Dilarang Menampilkan Simbol Z di Jerman

Menu

Mode Gelap
Mau Kuliah Gratis di STAI Al-Hidayah? Cek Persyaratannya! Harga Emas Antam Masih Rp 989.0000 Hari Ini Mediasi Pertama, Angga Wijaya Tetap Ingin Bercerai dengan Dewi Perssik Tepok Bulu Vindes 2022: Hesti-Erika Menang Lawan Raisa-Anya Geraldine Pemerintah Perpanjang PPKM di Luar Jawa-Bali Sampai 1 Agustus

Internasional · 29 Mar 2022 12:16 WIB

Warga Dilarang Menampilkan Simbol Z di Jerman


 Simbol Z Dilarang Beredar di Jerman. (kumparan/Bogordaily.net) Perbesar

Simbol Z Dilarang Beredar di Jerman. (kumparan/Bogordaily.net)

Bogordaily.net – Simbol huruf ‘Z’ merupakan ancaman bagi warga Jerman. Pasalnya, otoritas Pemerintah Jerman akan mengadili orang-orang yang menampilkan simbol ‘Z’, pasalnya simbol tersebut terkait dengan perang Rusia di Ukraina.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan pada Senin, 28 Maret 2022 seperti dilansir dari Al Jazeera, menyambut baik pengumuman beberapa negara bagian bahwa warga Jerman yang menggunakan simbol itu akan menghadapi tindakan hukum berdasarkan undang-undang yang melarang persetujuan publik atas tindakan ilegal.

Pelanggaran hukum termasuk melukis simbol di properti, menampilkannya selama demonstrasi, atau mempublikasikannya secara daring. Jika terbukti bersalah, mereka dapat didenda atau dipenjara hingga tiga tahun, menurut hukum pidana.

Huruf ‘Z’ putih menjadi simbol perang Rusia setelah dicat pada kendaraan militer yang ikut serta dalam invasi ke Ukraina. Artinya tidak jelas, beberapa percaya itu mewakili zona militer, yang lain mengatakan itu mengacu pada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Simbol telah diadopsi oleh Rusia untuk menunjukkan dukungan untuk perang. Pesenam Rusia Ivan Kuliak mengenakan simbol tersebut di sebuah acara internasional di Doha dan outlet propaganda yang didukung Kremlin telah menjual merchandise dengan simbol ‘Z’.

Negara bagian Berlin, Bavaria, Saxony, dan Lower Saxony di Jerman semuanya mengumumkan bahwa mereka akan mengambil tindakan hukum terhadap orang-orang yang menggunakan simbol tersebut.

Michael Roth, anggota Sosial Demokrat Kanselir Olaf Scholz yang memimpin komite Urusan Luar Negeri Bundestag, menyambut baik hal ini. ‘Z’ menjadi simbol rezim otoriter yang melakukan agresi yang mengerikan, melanggar hukum internasional, membungkam kebebasan berekspresi, dan menjadikan kebohongan sebagai norma kata Roth.

“Siapa pun di negara kita yang menggunakan ‘Z’ membuat diri mereka menjadi pengikut rezim Rusia dan harus dihukum,” ujarnya.***

Artikel ini telah dibaca 100 kali

badge-check

Redaktur

Baca Lainnya

Penembakan Massal di AS, 6 Warga Chicago Tewas

5 Juli 2022 - 18:58 WIB

Makhluk Misterius Seperti Orc Ditemukan Terdampar di Pantai

5 Juli 2022 - 16:37 WIB

Lokasi Diduga Kuburan Massal Ditemukan Misi PBB

5 Juli 2022 - 16:36 WIB

Demo Pemerintah Uzbekistan Membara, 18 Orang Tewas, 243 Luka, 516 Ditangkap

5 Juli 2022 - 10:38 WIB

Paus Fransiskus Bantah Rumor Pengunduran Diri

5 Juli 2022 - 08:39 WIB

Paus Fransiskus

Tak Sengaja Makan Kue Ganja, Bocah 3 Tahun Dibawa ke Rumah Sakit

4 Juli 2022 - 23:43 WIB

Trending di Internasional