Sunday, 8 March 2026
HomeViralViral Pak Ribut Bikin Ribut Gegara Konten Kaum Sodom Bareng Murid SD,...

Viral Pak Ribut Bikin Ribut Gegara Konten Kaum Sodom Bareng Murid SD, Begini Sosoknya

Bogordaily.net– Pak Ribut menjadi buah bibir. Namanya sempat trending di Twitter. Video saat berinteraksi dengan muridnya menjelaskan tentang kaum sodom Nabi Luth viral di media sosial.

Pemilik nama asli Ribut Santoso itu merupakan seorang guru tidak tetap atau honorer di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Meski mengajar di daerah yang jauh dari perkotaan, ia cukup dikenal di media sosial. Bukan karena kegiatannya saat mengajar di SD, melainkan rajin membuat konten di Tiktok dengan akun @r_dancermanagement.

Konten yang dibuat pak Ribut di Tiktok selalu ramai mencuri perhatian pengguna Tiktok. Terutama saat Pak Ribut membuat konten dengan para anak didiknya di salah satu SD di Lumajang. Siapa sebenarnya Pak Ribut yang heboh bikin ribut? Berikut rangkumannya dilansir dari berbagai sumber.

Guru honorer di SD

Bisa dibilang menjadi guru SD merupakan sebuah pengabdian bagi Tanah Air. Sebagai guru honorer, gaji pak Ribut jelas kalah jauh dari pendapatannya ketika membuat konten atau memperoleh iklan di Tiktok. Namun, dari konten yang rutin diunggahnya, terlihat bahwa Pak Ribut merupakan sosok yang dekat dengan para muridnya.

Pak Ribut guru kelas di SD Negeri Pagowan 01, Pasrujambe, Lumajang. Di sekolah itu dia menjadi seorang pengajar sejak 15 tahun silam. Selama itu juga statusnya sebagai guru tidak tetap tak kunjung berubah. Namun, dia tetap ikhlas menjalaninya, karena mengajar adalah passion-nya.

“Kalau dengan mengajar di sekolah sebelumnya, berarti saya sudah 19 tahun jadi GTT. Mengajar SD ini sesuai dengan jurusan saya dulu. Ijazah saya. Karena saya lulusan PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar),” ujarnya.

Mengajar nari

Pak Ribut bukan hanya mengajar di SD. Aktivitasnya juga dekat dengan dunia tari. Maka dari itu akun tiktoknya bernama @r_dancermanagement. Dilansir dari Suara.com, dia membuka tempat pelatihan tari sekaligus persewaan kostum di rumahnya, yang diberi nama R_Dancer. Aktivtas di dunia seni ini juga menjadi salah satu konten di tiktoknya.

Ia mengaku menjadikan media sosial sebagai media promosi untuk usaha sampingannya, yakni usaha persewaan kostum tari. Usahanya itu sepi lantaran pandemi COVID-19. Karena tidak banyak kegiatan selain mengajar dia lalu iseng mengunggah video bersama siswanya ke media sosial dan ternyata viral.

Poles gardu kampung

Gardu yang menjadi tempat bapak-bapak ronda turut mendapat polesan. Gardu itu diberi nama “Gardu R Dancer Management” dengan tagline “Pusat Gosip dan Rasa-rasan”.  Tentu saja perbaikan ini tak akan cukup jika hanya mengandalkan gaji guru honorer. Kesuksesannya dicapai berkat Pak Ribut pandai memanfaatkan media sosial, terutama Tiktok dan Youtube.

Beberapa waktu lalu ia juga membuat konten yang diberi judul “perjalanan hidupku”. Dalam konten tersebut Pak Ribut mengunggah foto ketika wisuda di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya hingga ibadah ke Tanah Suci.

Mengharukannya, Pak Ribut mengunggah foto kondisi rumahnya dari waktu ke waktu. Dia berhasil merenovasi rumahnya hingga menjadi lebih bagus. Terlihat foto renovasi rumahnya itu diambil pada Februari 2021.

Rumahnya yang dicat warna hijau terpampang jelas “R Dancer”, dengan sebuah mobil berwarna putih terparkir di depannya. Pada kaca bagian belakang, mobil itu juga diberi tulisan “R Dancer”.

Viral gara-gara konten kaum sodom

Pak Ribut menjadi ramai jadi perbincangan di twitter gara-gara konten dengan muridnya. Dalam konten tersebut ia yang kala itu sedang menggantikan sementara guru Agama Islam memberi tahu tentang kaum penyuka satu jenis yang ada dalam materi pelajaran. Baik itu kaum sodom atau kaum penyuka sesama laki-laki atau lesbi atau penyuka sesama wanita. Yang membuat pengguna Tiktok tertawa adalah jawaban salah satu muridnya bernama April. Ketika Pak Ribut bertanya contoh kaum sodom, April langsung jawab “Pak Ribut”. Pak Ribut yang berada di sebelahnya langsung mengucap “Astagfirullah”.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Agus Salim menjelaskan, guru yang aktif di media sosial tidak dilarang. Menurutnya itu adalah hak dari masing-masing guru. Termasuk bila itu dilakukan oleh seorang GTT dengan tujuan untuk menambah penghasilan.

“Itu sah-sah saja. Itu hak mereka. Yang kami soal bukan itu, siapa pun lah kami harap lebih berhati-hati mengunggah sesuatu di medsos. Karena sekarang kan ada undang-undang ITE. Selama tidak menyinggung masyarakat enggak ada masalah,” ujarnya dikutip dari Detik.com.

Agus sudah melihat utuh video TikTok asli yang diunggah oleh Ribut. Menurutnya dalam hal metode pengajaran di video itu, apa yang disampaikan Ribut sudah benar. Pembahasan tentang Kaum Sodom Nabi Luth itu adalah bagian dari materi mata pelajaran Agama Islam.

“Jadi Pak Ribut itu sudah benar mengajarnya, membahas materi yang diujikan tentang Agama Islam. Nabi Luth memang punya kaum yang namanya Kaum Sodom. Ya, benar. Dia (Ribut) tanya apa kaum sodom itu? Lalu dijawab anak-anak. Ketika (video itu) dipotong-potong, itu yang akhirnya jadi masalah,” jelas Agus.

Menurutnya, materi tentang Kaum Sodom itu adalah bagian dari mata pelajaran Agama Islam yang diujikan dalam ujian atau Penilaian Tengah Semester (PTS). Pelajaran Agama Islam yang berkaitan dengan sejarah itu, kata Agus, memang sudah seharusnya disampaikan apa adanya dengan bahasa yang dimengerti oleh anak-anak.

Agus memang sempat memanggil Ribut Santoso tetapi dia tidak memberikan sanksi apa pun. Dia hanya mengklarifikasi video yang viral itu dan memberikan saran kepada Ribut agar lebih berhati-hati mengunggah konten-konten terlebih yang bersifat sensitif.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here