapak Baca Bogor (LBB). Ya, komunitas yang diisi para kaum milenial itu mampu menyulap gedung sanitasi berbasis masyarakat (sanimas) yang terletak di Kampung Cemplang Baru, RW11, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor menjadi Ruang Membaca Aksara (Rumaksa).

Salah seorang penggagas Rumaksa yang juga komunitas LBB, Atilla Tifany mengatakan, berdirinya Rumaksa atau ruang membaca aksara itu berawal dari aktivitas LBB, dimana pada tahun 2019 lalu LBB itu berkeliling wilayah Bogor untuk memberikan edukasi dan mengajak masyarakat, terutama anak-anak untuk rajin membaca buku atau literasi.

Namun, satu tahun berikutnya tepatnya pada 2020 wabah pandemi Covid-19 melanda hingga akhirnya aktivitas LBB sempat terhenti.

“Dari situ, barulah muncul ide bagaimana program LBB bisa berlanjut dan kebetulan di Cemplang Baru ini ada gedung sanimas namun bangunan tersebut tidak terawat, akhirnya kami secara swadaya merapihkan untuk dijadikan perpustakaan mini sebagai tempat literasi bagi anak-anak,” kata Atilla Tifany kepada Bogordaily.net, Senin sore, 21 Maret 2022.

Wanita muda berusia 22 tahun ini menambahkan, setelah dirapihkan Ia bersama rekannya itu terus mencari buku-buku untuk menunjang anak-anak belajar, hingga akhirnya bantuan buku-buku berdatangan dari para donatur, sehingga aktivitas literasi pun dapat berjalan.

“Jadi waktu itu kan memang pembelajaran anak sekolah dilakukan secara daring, dan tempat ini lah dijadikan anak-anak belajar,” terangnya.

Tidak hanya di situ saja, Rumaksa ini pun difasilitasi alat penunjang lainnya seperti alat-alat kesenian, dengan tujuan agar anak-anak ini tidak jenuh.

“Jadi metode yang kita berikan itu, belajar sambil bermain dan dengan cara seperti itu anak-anak menjadi lebih betah berlama-lama di Rumaksa,” ucapnya.

Ia juga menceritakan, anak-anak yang mengikuti literasi ini awalnya itu hanya beberapa orang, namun dengan berjalannya waktu saat ini sudah mencapai puluhan orang.

“Rumaksa ini terbuka untuk umum, jadi siapapun bisa literasi di sini. Tapi rata-rata yang datang ke sini anak-anak yang masih bersekolah SD sampai SMP, termasuk anak-anak yang putus sekolah,” katanya.

Selain itu, semenjak didirikannya rumaksa banyak mahasiswa yang studi banding atau pembelajaran ke lokasi tersebut.

“Iya banyak mahasiswa datang ke sini untuk bertukar pikiran dan belajar bersama,” ujarnya.*

(Heri Supriatna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here