Sunday, 8 February 2026
HomeKota BogorBFR di Pasar Kebon Kembang Sesuai SK Walikota, Panitia: Tempat Berkumpulnya UMKM

BFR di Pasar Kebon Kembang Sesuai SK Walikota, Panitia: Tempat Berkumpulnya UMKM

Bogordaily.net – Aktivitas ekonomi di Jalan Dewi Sartika dan Jalan Pengadilan terbantu dengan Festival Ramadan (BFR).

Di lokasi ini, para pengunjung dapat memilih busana lebaran dan pernak-pernik lainnya yang sudah terpasang di booth-booth pedagang.

Bogor Festival Ramadan ini baru saja beroperasi sekitar satu minggu dan terlihat sudah banyak dikunjungi warga.

Namun baru saja dibuka, ternyata ada pemberitaan di salah satu media yang terkesan opini dan menyudutkan panitia BFR terkait biaya sewa booth.

Untuk itu, Panitia Bogor Festival Ramadan melalui Wakil Sekretaris, Firdaus menjelaskan bahwa BFR ini sudah berdasarkan SK Walikota, dimana BFR ini sebagai sarana untuk memeriahkan Syiar Ramadan, serta memberikan ruang pada UMKM.

“Kemudian tempat atau booth-booth yang terpasang di BFR ini kita tata sedemikian rupa, supaya rapi dan nyaman dikunjungi masyarakat,” kata Firdaus, Jumat, 15 April 2022.

Terkait pemberitaan yang mencuat di media online, kata Firdaus, itu tidak mendasar dan terkesan opini, sehingga pihaknya menyesali dengan adanya pemberitaan tersebut.

Menurutnya, both-booth di BFR ini targetnya 100 booth, tapi belum terisi semua.

“Perlu kami tegaskan, booth-booth yang ada di sini diisi oleh berbagai macam pedagang, mulai dari booth takjil, kuliner, booth buah-buahan, makanan dan pakaian,” ucapnya.

Kemudian terkait besaran sewa, sambung Firdaus, nilainya berbeda-beda seperti halnya untuk booth takjil, booth kuliner dan booth buah-buahan mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta. Sedangkan untuk booth pakaian sebesar Rp 5 juta.

“Sewa boots itu, sebagai pengganti biaya boots, penerangan, kebersihan dan keamanan, termasuk didalamnya kompensasi bagi juru parkir yang lahannya terpakai selama satu bulan ramadan,” jelasnya.

Selain itu, Firdaus menyampaikan, terbentuknya panitia BFR ini tentunya tidak muda, karena terdapat halangan dan rintangan di lapangan, dimana banyaknya kepentingan yang mencoba mengagalkan, seperti intimidasi dan premanisme.

Namun begitu, panitia tidak mundur karena sudah memiliki dasar hukum yaitu SK Walikota. Jadi bukan hanya mencari keuntungan semata seperti apa yang diberitakan oleh media tersebut.

“Perlu disadari betapa beratnya kerja pemerintah, setiap akhir ramadan untuk membersihkan lapak-lapak pedagang. Tapi dengan adanya festival ramadan ini kami coba membantu dan ikut menata dengan konsep festival ramadhan tersebut,” terang Firdaus.

“Kalau disampaikan ada bisnis di balik SK kepanitian bogor Festival ramadhan media yang menyampaikan hal tersebut tolong sampai kan bagaimana menata kegiataan tanpa bisnis?,” tambahnya.

Masih kata Firdaus, bagi wartawan atau media yang butuh informasi terkait BFR, lebih datang langsung ke sekretariat yaitu di Masjid.

“Jadi bagi awak media yang membutuhkan informasi bisa datang ke sini, pasti kami sampaikan informasi sejelas mungkin, sehingga bisa dipertanggungjawabkan dengan baik,” katanya.

Dia juga menjelaskan, dengan adanya SK Walikota maka segala yang ada di BFR ini akan dilaporkan secara terperinci, hingga tidak terjadi hal-hal yang merugikan satu sama yang lainnya.

“Panitia Bogor Festival Ramadhan atau BFR ini dibentuk melalui proses panjang yang di motori elemen organisasi islam Kota Bogor yang mau bergabung, terdiri dari DPC Syarikat Islam Kota Bogor, DKM masjid Agung, BKPRMI, Koperasi Pasar Kebon Kembang (Kopas),” jelasnya.

Bukan itu saja, BFR juga dalam pengawasan instansi dinas Pemerintah Kota Bogor seperti Desperindagkop, Dishub, SatPol PP, Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Camat Bogor Tengah, serta masyarakat seputar Pasar Cibogor.

“Semua kegiatan yang dipersiapkan juga kita sampaikan kepada pihak kepolisian,” tegasnya.

Di samping itu, lanjut Firdaus, untuk memeriahkan festival ramadan panitia BFR sudah menyiapkan beberapa kegiatan islami, seperti perlombaan yang melibatkan organisasi lainnya.

“Dengan kegiatan ini, harapnya selain Syiar Ramadhan juga, nantinya dapat mengundang pengunjung Bogor Festival Ramadan,” tutupnya.* (Ibnu Galansa Montazerry) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here